Tangan Wangi Hadir di Indonesia Card Show 2026, Perluas Koleksi Trading Card Game dan Perkuat Ekosistem TCG Indonesia
KOMPASSINDO.COM, Tangerang — Tangan Wangi, brand di bawah PT Tangan Wangi Indonesia yang bergerak di bidang trading card game (TCG), turut meramaikan Indonesia Card Show (ICS) Vol. 5 yang digelar pada 3–4 Oktober 2026 di NICE PIK 2, Hall 8, Tangerang.
Tangan Wangi telah berjalan sejak 2023 dan terus mengembangkan lini produk serta koleksinya untuk memenuhi kebutuhan para pemain dan kolektor trading card game di Indonesia.
Kehadiran Tangan Wangi di Indonesia Card Show Vol. 5 menjadi bagian dari perkembangan industri TCG di Indonesia, sekaligus menjadi kesempatan bagi kolektor dan pemain untuk melihat berbagai pilihan kartu dan produk TCG dalam satu event.
Saat ini, Tangan Wangi tidak hanya menghadirkan Pokémon, tetapi juga berbagai judul TCG lainnya seperti One Piece, Riftbound, Dragon Ball, Disney Lorcana, Union Arena, Naruto, Gundam, Digimon dan berbagai TCG lainnya.
Owner PT Tangan Wangi Indonesia, Bayu, mengatakan Tangan Wangi hadir untuk memenuhi kebutuhan para pemain dan kolektor TCG, baik mereka yang membeli kartu untuk dimainkan maupun untuk dikoleksi dan diperdagangkan.
“Trading card game itu bukan hanya untuk koleksi, tetapi juga bisa digunakan untuk bermain dan mengikuti turnamen. Kami menyediakan berbagai jenis kartu, terutama yang saat ini banyak diminati seperti One Piece dan Pokemon, kemudian kami juga terus menambah lini produk TCG lainnya,” ujar Bayu saat diwawancarai awak media pada hari pertama ICS Vol. 5, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Bayu, produk Tangan Wangi memiliki rentang harga yang cukup beragam. Nilai sebuah kartu dapat dipengaruhi oleh kondisi, kelangkaan, jenis produk, hingga edisi atau bahasa kartu.
“Harganya sangat beragam. Ada kartu yang harganya sekitar Rp2.000 untuk kartu yang umum digunakan bermain, tetapi ada juga kartu yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Semuanya kembali kepada kondisi dan kelangkaan kartu,” jelasnya.
Di situs resminya, Tangan Wangi menyediakan berbagai produk One Piece dan juga mencantumkan produk Pokémon TCG dalam lini produknya.
Bayu menjelaskan, salah satu fokus Tangan Wangi saat ini adalah memperluas pilihan TCG sehingga pelanggan tidak hanya memiliki satu pilihan permainan atau koleksi.
“Untuk inovasi, kami terus menambah lini produk. Kalau sebelumnya mungkin orang lebih mengenal kami dari One Piece, sekarang kami sudah menambahkan beberapa judul TCG lainnya. Jadi ke depan pilihannya akan semakin banyak,” katanya.
Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi bagian dari strategi Tangan Wangi untuk membangun brand yang dapat dikenal lebih luas di tengah pertumbuhan komunitas TCG Indonesia.
Bayu mengatakan nama Tangan Wangi memiliki filosofi yang berkaitan dengan harapan dan keberuntungan. Istilah tersebut juga dekat dengan budaya komunitas kartu, khususnya ketika seseorang mendapatkan kartu yang diharapkan dari sebuah booster pack.
“Filosofi Tangan Wangi itu sebenarnya sederhana. Ketika kita mendapatkan sesuatu yang kita inginkan atau mendapatkan hasil yang bagus, orang biasanya bilang tangannya wangi. Jadi kami berharap orang yang membeli atau membuka kartu mendapatkan sesuatu yang mereka harapkan,” tuturnya.
Selain berorientasi pada penjualan, Bayu menegaskan bahwa Tangan Wangi juga ingin membangun branding dan memperkenalkan TCG kepada masyarakat yang lebih luas.
“Target kami bukan hanya soal selling. Kami juga ingin membangun branding dan memperkenalkan Tangan Wangi kepada komunitas. Kalau kemudian penjualannya ikut berkembang, tentu itu menjadi bagian yang kami syukuri,” ungkapnya.
Tangan Wangi sendiri telah memiliki ratusan produk dan koleksi yang ditawarkan kepada pelanggan. Produk tersebut mencakup berbagai kategori TCG yang tersedia melalui kanal penjualan Tangan Wangi.
Dalam keikutsertaannya di ICS Vol. 5, Tangan Wangi juga menghadirkan berbagai produk yang dapat dilihat langsung oleh pengunjung. Bayu mengatakan penjualan selama event menjadi bagian dari aktivitas brand untuk bertemu langsung dengan komunitas sekaligus memperkenalkan produk-produk yang tersedia.
“Untuk event ini kami membawa produk yang kurang lebih sama dengan yang tersedia di kanal kami. Kami juga ingin bertemu langsung dengan komunitas dan memperkenalkan produk kepada pengunjung,” katanya.
Terkait perkembangan pasar TCG, Bayu melihat antusiasme masyarakat terhadap kartu koleksi masih menjadi bagian penting dalam pertumbuhan industri. Menurutnya, keberadaan event seperti ICS memberikan ruang bagi komunitas, seller, kolektor, dan pelaku industri untuk bertemu secara langsung.
Ia juga berharap pemerintah dapat terus memberikan perhatian terhadap perkembangan industri TCG dan collectibles yang mulai membentuk ekosistem tersendiri di Indonesia.
“Kami berharap industri ini bisa semakin diperhatikan dan ekosistemnya bisa dibangun bersama. Pemerintah sudah mulai membicarakan industri, dan mudah-mudahan ke depan dukungannya semakin baik,” ujar Bayu.
Bayu juga memberikan masukan kepada penyelenggara agar event seperti Indonesia Card Show dapat memiliki durasi yang lebih panjang.
“Kalau memungkinkan, ke depan event seperti ini bisa dibuat tiga hari. Dengan waktu yang lebih panjang, komunitas dan pengunjung tentu mempunyai kesempatan yang lebih banyak untuk datang dan menikmati event,” katanya.
Menurut Bayu, semakin panjang durasi event juga dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi pelaku usaha, kolektor, pemain, dan komunitas untuk berinteraksi.
Keikutsertaan Tangan Wangi dalam Indonesia Card Show Vol. 5 menjadi bagian dari upaya memperluas eksistensi brand yang telah berjalan sejak 2023, sekaligus memperkenalkan semakin banyak pilihan trading card game kepada masyarakat Indonesia.
Dengan bertambahnya kategori seperti One Piece, Dragon Ball, Disney Lorcana, Union Arena, Naruto, Gundam, Digimon dan berbagai TCG lainnya, Tangan Wangi terus memperluas pilihan bagi pemain dan kolektor yang ingin membeli, bermain, maupun mengoleksi trading card game.
