Trimble Hadirkan Tekla Structures dan Tekla PowerFab untuk Percepat Digitalisasi Industri Konstruksi
KOMPASSINDO.COM, JAKARTA – Trimble melalui solusi Tekla memperkuat dukungan terhadap digitalisasi industri konstruksi dengan menghadirkan teknologi Building Information Modeling (BIM), pemodelan 3D, detailing, hingga manajemen fabrikasi baja dalam ajang Construction Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–11 September 2026 di New Hall, JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Sales Engineer Segment Reklamasi by Trimble, Fauzan Saidal, mengatakan Trimble merupakan perusahaan teknologi yang mengembangkan solusi perangkat lunak untuk mendukung berbagai proses di industri konstruksi, termasuk pekerjaan struktur beton dan baja.
“Pada dasarnya kami bergerak di bidang pengembangan teknologi. Kami menyediakan teknologi software untuk proses di bidang konstruksi, baik struktur beton, baja dan sebagainya,” ujar Fauzan dalam wawancara dengan awak media di booth Trimble pada hari pertama Construction Indonesia 2026, Rabu (9/9/2026).
Menurut Fauzan, solusi Tekla banyak digunakan oleh fabricator dan kontraktor konstruksi yang membutuhkan dukungan teknologi mulai dari tahap desain hingga proses pekerjaan konstruksi.
“Customer kami banyak dari fabricator maupun kontraktor konstruksi yang biasanya mengerjakan dari desain sampai proses aplikasinya. Untuk aplikasinya, kami ada di bangunan, struktur beton, struktur baja dan sebagainya,” jelasnya.
Model 3D Berbasis Data
Fauzan menjelaskan, salah satu keunggulan solusi Tekla adalah penggunaan model digital tiga dimensi yang tidak hanya berfungsi sebagai visualisasi, tetapi juga memuat informasi proyek.
Melalui pendekatan BIM, model dapat menyimpan informasi mengenai elemen struktur, material, jumlah hingga posisi komponen yang dibutuhkan dalam suatu proyek.
“Keunggulan kita adalah sudah sifatnya digital. Kami membuat model dari satu bangunan berdasarkan database struktur. Jadi modelnya lebih akurat karena kita bisa melihat model tiga dimensi secara visual,” ungkap Fauzan.
Menurutnya, informasi yang terdapat dalam model tersebut dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai kebutuhan proyek, termasuk laporan dan gambar kerja.
“Datanya seperti material, bahan, jumlah dan posisinya itu semua ada. Output-nya berupa laporan, misalnya berapa banyak material yang dibutuhkan, kemudian gambar kerja,” katanya.
Pendekatan berbasis model tersebut dapat membantu pengguna mempercepat pekerjaan sekaligus meningkatkan akurasi informasi yang digunakan selama proses konstruksi.
“Konsep digitalisasi ini bisa mempersingkat waktu pengerjaan dan membuat pekerjaan lebih akurat,” tegas Fauzan.
Tekla Structures untuk Pemodelan dan Detailing
Salah satu produk utama dalam ekosistem Tekla adalah Tekla Structures, perangkat lunak BIM struktural yang memungkinkan engineer, desainer, detailer, fabricator, kontraktor dan project manager membuat, menggabungkan, mengelola serta berbagi model 3D yang kaya informasi.
Tekla Structures mendukung berbagai jenis material dan proyek konstruksi. Model yang dibuat dapat digunakan untuk kebutuhan pemodelan, detailing, dokumentasi konstruksi dan koordinasi dengan pihak lain dalam proyek.
Tekla Structures juga memiliki kemampuan interoperabilitas dengan berbagai perangkat lunak dan sistem konstruksi. Salah satunya melalui standar Industry Foundation Classes (IFC) untuk pertukaran informasi dengan perangkat lunak arsitektur, MEP maupun plant design.
Dengan model yang terintegrasi, pengguna dapat memperoleh informasi konstruksi secara lebih terstruktur sekaligus mengurangi risiko perbedaan informasi antara model dan dokumen proyek.
Tekla PowerFab Hubungkan Model dengan Fabrikasi Baja
Selain Tekla Structures, Trimble juga menghadirkan Tekla PowerFab yang secara khusus dikembangkan untuk membantu fabrikator baja mengelola proses fabrikasi secara lebih sistematis.
Tekla PowerFab mencakup berbagai fungsi untuk mendukung proses fabrikasi, antara lain estimating, project management, purchasing, production control, material optimization, inventory control dan pengelolaan pekerjaan produksi.
Integrasi antara model dan proses fabrikasi memungkinkan informasi dari tahap detailing dapat diteruskan ke kebutuhan produksi. Dengan demikian, perusahaan dapat mengelola informasi proyek secara lebih konsisten dari kantor hingga area workshop.
Tekla PowerFab juga mendukung pengelolaan informasi produksi secara real time sehingga pihak terkait dapat memperoleh visibilitas terhadap perkembangan pekerjaan dan membantu koordinasi antara manajemen proyek dengan tim fabrikasi.
Digitalisasi Percepat Proses Konstruksi
Menurut Fauzan, penggunaan teknologi digital memberikan manfaat terutama dalam mempercepat pekerjaan sekaligus meningkatkan kualitas dan akurasi hasil.
Dengan model 3D yang kaya informasi, pengguna dapat memperoleh gambaran lebih jelas mengenai struktur yang akan dibangun sebelum masuk ke tahapan pekerjaan berikutnya.
Pendekatan tersebut juga memungkinkan informasi dari model dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari dokumentasi, estimasi material hingga proses fabrikasi, sehingga alur pekerjaan menjadi lebih terintegrasi.
Teknologi Tekla sendiri memang dirancang untuk mendukung berbagai tahapan konstruksi struktural, termasuk constructible modeling, detailing, fabrication planning and management serta koordinasi proyek.
Perkenalkan Solusi dan Fitur Terbaru
Fauzan mengatakan kehadiran Trimble di Construction Indonesia 2026 juga menjadi momentum untuk memperkenalkan solusi kepada calon pengguna baru sekaligus mendekatkan perusahaan dengan pelaku industri konstruksi.
“Untuk tahun ini kami ingin lebih dekat dengan customer dan memperkenalkan solusi kami kepada calon-calon customer baru. Beberapa yang datang hari ini juga baru mengetahui solusi kami,” ujarnya.
Ia berharap semakin banyak perusahaan konstruksi dan fabrikasi yang mengenal serta memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pekerjaan.
“Kami berharap mereka juga bisa meningkatkan kualitas pekerjaan mereka dengan menggunakan solusi dari kita,” kata Fauzan.
Selain memperkenalkan produk, Trimble juga memanfaatkan ajang tersebut untuk menyosialisasikan berbagai fitur dan perkembangan teknologi terbaru yang terus dikembangkan dalam ekosistem Tekla.
Tekla 2026 sendiri telah menghadirkan sejumlah pengembangan pada sisi AI, cloud tools, intelligent data workflows dan dukungan terhadap deliverables desain. Sementara Tekla PowerFab 2026i membawa pengembangan pada visibilitas dan pelacakan pekerjaan di area workshop.
Dorong Industri Konstruksi Berbasis Data
Kehadiran Trimble melalui Tekla di Construction Indonesia 2026 memperlihatkan semakin pentingnya penggunaan teknologi digital dalam meningkatkan efisiensi dan akurasi industri konstruksi.
Melalui Tekla Structures, pengguna dapat membangun model BIM 3D yang kaya informasi untuk mendukung berbagai tahapan pekerjaan. Sementara Tekla PowerFab membawa informasi tersebut ke proses manajemen fabrikasi baja.
Keterhubungan antara model, data dan proses produksi tersebut dapat membantu perusahaan mengurangi ketergantungan pada proses manual, meningkatkan koordinasi serta membuat informasi proyek lebih mudah digunakan oleh berbagai pihak.
Pada akhirnya, pemanfaatan BIM dan teknologi konstruksi berbasis model membuka peluang bagi pelaku industri untuk membangun alur kerja yang lebih terintegrasi, terukur dan efisien.
Melalui keikutsertaannya dalam Construction Indonesia 2026, Trimble berharap dapat semakin memperkenalkan manfaat digitalisasi kepada industri konstruksi Indonesia sekaligus membangun hubungan lebih dekat dengan calon pengguna dan mitra bisnis.
