Henry Yotania Raih Anugerah Ekonomi Hijau 2026, Tegaskan Komitmen Berbagi dan Mendorong Ekonomi Digital

0
IMG-20260905-WA0095

KOMPASSINDO.COM, JAKARTA – Henry Yotania meraih apresiasi dalam ajang Anugerah Ekonomi Hijau 2026 yang digelar detikcom di Jakarta, Kamis (3/9/2026). Penghargaan tersebut diberikan atas peran inspiratif Henry dalam bidang bisnis digital dan menempatkannya sebagai salah satu Figur Penggerak Ekonomi Hijau.

Bagi Henry, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan atas perjalanan profesionalnya. Ia justru memaknainya sebagai pengingat untuk terus memberikan manfaat, berbagi pengetahuan, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk berkembang melalui pemanfaatan teknologi digital.

“Buat saya pribadi, penghargaan ini tentu merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan. Tapi yang paling saya rasakan, ini menjadi pengingat bahwa apa yang kita lakukan bersama selama ini ternyata memberikan dampak,” ujar Henry.

Selama sekitar delapan tahun berkecimpung di dunia bisnis digital, khususnya e-commerce, Henry melihat perkembangan teknologi tidak semata-mata dari sisi pemasaran produk secara online. Menurutnya, digitalisasi juga memiliki peran penting dalam membuka akses pembelajaran, membangun usaha, hingga menciptakan peluang ekonomi baru.

Pengalaman di bidang marketing, sales, dan pengembangan bisnis kemudian mendorong Henry untuk aktif dalam berbagai kegiatan edukasi dan pengembangan komunitas.

Salah satunya dilakukan melalui SVO Indonesia (Synergy Via Online). Henry menyebut sekitar 80 persen anggota tim yang bergabung pada awalnya tidak memiliki latar belakang digital dan belum memahami cara memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan bisnis.

“Sekitar 80 persen dari tim kami bukan berbasis digital. Pada saat mereka masuk, mereka ‘buta’ mengenai digital. Tapi setelah diajarkan digitalisasi dan bagaimana cara mengoptimalkan bisnis digital, sekarang mereka menjadi entrepreneur,” kata Henry.

Menurut Henry, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan profesionalnya karena menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu harus diukur dari besarnya bisnis yang dibangun.

Ada ukuran lain yang tidak kalah penting, yakni seberapa banyak orang yang dapat ikut bertumbuh melalui kesempatan, pengetahuan, dan pengalaman yang dibagikan.

Semangat Berbagi Ilmu di Era Transformasi Digital

Komitmen tersebut juga diwujudkan Henry melalui berbagai seminar, training, dan event yang menjadi ruang bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk memahami perkembangan dunia digital.

Salah satunya melalui Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC), sebuah forum yang mempertemukan pelaku digital dengan praktisi serta pembicara yang memiliki kompetensi di bidangnya.

Henry menilai forum edukasi semacam itu semakin penting di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat. Menurutnya, pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki seseorang perlu terus diperbarui agar tetap relevan dengan perkembangan industri.

“Banyak pemain digital di Indonesia yang sebenarnya memiliki potensi. Yang dibutuhkan adalah ruang untuk belajar, bertukar pengalaman, dan mendapatkan insight dari orang-orang yang sudah lebih dulu berkecimpung di bidang ini,” tuturnya.

Ia memilih untuk terus berbagi pengalaman bukan karena merasa paling mengetahui segala hal, melainkan karena pengalaman akan memiliki nilai lebih ketika dapat membantu orang lain berkembang.

“Ilmu yang kita punya akan jauh lebih berarti kalau bisa dipakai untuk membantu orang lain bertumbuh,” ujarnya.

Digitalisasi Harus Memberikan Dampak bagi Masyarakat

Lebih jauh, Henry melihat perkembangan bisnis digital memiliki dampak yang luas terhadap perekonomian. Ketika seseorang mampu memahami dan memanfaatkan teknologi, peluang untuk menjangkau pasar yang lebih luas semakin terbuka.

