September 12, 2026

PT Graha Usaha Teknik Perkuat Peran Anak Negeri di Sektor Energi dan Kelistrikan lewat EBTKE Connex 2026

0
IMG-20260902-WA0102

KOMPASSINDO.COM, JAKARTA, 2 September 2026 — PT Graha Usaha Teknik (GUT) menegaskan komitmennya sebagai perusahaan teknik nasional yang mengandalkan sumber daya manusia dan permodalan dalam negeri untuk memperkuat kontribusi di sektor energi, kelistrikan, infrastruktur, dan industri.

Komitmen tersebut disampaikan Corporate Communication PT Graha Usaha Teknik, Edhi Tirta Yudha, saat ditemui awak media pada hari pertama penyelenggaraan EBTKE Connex 2026 yang berlangsung di Exhibition JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Menurut Edhi, salah satu hal yang menjadi kebanggaan GUT adalah posisi perusahaan sebagai perusahaan yang dibangun dengan kekuatan anak bangsa.

“Yang kami banggakan, kami ini 100 persen anak negeri. Tanpa modal asing, kami menyerap banyak tenaga kerja Indonesia. Justru kami ingin membuat anak negeri ini bisa punya skill yang mendunia,” ujar Edhi.

Ia menjelaskan, GUT tidak hanya mengandalkan tenaga kerja lokal, tetapi juga mengembangkan kemampuan sumber daya manusia Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global.

“Tenaga kerja lokal, modalnya lokal. Kami mulai ekspansi ke banyak negara dengan teknologi yang kami punya, SDM yang kami punya, dan permodalan yang kami punya,” katanya.

GUT sendiri memiliki pengalaman panjang di bidang engineering dan konstruksi. Berdasarkan informasi perusahaan, GUT menyediakan layanan Engineering, Procurement, Construction, Commissioning, dan Maintenance untuk sektor industrial, infrastruktur, dan energi, dengan kompetensi utama pada bidang electrical, instrumentation, mechanical, dan civil.

Perusahaan juga mencatat pengalaman dalam berbagai proyek kelistrikan dan energi, termasuk pekerjaan pada sistem tegangan rendah, menengah dan tinggi, gardu induk, transmission line, instrumentation, construction, testing, commissioning serta maintenance.

Spesialisasi Jadi Kekuatan GUT

Edhi mengatakan, kekuatan GUT bukan terletak pada model perusahaan yang mengerjakan seluruh bidang secara umum, melainkan pada spesialisasi dan kompetensi teknis yang dibangun secara konsisten.

“Kebetulan kami itu spesialis. Kami bukan perusahaan general, tetapi perusahaan yang spesial dan ahli di bidangnya. Di electrical kami ahli, instrumentation juga kami ahli di bidangnya,” jelasnya.

Menurutnya, kemampuan tersebut membuat perusahaan lokal seperti GUT semakin diperhitungkan dalam industri electrical, mechanical, construction, dan energi.

Data perusahaan juga menunjukkan bahwa GUT memiliki layanan terintegrasi mulai dari engineering, procurement, construction hingga commissioning untuk sistem electrical, termasuk substation dan transmission line, serta pekerjaan instrumentation dan maintenance.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade, GUT terus berupaya memperluas pengenalan perusahaan di kalangan pelaku industri. Edhi menilai kehadiran di pameran seperti EBTKE Connex 2026 menjadi salah satu cara untuk mempertemukan perusahaan dengan pelaku usaha yang memang membutuhkan solusi engineering dan konstruksi.

“Walaupun kami bukan perusahaan ritel yang berharap terkenal seperti perusahaan ritel, minimal teman-teman yang bermain di bidang yang sama, electrical, mechanical, construction, ini kembali teringat lagi dengan GUT,” ujarnya.

Dorong Iklim Usaha yang Mendukung Anak Negeri

Dalam kesempatan tersebut, Edhi juga menyampaikan harapan kepada pemerintah dan penyelenggara agar terus menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi perusahaan nasional.

Ia berharap kebijakan, kondisi politik, dan iklim ekonomi dapat terus mendukung pelaku usaha nasional sehingga perusahaan dalam negeri memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang dan berkontribusi.

“Mudah-mudahan semuanya mendukung, iklimnya mendukung, politiknya mendukung, sehingga anak negeri ini bisa terus berkarya dengan tenang. Pertumbuhan ekonomi membaik dan Indonesia benar-benar bisa mewujudkan rencana ke depan,” tutur Edhi.

Menurutnya, penguatan industri nasional tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan perusahaan, tetapi juga bagaimana perusahaan lokal mampu menciptakan tenaga kerja terampil dan membawa kompetensi Indonesia ke pasar yang lebih luas.

GUT sendiri menyatakan bahwa perusahaan dibangun untuk membuka peluang kerja sekaligus memberikan ruang pengembangan bagi profesional muda Indonesia.

Apresiasi terhadap EBTKE Connex 2026

Sementara itu, Business Development Manager PT Graha Usaha Teknik, Adhi Rahayu yang akrab disapa Abah Acoy, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan EBTKE Connex 2026.

Menurut Adhi, event seperti ini menjadi ruang penting bagi perusahaan nasional untuk memperkenalkan kemampuan dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan sektor energi Indonesia.

“Alhamdulillah, kami merasa berterima kasih sekali dengan adanya event seperti ini. Ini menjadi ajang bagi kami sebagai perusahaan lokal, anak bangsa, untuk bisa berkontribusi membangun bangsa Indonesia dalam hal sumber energi,” ujar Adhi.

Ia juga menilai karakter pengunjung EBTKE Connex 2026 cukup sesuai dengan kebutuhan GUT karena mempertemukan perusahaan dengan kalangan yang memiliki pemahaman dan kepentingan langsung terhadap sektor energi dan kelistrikan.

“Kami berterima kasih kepada calon pengunjung yang datang di sini. Pengunjungnya sudah tersegmentasi dan memang orang-orang yang mengerti tentang energi dan kegunaan listrik di Indonesia,” katanya.

Menurut Adhi, segmentasi pengunjung tersebut memberikan peluang bagi GUT untuk membangun komunikasi dan membuka potensi kerja sama dengan pelaku industri yang membutuhkan solusi engineering, construction, commissioning, maupun maintenance.

Perusahaan dengan Kapabilitas EPC dan Maintenance

PT Graha Usaha Teknik merupakan perusahaan swasta Indonesia yang bergerak dalam project management serta implementasi Engineering, Procurement, Construction, Commissioning, dan Maintenance. GUT melayani kebutuhan industrial, infrastructure, dan energy dengan kompetensi pada electrical, instrumentation, mechanical, dan civil.

Dalam portofolio yang dipublikasikan perusahaan, GUT mencatat pengalaman pada proyek transmission line dan substation, mining electrification, electrical dan instrumentation pada fasilitas industri, serta berbagai pekerjaan engineering, construction dan maintenance.

Dari sisi sistem manajemen, perusahaan juga mencantumkan sertifikasi ISO 9001:2015 dan ISO 45001:2018 serta penghargaan SMK3 pada informasi credentials resminya.

Melalui kehadirannya di EBTKE Connex 2026, GUT ingin semakin memperkuat posisinya sebagai perusahaan teknik nasional sekaligus memperluas jejaring dengan pelaku industri energi, kelistrikan, infrastruktur, dan sektor terkait.

GUT menilai penguatan industri nasional harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi sumber daya manusia Indonesia, penguasaan teknologi, serta dukungan iklim usaha yang memungkinkan perusahaan lokal tumbuh dan bersaing di pasar internasional.

EBTKE Connex 2026 sendiri menjadi salah satu momentum bagi GUT untuk memperkenalkan kapabilitas perusahaan sekaligus menunjukkan bahwa perusahaan nasional memiliki kemampuan teknis dan sumber daya untuk mengambil bagian dalam pembangunan energi Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *