Art Jakarta 2026 Perkuat Ekosistem Seni Indonesia, Hadirkan Seniman Lokal hingga Instalasi Multisensori
KOMPASSINDO.COM, JAKARTA — Art Jakarta 2026 kembali menjadi ruang pertemuan bagi seniman, galeri, kolektor, komunitas, dan pencinta seni. Berlangsung pada 2–4 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pameran seni ini menghadirkan karya dari berbagai galeri sekaligus sejumlah program yang memperluas pengalaman pengunjung terhadap perkembangan seni di Indonesia.
Tidak hanya berfokus pada karya yang dipamerkan, Art Jakarta 2026 turut menghadirkan program yang membuka ruang lebih besar bagi seniman independen dan komunitas. Salah satunya melalui AJScope dengan program MTN Market yang mempertemukan seniman lokal independen dari berbagai daerah di Indonesia.
Program MTN Market dipersembahkan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui Manajemen Talenta Nasional Bidang Seni Budaya Divisi Seni Rupa. Kehadiran program tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan praktik artistik dan gagasan dari seniman lokal dalam ruang pameran seni berskala lebih luas.
Fair Director Art Jakarta, Tom Tandio, mengatakan keterlibatan berbagai unsur dalam ekosistem seni menjadi bagian penting dari perjalanan Art Jakarta.
Menurut Tom, seni Indonesia memiliki karakter tersendiri sekaligus mempunyai kualitas yang dapat diterima di tingkat internasional. Karakter tersebut juga menjadi salah satu kekuatan yang membuat perkembangan seni di Indonesia memiliki daya tarik bagi masyarakat lokal maupun pengunjung dari mancanegara.
Art Jakarta juga tidak hanya diarahkan sebagai tempat untuk melihat dan mengapresiasi karya seni. Pameran ini berupaya menciptakan ruang interaksi antara seniman, galeri, kolektor dan komunitas yang selama ini berada di lingkungan berbeda.
Pertemuan tersebut dinilai penting karena dapat membuka kesempatan untuk bertukar gagasan, membangun koneksi, hingga menciptakan peluang baru di dalam ekosistem seni.
Tom menjelaskan, perkembangan Art Jakarta berjalan seiring dengan pertumbuhan berbagai elemen yang berada di dalam ekosistem seni.
Dalam pandangannya, pertemuan langsung antara pelaku seni dan publik dapat memberikan pengalaman yang berbeda. Interaksi dengan seniman maupun kurator bahkan dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mengenal dunia seni secara lebih dekat.
Art Jakarta juga mengambil peran sebagai platform yang mempertemukan aktivitas seni dengan dinamika pasar. Melalui interaksi yang terjadi selama pameran, diharapkan tercipta hubungan yang lebih bermakna antara karya, seniman, kolektor, galeri dan pengunjung.
Selain program utama dan kehadiran seniman lokal, Art Jakarta 2026 memperkaya pengalaman pengunjung melalui sejumlah kolaborasi dengan partner.
Julius Baer menghadirkan karya Handiwirman Saputra di area VIP lounge. Sementara Bibit membawa aktivasi origami serta instalasi karya Endry Pragusta.
Treasury menghadirkan karya multisensori dari Etza Meisyara yang dapat dinikmati melalui pengalaman visual, suara dan aroma. Adapun BCA hadir melalui BCA District One dengan sejumlah promosi dan fitur eksklusif.
Beragam kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman dalam sebuah pameran seni dapat dikembangkan melampaui aktivitas melihat karya. Instalasi, aktivasi dan program interaktif memberikan alternatif pengalaman bagi pengunjung untuk menikmati seni dari berbagai perspektif.
Art Jakarta 2026 pada akhirnya tidak hanya menjadi ajang pameran karya seni, tetapi juga menjadi ruang bertemunya berbagai elemen dalam ekosistem seni Indonesia.
Melalui keterlibatan seniman lokal, komunitas, galeri, kolektor dan berbagai partner, Art Jakarta 2026 turut membuka ruang pertukaran gagasan serta memperkenalkan perkembangan seni Indonesia kepada publik yang lebih luas.
