Havor Hadir di Indonesia Card Show 2026, Hadirkan Solusi Packaging dan Storage untuk Koleksi TCG
KOMPASSINDO.COM, Tangerang — Havor, brand yang bergerak di bidang packaging dan storage untuk trading card game (TCG) serta collectible card, turut berpartisipasi dalam Indonesia Card Show (ICS) Vol. 5 yang berlangsung pada 3–4 Oktober 2026 di NICE PIK 2, Hall 8, Tangerang.
Marketing Manager Havor, Andreas Adhitya, mengatakan Havor fokus mengembangkan berbagai kebutuhan packaging untuk kartu, baik untuk kebutuhan primary packaging maupun secondary packaging. Produk yang ditawarkan mencakup card sleeve, toploader hingga berbagai jenis box untuk penyimpanan dan packaging kartu.
“Kami bergerak di bidang packaging untuk kartu, khususnya untuk kebutuhan primary dan secondary packaging. Untuk secondary packaging kami memiliki karton box dengan berbagai ukuran, sementara untuk primary packaging kami menyediakan produk seperti sleeve dan toploader,” ujar Andreas saat diwawancarai awak media pada hari pertama ICS Vol. 5, Sabtu (3/10/2026).
Menurut Andreas, kebutuhan packaging dalam ekosistem TCG semakin beragam seiring meningkatnya jumlah kolektor. Karena itu, Havor tidak hanya menyediakan produk untuk kartu standar, tetapi juga mengembangkan storage box dengan kapasitas dan ukuran yang disesuaikan dengan kebutuhan kolektor.
Produk Havor yang beredar di pasar antara lain Havor Box Full Lid, Havor Small Box for Toploader, dan Havor Single Top Bottom Standing. Produk-produk tersebut dipasarkan sebagai storage untuk TCG dan collectible card, termasuk penyimpanan kartu dalam jumlah banyak maupun kartu yang sudah menggunakan toploader.
Andreas menjelaskan, salah satu perhatian Havor adalah menghadirkan toploader yang dapat mengakomodasi kartu dengan ketebalan tertentu.
“Untuk toploader, salah satu yang membedakan adalah kami mencoba mengakomodasi kartu-kartu yang lebih tebal. Ada kartu tertentu yang ketebalannya lebih tinggi sehingga tidak selalu bisa masuk ke toploader standar. Kami mencoba memberikan pilihan yang lebih sesuai, tetapi kartu yang lebih tipis seperti Pokémon juga tetap bisa digunakan,” jelasnya.
Selain aspek perlindungan, Havor juga mengembangkan produk secondary packaging dengan berbagai ukuran. Menurut Andreas, desain dan ukuran box menjadi salah satu bagian yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan kolektor.
“Untuk karton box, ukurannya kami kembangkan sendiri. Ada yang berukuran kecil, sedang sampai besar. Jadi fungsinya bisa disesuaikan dengan jumlah kartu dan kebutuhan penyimpanan masing-masing kolektor,” katanya.
Havor juga memproduksi kebutuhan packaging secara lokal. Andreas mengatakan perusahaan memiliki fasilitas produksi sendiri sehingga sebagian produk dapat dikembangkan dan diproduksi di dalam negeri.
“Untuk produksinya kami memiliki factory sendiri di Indonesia. Jadi kami tidak hanya mengambil produk dari luar, tetapi memang ada produk yang kami produksi secara lokal,” ungkapnya.
Dalam hal distribusi, produk Havor saat ini masih berfokus pada pasar Indonesia. Produk telah didistribusikan ke sejumlah wilayah, termasuk Jakarta dan beberapa kota lainnya melalui jaringan toko serta pelaku usaha di bidang collectibles.
“Untuk saat ini masih fokus di pasar lokal. Kami sudah mendistribusikan produk di Jakarta dan juga beberapa daerah. Salah satunya kami support toko collectibles di Malang. Untuk ekspor, saat ini memang belum,” ujar Andreas.
Keikutsertaan Havor dalam Indonesia Card Show juga bukan yang pertama. Andreas mengatakan pihaknya telah beberapa kali mengikuti event yang berkaitan dengan komunitas TCG dan collectibles.
“Kami sudah beberapa kali mengikuti event seperti ini. Untuk ICS sendiri kami sudah pernah ikut sebelumnya dan sekarang kembali berpartisipasi. Kami melihat event seperti ini penting karena bisa bertemu langsung dengan komunitas dan melihat kebutuhan mereka,” jelasnya.
Mengenai kondisi pasar, Andreas mengakui terdapat perubahan tingkat antusiasme dibandingkan event sebelumnya, terutama pada segmen tertentu seperti Pokémon. Namun, menurutnya, kondisi pasar TCG memang dapat mengalami dinamika.
“Kalau dibandingkan event bulan Mei, untuk kali ini memang ada sedikit penurunan, khususnya di Pokémon. Tetapi menurut saya pasar seperti ini memang ada naik turunnya. Beberapa kategori lain relatif lebih stabil,” katanya.
Ia menilai perkembangan komunitas TCG tidak hanya ditentukan oleh transaksi jual beli kartu, tetapi juga oleh bagaimana seluruh ekosistem dapat berkembang secara sehat.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita membangun ekosistem yang baik. Jangan sampai kartu hanya dilihat sebagai sesuatu yang harus diperjualbelikan. Kita juga harus menikmati hobinya, menikmati kartunya, dan membuat komunitasnya tetap menyenangkan,” tutur Andreas.
Menurutnya, produsen seperti Havor juga memiliki kepentingan terhadap berkembangnya ekosistem secara keseluruhan. Semakin sehat komunitas TCG, semakin besar pula peluang bagi berbagai pelaku usaha pendukung untuk tumbuh.
“Kami sebagai produsen tentu senang kalau event ramai dan produk banyak digunakan. Tetapi yang lebih penting adalah ekosistemnya berkembang. Orang menikmati hobinya, menikmati saat membuka kartu, mengoleksi dan bermain, bukan hanya mengejar nilai jual,” tambahnya.
Dalam partisipasinya di ICS Vol. 5, Havor juga menawarkan promo khusus bagi pengunjung. Berbagai produk yang tersedia mendapatkan potongan harga sekitar 10–15 persen selama event berlangsung.
“Untuk event kali ini kami juga memberikan promo. Produk-produk yang kami bawa mendapatkan diskon sekitar 10 sampai 15 persen khusus selama ICS,” kata Andreas.
Kehadiran Havor di Indonesia Card Show 2026 memperlihatkan bahwa perkembangan industri TCG tidak hanya mendorong pertumbuhan perdagangan kartu, tetapi juga melahirkan kebutuhan terhadap berbagai produk pendukung, mulai dari sleeve, toploader hingga storage box.
Dengan mengembangkan produk packaging dan storage secara lokal, Havor berupaya mengambil bagian dalam membangun ekosistem TCG Indonesia yang semakin lengkap, sekaligus memberikan pilihan bagi kolektor untuk menjaga dan menyimpan kartu mereka secara lebih terorganisasi.
