Tradz Hadir di Indonesia Card Show 2026, Dorong Ekosistem Jual Beli Trading Card yang Lebih Aman dan Terarah

0
IMG-20261003-WA0156

KOMPASSINDO.COM, Tangerang — PT TRADZ HOBI KOLEKTOR, pengembang Tradz – TCG Marketplace, turut hadir dalam Indonesia Card Show (ICS) Vol. 5 yang digelar pada 3–4 Oktober 2026 di NICE PIK 2, Hall 8, Tangerang.

Kehadiran Tradz menjadi bagian dari perkembangan ekosistem trading card game (TCG) di Indonesia. Platform digital yang dikembangkan khusus untuk TCG tersebut menawarkan wadah bagi kolektor dan pemain untuk mencari, membeli, menjual, serta mengelola koleksi kartu dalam satu platform.
Tradz dikembangkan sebagai marketplace di Indonesia yang secara khusus didedikasikan untuk Trading Card Games (TCG), dengan pengalaman pencarian, pengelolaan koleksi, dan transaksi yang dirancang berdasarkan karakteristik kartu.
Dalam keterangannya kepada awak media pada hari pertama ICS Vol. 5, Sabtu (3/10/2026), Founder & CEO Tradz, Handana Budi Sulistio Pranoto, mengatakan Tradz dikembangkan dari kebutuhan komunitas TCG di Indonesia yang selama ini masih banyak memanfaatkan marketplace umum maupun media sosial untuk melakukan transaksi kartu.
“Tradz merupakan marketplace yang dibuat khusus untuk trading card. Selama ini orang yang ingin menjual atau mencari kartu di Indonesia masih banyak menggunakan marketplace umum atau media sosial seperti Facebook, Tokopedia, atau Shopee. Masalahnya, ketika kita mencari kartu tertentu, hasil pencarian bisa bercampur dengan produk lain yang tidak berkaitan dengan kartu,” ujar Handana.
Menurutnya, marketplace khusus TCG dibutuhkan karena pencarian dan transaksi kartu memiliki karakteristik yang berbeda dengan produk umum. Kolektor biasanya mencari kartu berdasarkan nama, set, nomor kartu, hingga kondisi kartu.
Selain persoalan pencarian, faktor keamanan transaksi juga menjadi perhatian. Transaksi yang dilakukan secara langsung melalui komunitas media sosial memiliki risiko tersendiri sehingga dibutuhkan sebuah platform yang dapat membantu menciptakan ekosistem transaksi yang lebih terstruktur.
“Kalau di marketplace khusus kartu, pencarian bisa lebih spesifik. Kami ingin membuat proses jual beli kartu menjadi lebih mudah dan terarah, sekaligus membangun ekosistem yang bisa mempertemukan seller dan buyer TCG,” jelas Handana.
Untuk mendukung kebutuhan seller dan kolektor, Tradz mengembangkan sejumlah fitur yang dirancang khusus untuk karakteristik trading card.
Salah satunya adalah autopricing, yang memungkinkan harga kartu diperbarui secara otomatis berdasarkan formula pengali yang ditentukan seller terhadap referensi harga pasar. Dengan demikian, seller dapat lebih mudah menyesuaikan harga listing seiring perubahan referensi harga kartu di pasar.
Tradz juga memiliki fitur mass upload yang ditujukan terutama bagi seller dengan inventori kartu dalam jumlah besar. Melalui fitur ini, seller dapat mengunggah ribuan kartu dalam hitungan menit. Listing yang dibuat dapat langsung dilengkapi dengan detail kartu seperti bahasa, kondisi, serta referensi harga, sehingga proses memasukkan inventori tidak harus dilakukan satu per satu.
Selain itu, Tradz mengembangkan fitur Scan Card untuk membantu pengguna mengenali kartu yang dimiliki. Melalui fitur tersebut, pengguna dapat memindai kartu untuk memperoleh informasi mengenai kartu serta referensi harga, sehingga dapat membantu pengguna dalam mengidentifikasi dan mengelola koleksinya.
“Misalnya kita punya kartu tetapi tidak tahu kartu apa, set-nya apa, atau referensi harganya berapa. Dengan fitur scan, pengguna bisa mendapatkan informasi tersebut dengan lebih cepat. Jadi Tradz bukan hanya untuk menjual dan membeli, tetapi juga membantu kolektor mengetahui dan mengelola koleksi yang mereka miliki,” ujar Handana.
Platform tersebut juga menyediakan sistem transaksi dan verifikasi seller yang dirancang untuk memberikan perlindungan lebih bagi pembeli maupun penjual.