Pada saat yang sama, pertumbuhan ekosistem digital juga menciptakan berbagai kebutuhan baru yang dapat melahirkan peluang ekonomi dan lapangan pekerjaan.

Karena itu, Henry menilai transformasi digital tidak seharusnya hanya berbicara mengenai platform dan teknologi.

“Digital itu bukan hanya soal platform atau teknologi. Di belakangnya ada manusia. Ada entrepreneur, ada tim, ada lapangan pekerjaan, dan ada keluarga yang ikut merasakan manfaatnya,” katanya.

Pandangan tersebut menjadi salah satu alasan Henry terus mendorong kolaborasi dalam pengembangan bisnis digital, baik melalui kegiatan edukasi maupun berbagai program yang melibatkan komunitas.

Dalam perannya sebagai Strategic Business Partnership Wellous Indonesia, Henry juga aktif mendukung berbagai kolaborasi pengembangan bisnis digital berskala nasional dan internasional, termasuk kegiatan seperti IDMC 2026 dan SVO Digital Summit 2025.

Penghargaan Bukan Akhir Perjalanan

Dalam ajang Anugerah Ekonomi Hijau 2026, Henry tercatat sebagai salah satu figur dalam kategori Penggerak Ekonomi Hijau dengan apresiasi khusus atas peran inspiratifnya di bidang bisnis digital.

Penghargaan tersebut diberikan melalui proses penilaian Komite Asesmen detikcom terhadap berbagai inisiatif dan program, khususnya dari sisi dampak serta komitmen terhadap keberlanjutan.

Meski demikian, Henry tidak memandang penghargaan tersebut sebagai garis akhir dari perjalanan yang telah dilaluinya.

Sebaliknya, apresiasi tersebut justru menjadi motivasi untuk terus belajar, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi yang lebih luas.

“Penghargaan ini bukan berarti perjalanan selesai. Justru menjadi motivasi supaya kita bisa melakukan lebih banyak lagi ke depannya,” kata Henry.

Ia menyadari bahwa perjalanan transformasi digital masih panjang. Teknologi akan terus berkembang, sementara kebutuhan masyarakat dan dunia usaha juga akan mengalami perubahan.

Karena itu, Henry berharap semakin banyak masyarakat yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk menciptakan sesuatu yang bernilai dan memberikan dampak ekonomi.

Kesuksesan Adalah Ketika Bisa Bertumbuh Bersama

Sekitar delapan tahun berada di dunia bisnis digital telah memberikan Henry berbagai pengalaman. Namun, salah satu pelajaran terpenting yang ia dapatkan bukan hanya mengenai bagaimana membangun bisnis, melainkan bagaimana membantu membangun orang.

Bagi Henry, ketika seseorang yang sebelumnya tidak memahami dunia digital kemudian mampu menjalankan bisnis, menciptakan peluang, dan bahkan membantu orang lain melakukan hal yang sama, di situlah sebuah pencapaian memperoleh makna yang lebih besar.

Karena itu, ia tidak menempatkan penghargaan Anugerah Ekonomi Hijau 2026 sebagai pencapaian pribadi semata. Di balik perjalanan tersebut terdapat tim, komunitas, partner, mentor, serta berbagai pihak yang turut berkontribusi.

“Kalau boleh saya simpulkan, penghargaan ini bukan tentang saya sendiri. Ini tentang perjalanan bersama. Kalau ada sesuatu yang baik dari apa yang saya lakukan, mudah-mudahan bisa terus diteruskan dan memberikan manfaat kepada lebih banyak orang,” pungkasnya.

Pada akhirnya, bagi Henry Yotania, keberhasilan di era digital bukan sekadar tentang siapa yang paling cepat beradaptasi dengan teknologi. Lebih dari itu, kesuksesan adalah tentang bagaimana teknologi digunakan untuk menciptakan kesempatan, membantu orang lain berkembang, dan menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.

Penghargaan Anugerah Ekonomi Hijau 2026 pun menjadi pengingat bagi Henry untuk terus memegang prinsip sederhana: terus belajar, terus berbagi, dan terus bertumbuh bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *