Kasal: “Aku Cinta Laut” Jangan Hanya Seremonial, TNI AL Dorong Gerakan Bersih Pesisir Berkelanjutan

0
IMG-20260906-WA0131

KOMPASSINDO.COM, JAKARTA — Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menegaskan bahwa gerakan “Aku Cinta Laut” harus menjadi gerakan berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial dalam memperingati HUT Ke-81 TNI Angkatan Laut.

Penegasan tersebut disampaikan Kasal saat memberikan keterangan kepada awak media atau doorstop usai meninjau langsung rangkaian kegiatan “Aku Cinta Laut” di kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (6/9/2026).

Kasal didampingi Dankodaeral III Laksamana Muda TNI Uki Prasetia, S.T., M.M., serta sejumlah pejabat dan unsur terkait. Dalam kunjungan tersebut, Kasal meninjau kegiatan pembersihan kawasan pesisir dan pelabuhan, pelayanan kesehatan gratis, pembagian sembako, serta UMKM dan mitra binaan TNI AL.

Setelah melakukan peninjauan, Kasal juga mengikuti video conference (vicon) bersama jajaran TNI AL di berbagai wilayah Indonesia untuk melihat pelaksanaan kegiatan serupa yang dilakukan secara serentak dari Sabang hingga Merauke.

Kasal mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan TNI AL tidak hanya berorientasi pada kegiatan sosial, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan maritim.

“Hari ini TNI Angkatan Laut melaksanakan kegiatan bakti sosial, bakti kesehatan, pembagian sembako dan kegiatan-kegiatan yang sifatnya membantu kesulitan masyarakat lainnya,” ujar Kasal kepada awak media.

Menurutnya, di Muara Angke kegiatan diwujudkan melalui pemeriksaan kesehatan umum dan gigi, khitanan massal, tindakan medis, pembagian sembako hingga aksi pembersihan sampah di kawasan pesisir.

Namun, Kasal menekankan bahwa persoalan lingkungan tidak cukup ditangani dalam satu kegiatan. Kesadaran masyarakat untuk menjaga laut harus dibangun secara terus-menerus.

“Kita mengajak masyarakat untuk lebih cinta terhadap laut, cinta terhadap lingkungan hidup, terutama lingkungan maritim, sungai-sungai, muara sungai sampai ke laut,” tegasnya.

Kasal mengingatkan, sampah yang berada di sungai pada akhirnya dapat terbawa hingga ke laut. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu ekosistem dan kehidupan biota laut.

“Sampah-sampah plastik ini sangat mengganggu biota yang ada di laut. Hewan-hewan di laut juga akan terganggu, begitu pula yang ada di sungai-sungai,” katanya.

Karena itu, TNI AL tidak hanya mengajak masyarakat membersihkan lingkungan, tetapi juga memberikan edukasi agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kebersihan sejak dari lingkungan tempat tinggal hingga kawasan pesisir.

Dalam peninjauannya, Kasal juga melihat secara langsung aktivitas UMKM dan mitra binaan TNI AL. Menurutnya, aspek lingkungan harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kasal menyebut, masyarakat juga didorong mengembangkan kegiatan produktif seperti budidaya ikan dengan sistem bioflok serta memanfaatkan material bekas yang masih memiliki nilai guna untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

“Kita memberikan edukasi kepada mereka dan kita ajak untuk sama-sama membersihkan lingkungan hidup, terutama yang ada di kawasan maritim,” ujarnya.

Kegiatan tersebut, kata Kasal, secara serentak melibatkan jajaran TNI AL di seluruh Indonesia. Pangkalan-pangkalan TNI AL dan satuan-satuan terkait dikerahkan untuk melaksanakan kegiatan sosial dan lingkungan sesuai kondisi wilayah masing-masing.

Melalui video conference, Kasal memantau langsung pelaksanaan kegiatan di berbagai daerah, termasuk aksi bersih-bersih pantai, penanaman mangrove, bakti sosial, pelayanan kesehatan hingga kegiatan pemberdayaan masyarakat.

“Ini secara serentak dilaksanakan di seluruh daerah maupun di seluruh pangkalan yang ada di Indonesia,” ungkapnya.

Kasal menegaskan, keterlibatan TNI AL dalam menjaga lingkungan pesisir merupakan bagian dari tanggung jawab bersama sebagai bangsa maritim. Menurutnya, luasnya wilayah laut Indonesia membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.

Ia bahkan memastikan kegiatan kepedulian terhadap lingkungan maritim akan terus didorong setelah peringatan HUT TNI AL selesai.

“Ini harus berkelanjutan, bukan hanya dalam rangka hari ulang tahun saja. Mungkin nanti ke depan ada setiap kegiatan, mungkin sebulan sekali kita akan mengajak masyarakat maritim untuk lebih peduli terhadap lingkungan, terutama di kawasan pesisir dan kawasan maritim,” tegas Kasal.

Selain persoalan lingkungan, Kasal juga menanggapi pertanyaan awak media terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Ia mengatakan TNI AL terus melakukan pemantauan bersama instansi terkait, terutama karena kondisi tersebut dapat berdampak terhadap wilayah sekitar Banten dan Lampung serta aktivitas penerbangan.

“Untuk masalah erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda ini memang saat ini cukup mengganggu, terutama penerbangan dan wilayah yang dekat dengan Lampung maupun Banten. Tetapi kita tetap monitor dari BMKG maupun yang terkait,” jelasnya.

Kasal memastikan jajaran TNI AL tetap memantau perkembangan situasi di lapangan dan berkoordinasi dengan unsur terkait.

Aksi “Aku Cinta Laut” di Muara Angke akhirnya tidak hanya menjadi momentum memperingati HUT Ke-81 TNI AL, tetapi juga menjadi penegasan bahwa keberadaan TNI AL di tengah masyarakat diarahkan untuk memberikan manfaat nyata.

Dari membersihkan pesisir, memberikan pelayanan kesehatan, membantu masyarakat melalui bakti sosial, hingga mendukung UMKM dan mitra binaan, TNI AL mendorong agar kepedulian terhadap laut tumbuh menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *