Leica Geosystems Hadirkan Solusi Geospasial untuk Percepat Digitalisasi Industri Pertambangan di Mining Indonesia 2026

0
IMG-20260909-WA0133

KOMPASSINDO.COM, JAKARTA, 9 September 2026 — PT Leica Geosystems Indonesia menghadirkan beragam solusi teknologi geospasial untuk mendukung kebutuhan industri pertambangan di Indonesia dalam ajang Mining Indonesia Expo 2026 yang berlangsung pada 9–12 September 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Dalam penyelenggaraan pameran tersebut, booth PT Leica Geosystems Indonesia menghadirkan solusi dan teknologi Leica Geosystems dengan dukungan kerja sama Gema Berdikari Ultima dan Nusantara Media Informatika Indonesia yang merupakan authorized distributor Leica Geosystems di Indonesia.

Pada hari pertama pameran, Rabu (9/9), awak media berkesempatan mengunjungi booth dan melakukan wawancara dengan PIC PT Gema Berdikari Ultima, Ardiansyah Reza Pahlevi. Ia menjelaskan berbagai teknologi Leica Geosystems yang ditampilkan untuk menjawab kebutuhan industri pertambangan, konstruksi, infrastruktur serta sektor lain yang membutuhkan data geospasial dengan tingkat akurasi tinggi.

“Produk-produk kami berfokus pada solusi geospasial untuk mining maupun industri apa pun yang berhubungan dengan geospasial. Ada GNSS, total station, laser scanner, machine control dan berbagai solusi untuk kebutuhan pengukuran, pemetaan, topografi maupun tiga dimensi,” ujar Ardiansyah.

Enam Kategori Teknologi Leica Geosystems

Dalam keikutsertaannya di Mining Indonesia 2026, booth PT Leica Geosystems Indonesia menampilkan sejumlah kategori teknologi yang dirancang untuk menunjang aktivitas survei, pemetaan, monitoring, reality capture hingga machine control.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah robotic total station. Perangkat ini menawarkan tingkat otomatisasi yang lebih tinggi sehingga dapat membantu surveyor meningkatkan efisiensi pekerjaan pengukuran di lapangan.

“Kali ini kami membawa sekitar enam kategori produk. Ada robotic total station yang sudah full robot, sehingga setelah setting di awal, alat dapat beroperasi secara lebih mandiri,” jelas Ardiansyah.

Selain robotic total station, pengunjung juga dapat melihat perangkat pengukuran jarak berbasis laser atau DISTO, GNSS untuk pengukuran koordinat, total station untuk pekerjaan survei dan pemetaan, machine control serta teknologi laser scanning untuk menghasilkan data tiga dimensi.

Beragam teknologi tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi, mulai dari pengumpulan data lapangan, pengukuran koordinat, pemetaan area, pemantauan kondisi objek hingga proses digitalisasi kondisi aktual menjadi data yang dapat digunakan dalam berbagai kebutuhan pekerjaan.

Machine Control Dukung Efisiensi Pekerjaan Lapangan

Salah satu teknologi yang semakin relevan dalam industri pertambangan dan konstruksi adalah machine control. Teknologi ini memungkinkan data desain atau model digital digunakan sebagai referensi dalam pekerjaan alat berat.

Dengan dukungan data tersebut, pekerjaan di lapangan dapat dilakukan dengan acuan yang lebih terukur dan sesuai dengan desain yang telah ditentukan. Hal ini dapat membantu meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi potensi kesalahan dalam pelaksanaan pekerjaan.

Sementara itu, teknologi laser scanning memungkinkan pengguna menangkap kondisi objek maupun area secara detail dan menghasilkan data tiga dimensi. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk pemodelan, dokumentasi, pengukuran maupun analisis kondisi aktual di lapangan.

Leica TS20 Jadi Salah Satu Teknologi Unggulan

Salah satu produk yang turut menjadi perhatian dalam portofolio teknologi Leica Geosystems adalah Leica TS20, robotic total station yang diperkenalkan di Indonesia pada 2026.

Teknologi tersebut menjadi bagian dari pengembangan solusi survei yang semakin mengarah pada otomatisasi dan digitalisasi pekerjaan lapangan, termasuk untuk kebutuhan industri pertambangan.

Sebelumnya, Gema Berdikari Ultima bersama Leica Geosystems Indonesia juga menggelar kegiatan “Autonomous in Mining: Survey & Monitoring” di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Juli 2026. Kegiatan tersebut memperkenalkan teknologi survei dan monitoring yang mendukung otomatisasi serta transformasi digital dalam aktivitas pertambangan.

Selain robotic total station, teknologi reality capture juga menjadi bagian dari pengembangan solusi Leica Geosystems, termasuk Next Generation RTC Series untuk kebutuhan 3D laser scanning dan digitalisasi kondisi nyata menjadi data digital.

Durabilitas Menjadi Faktor Penting di Industri Pertambangan

Menurut Ardiansyah, selain teknologi dan tingkat presisi, durabilitas perangkat juga menjadi salah satu aspek penting dalam penggunaan peralatan survei di lingkungan industri berat.

“Kalau dari Leica pasti ada durability. Leica sudah terpercaya dan teruji. Ada alat yang bahkan setelah 10 tahun masih bisa digunakan. Alat lainnya juga sudah memiliki perlindungan seperti IP68 dan IP66 sehingga tahan terhadap air dan debu,” katanya.

Bagi sektor pertambangan, ketahanan perangkat menjadi salah satu pertimbangan penting karena aktivitas survei dan pengukuran dapat dilakukan dalam kondisi lingkungan yang menantang, mulai dari paparan debu dan air hingga medan operasional yang berat.

Tidak hanya mengandalkan perangkat, dukungan teknis dan layanan purna jual juga menjadi bagian penting dalam penggunaan teknologi geospasial.

Melalui jaringan dan dukungan authorized distributor di Indonesia, pengguna dapat memperoleh layanan yang berkaitan dengan technical support, service, maintenance, kalibrasi, pelatihan serta kebutuhan lainnya sesuai dengan produk dan layanan yang tersedia.

Solusi Geospasial Mengikuti Perkembangan Tambang Digital

Transformasi digital di sektor pertambangan membuat kebutuhan terhadap data yang akurat semakin meningkat. Data mengenai koordinat, topografi, kondisi area tambang, volume, pergerakan objek hingga kondisi infrastruktur menjadi bagian penting dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan.

Dalam kondisi tersebut, teknologi geospasial tidak lagi sebatas digunakan untuk melakukan pengukuran, tetapi semakin terintegrasi dengan sistem digital dan proses operasional.

Leica Geosystems memiliki portofolio solusi yang mencakup surveying, monitoring, reality capture dan machine control. Pengembangan teknologi tersebut diarahkan untuk membantu pengguna memperoleh data lapangan yang lebih akurat sekaligus mengintegrasikannya ke dalam berbagai proses kerja digital.

Gema Berdikari Ultima melihat kebutuhan tersebut sebagai peluang untuk terus memperkuat dukungan teknologi dan layanan kepada pelaku industri di Indonesia.

“Kami berharap kehadiran kami di event kali ini dapat memberikan solusi, bantuan dan support untuk teman-teman yang hadir, sehingga bisa membantu menyelesaikan kebutuhan solusi geospasial mereka,” ujar Ardiansyah.

Kehadiran PT Leica Geosystems Indonesia bersama dukungan Gema Berdikari Ultima dan Nusantara Media Informatika Indonesia di Mining Indonesia 2026 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan perkembangan teknologi geospasial kepada pelaku industri nasional.

Berbagai solusi seperti robotic total station, GNSS, 3D laser scanning, monitoring, reality capture dan machine control diharapkan dapat membantu perusahaan pertambangan, konstruksi, infrastruktur maupun sektor lainnya dalam meningkatkan akurasi, efisiensi dan integrasi data di lapangan.

Dengan semakin berkembangnya digitalisasi industri pertambangan Indonesia, kebutuhan terhadap teknologi pengukuran dan data geospasial yang presisi diperkirakan akan terus meningkat. Kehadiran solusi Leica Geosystems melalui ekosistem resmi di Indonesia menjadi salah satu bagian dari perkembangan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *