KMI Wire and Cable Tbk Perkuat Industri Kabel Nasional, Kembangkan Kabel 150 kV Underground dan Kabel DC Photovoltaic
KOMPASSINDO.COM, JAKARTA, 2 September 2026 — PT KMI Wire and Cable Tbk terus memperkuat perannya sebagai salah satu produsen kabel listrik nasional dengan menghadirkan berbagai inovasi untuk mendukung kebutuhan kelistrikan, transmisi energi, industri, hingga perkembangan infrastruktur Data Center di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Sales Division Head PT KMI Wire and Cable Tbk, Ahon D. Karyadi, saat ditemui awak media pada hari pertama penyelenggaraan Electric & Power Indonesia, The Battery Show Indonesia, dan Data Center Asia-Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
Ahon menjelaskan, perjalanan KMI Wire and Cable telah berlangsung lebih dari lima dekade. Perusahaan berdiri sejak tahun 1972 dengan nama PT Kabelmetal Indonesia, yang didirikan oleh perusahaan kabel Jerman terkemuka, Kabelmetal Electro GmbH.
Sejak awal berdiri, perusahaan mengadopsi teknologi Jerman sebagai bagian dari pengembangan produk dan kapabilitas manufakturnya. Perjalanan perusahaan kemudian memasuki babak baru pada era 1980-an ketika kepemilikannya beralih kepada Grup Gajah Tunggal.
“Perusahaan kami berdiri sejak tahun 1972. Pada era 1980-an, perusahaan kemudian diambil alih oleh grup Gajah Tunggal,” ujar Ahon.
Seiring perkembangan bisnis dan transformasi perusahaan, nama PT Kabelmetal Indonesia kemudian berkembang menjadi PT KMI Wire and Cable Tbk. Pengalaman panjang sejak 1972 menjadi salah satu fondasi perusahaan dalam mengembangkan produk kabel untuk berbagai kebutuhan pasar nasional.
Saat ini, mayoritas produk KMI Wire and Cable dipasarkan di dalam negeri. Salah satu pelanggan utama perusahaan adalah PT PLN (Persero), terutama untuk kebutuhan kabel dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur kelistrikan nasional.
Menurut Ahon, kebutuhan kabel terus berkembang mengikuti pembangunan infrastruktur dan transformasi sektor energi. Karena itu, KMI secara konsisten mengembangkan produk baru, mulai dari kabel untuk distribusi dan transmisi hingga kebutuhan industri minyak dan gas, pertambangan serta berbagai sektor industri lainnya.
Salah satu pengembangan penting KMI dalam beberapa tahun terakhir adalah kemampuan memproduksi kabel tegangan tinggi 150 kV untuk kebutuhan underground.
“Dalam lima sampai enam tahun terakhir kami masuk untuk memproduksi kabel 150 kV underground. Produsen yang memproduksi kabel tersebut di Indonesia tidak banyak dan kami sudah memproduksinya di pabrik kami,” jelas Ahon.
Kabel 150 kV underground tersebut terutama diarahkan untuk kebutuhan transmisi listrik. PLN menjadi salah satu pasar penting bagi produk tersebut, sementara permintaan terhadap produk transmisi masih dinilai memiliki prospek yang cukup besar.
Ahon menyebut permintaan terhadap kabel transmisi masih cukup kuat hingga akhir tahun dan berpotensi berlanjut pada tahun berikutnya seiring kebutuhan pembangunan dan penguatan jaringan listrik.
Selain sektor kelistrikan konvensional, KMI Wire and Cable juga melihat peluang pertumbuhan dari pembangunan Data Center di Indonesia.
“Kami juga masuk ke pihak swasta, terutama Data Center. Kebutuhan kabelnya cukup besar, baik dari sisi transmisinya maupun kebutuhan lainnya,” katanya.
Tidak berhenti pada kabel transmisi, KMI Wire and Cable juga tengah mengembangkan produk yang berkaitan dengan energi terbarukan. Salah satunya adalah kabel DC Photovoltaic yang diperuntukkan bagi sistem panel surya.
“Kami saat ini sedang mengembangkan kabel DC Photovoltaic. Kami juga bekerja sama dengan beberapa produsen solar panel agar produk tersebut dapat digunakan sesuai kebutuhan mereka,” ujar Ahon.
KMI juga mengembangkan kabel fleksibel untuk kebutuhan instrumen industri. Produk tersebut dirancang untuk memiliki tingkat kelenturan yang lebih tinggi dan dikembangkan melalui kerja sama dengan sejumlah pelaku industri sesuai kebutuhan aplikasi.
Berbagai langkah inovasi tersebut menjadi bagian dari strategi KMI Wire and Cable untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang semakin beragam, termasuk kebutuhan di sektor energi baru dan terbarukan.
Ahon menilai penyelenggaraan Electric & Power Indonesia 2026 memberikan peluang positif bagi perusahaan untuk bertemu langsung dengan pelanggan, mitra bisnis maupun pelaku industri.
“Pameran ini cukup bagus. Apalagi kami sebagai produsen memiliki waktu dan lokasi di mana klien serta teman-teman bisnis kami bisa datang. Di sini kami bisa berdiskusi, baik mengenai bisnis maupun hal-hal lainnya,” ungkapnya.
Menurutnya, penggabungan Electric & Power Indonesia dengan The Battery Show Indonesia dan Data Center Asia-Indonesia juga memberikan nilai tambah karena mempertemukan lebih banyak calon pengguna dan pelaku industri dari berbagai sektor dalam satu lokasi.
Di sisi lain, KMI Wire and Cable juga menaruh perhatian terhadap persaingan dengan produk impor. Industri kabel dinilai merupakan industri strategis dan padat modal yang juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Kami cukup khawatir dengan ancaman produk-produk luar, karena industri kabel ini merupakan industri padat modal dan cukup strategis. Selain membutuhkan modal, industri ini juga menyerap tenaga kerja,” kata Ahon.
Karena itu, KMI berharap kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan regulasi impor, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), serta standar produk dapat terus memberikan ruang yang sehat bagi industri kabel nasional.
Ahon menilai keberadaan regulasi yang mendorong penggunaan produk dalam negeri menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan industri kabel nasional, sekaligus memastikan industri lokal mampu bersaing dengan produk dari luar negeri.
Memasuki lebih dari 50 tahun perjalanan, KMI Wire and Cable Tbk menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas dan inovasi produk. Perusahaan juga terus mengembangkan sistem manajemen mutu, lingkungan serta keselamatan kerja sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keandalan proses produksi.
Produk KMI diproduksi dengan mengacu pada standar nasional maupun internasional, termasuk SNI dan berbagai standar seperti IEC, VDE, BS, JIS, ASTM, AS, DIN dan NEMA, serta dapat dikembangkan sesuai spesifikasi dan kebutuhan pelanggan.
Dengan pengalaman sejak 1972, yang berawal dari PT Kabelmetal Indonesia dan didirikan oleh perusahaan kabel Jerman terkemuka Kabelmetal Electro GmbH, KMI Wire and Cable Tbk terus mengembangkan kapabilitasnya di Indonesia.
Pengembangan kabel tegangan tinggi 150 kV underground, kabel DC Photovoltaic, kabel fleksibel untuk instrumen serta solusi kabel untuk berbagai sektor industri menjadi bagian dari langkah perusahaan dalam menjawab kebutuhan pasar dan mendukung keandalan infrastruktur kelistrikan serta transformasi energi Indonesia.