Sementara itu, Co-Founder & COO Tradz, Brian Tjokroadiguno, mengatakan Tradz mulai dibentuk pada akhir Maret 2026 dan dalam beberapa bulan perkembangannya telah menunjukkan pertumbuhan pengguna dan aktivitas transaksi.
“Saat ini hampir 2.000 user telah bergabung dan lebih dari 1.000 seller telah mendaftar di Tradz. Aktivitas di platform juga sudah mencapai 3.000 transaksi per bulan,” kata Brian.
Sejumlah Local Game Store (LGS) juga telah bergabung dengan Tradz, antara lain Ogre Kelapa Gading, HICE Gaming, TwoStompas, dan IKI Cardshop.
Brian menambahkan bahwa aktivitas perdagangan kartu melalui Tradz mulai memberikan kanal penjualan tambahan bagi seller lokal. Salah satu local game store yang berjualan melalui Tradz bahkan mampu menjual lebih dari 1.500 kartu dalam satu bulan.
“Mayoritas kartu yang saat ini diperdagangkan masih berasal dari pemain dan seller lokal Indonesia. Namun, kami juga membuka peluang bagi seller dari luar negeri yang ingin menjual produknya kepada kolektor di Indonesia,” jelas Brian.

Saat ini Tradz telah mendukung transaksi secara penuh untuk tiga kategori TCG, yaitu Pokémon, Magic: The Gathering (MTG), dan Riftbound.
Untuk kartu dari TCG lainnya, pengguna tetap dapat melakukan transaksi menggunakan fitur Private Listing. Tradz juga tengah mempersiapkan penambahan sejumlah kategori TCG lainnya ke dalam katalog platform, termasuk One Piece, Marvel Hero Rush, Yu-Gi-Oh!, dan berbagai judul lainnya.
Dari sisi seller, pengguna dapat mendaftar melalui aplikasi Tradz. Namun, terdapat proses verifikasi sebelum pengguna dapat menjalankan aktivitas sebagai seller.
“Kami tidak ingin semua orang bisa langsung menjadi seller tanpa proses. Ada verifikasi yang kami lakukan supaya ekosistemnya lebih terjaga,” ujar Brian.

Untuk mendukung proses pengiriman, Tradz telah bekerja sama dengan mitra logistik. Pengguna dapat memanfaatkan layanan pickup dari lokasi masing-masing sehingga seller tidak selalu harus datang langsung ke lokasi pengiriman.
Selain pengiriman, Tradz juga tengah menyiapkan perlindungan tambahan terhadap kartu yang dikirimkan. Handana menjelaskan bahwa salah satu pengembangan yang menjadi perhatian adalah perlindungan melalui asuransi pengiriman kartu.
“Kartu itu berbeda dengan barang biasa. Ada kartu yang nilainya sangat tinggi sehingga aspek keamanan pengiriman menjadi penting. Karena itu, kami juga sedang menyiapkan konsep asuransi untuk pengiriman kartu,” kata Handana.
Tradz juga memberikan kesempatan bagi pengguna untuk menjual kartu dengan rentang harga yang luas, termasuk kartu bernilai relatif rendah. Hal tersebut diharapkan dapat memperluas aktivitas transaksi sehingga perdagangan di platform tidak hanya berpusat pada kartu bernilai tinggi.

Dalam partisipasinya di ICS Vol. 5, Tradz turut membawa sejumlah seller yang aktif di platform. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya Tradz untuk mempertemukan ekosistem digital dengan aktivitas komunitas dan pameran secara langsung.
Brian mengatakan partisipasi dalam pameran seperti ICS juga menjadi kesempatan bagi Tradz untuk memperkenalkan seller lokal kepada komunitas kolektor secara lebih luas.
“Yang kami bawa ke event bukan hanya platformnya, tetapi juga seller-seller yang sudah bergabung dan aktif berjualan di Tradz. Jadi pengunjung bisa melihat langsung produk dan aktivitas yang ada di ekosistem kami,” tuturnya.
Handana juga berharap perkembangan industri collectible di Indonesia ke depan didukung oleh regulasi yang semakin jelas, termasuk terkait aktivitas kolektor dan pelaku industri yang mengikuti event internasional.
Sementara itu, Brian melihat semakin banyaknya event TCG sebagai salah satu indikator berkembangnya industri dan komunitas trading card di Indonesia.
“Kami melihat semakin banyak event sebagai tanda bahwa industri TCG Indonesia berkembang. Ke depan, kami berharap ada koordinasi yang semakin baik antarpelaku industri dan penyelenggara sehingga masing-masing event dapat berkembang dan menjangkau komunitas secara optimal,” kata Brian.

Selama Indonesia Card Show pada 3–4 Oktober 2026, Tradz menawarkan promo diskon 10% untuk seluruh item, dengan minimum transaksi Rp100.000 dan maksimum diskon Rp10.000.
Promo berlaku untuk transaksi melalui aplikasi Tradz menggunakan metode pengiriman Pick Up at Store dan kode voucher ICS2026, sesuai syarat dan ketentuan. Setelah event ICS selesai pun Tradz juga akan memberlakukan Promo serupa untuk free shipping atau promo bebas ongkir.

Melalui kehadirannya di Indonesia Card Show Vol. 5, Tradz menegaskan komitmennya untuk membangun marketplace yang secara khusus melayani kebutuhan komunitas trading card game di Indonesia sekaligus mempertemukan kolektor, pemain, dan seller dalam satu ekosistem digital.
Tradz terus mengembangkan layanan yang mencakup pencarian kartu, pengelolaan koleksi, referensi harga, hingga transaksi jual beli, dengan berbagai fitur yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan spesifik industri TCG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *