“Ketua PSMTI NTB Steven Sumiyanto Darto Minta Munas VIII Berjalan Demokratis dan Perkuat Program Sosial”.

0
IMG-20260905-WA0106

KOMPASSINDO.COM, JAKARTA, 5 SEPTEMBER 2026 – Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Steven Sumiyanto Darto, menyampaikan pandangannya mengenai dinamika pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) VIII PSMTI yang berlangsung di Jakarta, 4–6 September 2026.

Dalam wawancara dengan awak media di sela-sela kegiatan Munas VIII PSMTI, Sabtu (5/9/2026), Steven menilai dinamika dalam pelaksanaan Munas berjalan cukup dinamis. Namun, ia berharap seluruh rangkaian agenda ke depan dapat dilaksanakan dengan susunan acara dan mekanisme organisasi yang lebih sesuai.

“Saya kira ini berjalan cukup dinamis. Namun, harapan saya ke depan ini bisa dilaksanakan dengan susunan acara yang lebih sesuai dengan mekanisme,” ujar Steven.

Ia menyoroti pentingnya setiap tahapan dalam Munas berjalan sesuai mekanisme organisasi. Menurutnya, proses musyawarah perlu ditempatkan sebagai bagian penting dalam menentukan arah dan perkembangan organisasi.

Steven juga berharap seluruh proses dalam Munas VIII PSMTI dapat berlangsung secara demokratis dengan mengedepankan pemikiran yang sungguh-sungguh untuk kemajuan organisasi.

Menurutnya, PSMTI merupakan organisasi sosial dan kebudayaan masyarakat sehingga setiap keputusan dan program yang dijalankan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, khususnya warga Tionghoa yang membutuhkan bantuan maupun kurang beruntung.

“Organisasi ini adalah organisasi sosial kebudayaan masyarakat. Harus memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada warga Tionghoa yang mungkin kesusahan atau kurang beruntung,” katanya.

Di sisi lain, Steven menekankan bahwa PSMTI juga perlu terus berada dalam arus besar bangsa dengan memberikan perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat serta mendukung berbagai kegiatan yang sejalan dengan program pemerintah.

Ia berharap kegiatan sosial, bantuan, dan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dapat terus dijalankan secara konsisten oleh PSMTI.

“Di sisi lain, sesuai dengan visi dan misinya, kita masuk dalam arus besar bangsa. Kita juga harus memperhatikan bantuan-bantuan dan kesejahteraan serta kegiatan-kegiatan yang menunjang program pemerintah,” ujar Steven.

Terkait dinamika calon Ketua Umum PSMTI dalam Munas VIII, Steven menyampaikan bahwa paket yang ada dinilainya sudah cukup baik dan dapat diterima oleh berbagai provinsi.

Namun, ia menekankan pentingnya kepemimpinan PSMTI ke depan untuk tidak hanya memperkuat peran organisasi ke luar, tetapi juga memberikan perhatian terhadap kebutuhan internal organisasi dan daerah.

“Kami memberikan satu syarat, bahwa dia juga harus bergerak ke dalam. Jangan hanya keluar, lihat juga ke dalam. Kebutuhan internal masih banyak yang membutuhkan bantuan,” katanya.

Steven juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta selama kepemimpinannya. Menurutnya, berbagai hal yang telah dilakukan selama ini perlu mendapatkan dukungan agar dapat terus dikembangkan.

“Sedangkan Pak Wilianto, dia sudah bekerja dengan maksimal. Apa yang diadakan juga perlu dibantu atau didukung,” tuturnya.

Steven berharap Munas VIII PSMTI menghasilkan kepemimpinan dan arah organisasi yang mampu memperkuat manfaat PSMTI bagi masyarakat Tionghoa maupun masyarakat Indonesia secara umum.

Munas VIII PSMTI digelar pada 4–6 September 2026 di Jakarta dengan mengusung tema “Berteguh Harmoni Kebhinekaan Menuju Indonesia Emas 2045”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *