KOMPASSINDO.COM, Jakarta, 3 Agustus 2026 – Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia menginisiasi Seminar Nasional bertema Indonesian Future of Public Administration in the Era of Disruption and Poverty Reduction di Gedung Grha Makarti Bhakti Nagari, Jakarta, Senin (3/8/2026). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan praktisi untuk merumuskan strategi penguatan administrasi publik yang mampu menjawab tantangan perubahan global sekaligus mempercepat penurunan angka kemiskinan.
Seminar dibuka oleh Kepala LAN RI Muhammad Taufiq dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Hadir sebagai narasumber Guru Besar Universitas Gadjah Mada Prof. Dr. Agus Pramusinto, Guru Besar Universitas Indonesia Prof. Dr. Eko Prasojo, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Prof. Dr. M.R. Khairul Muluk, akademisi Filipina Prof. Alex Brillantes, serta Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta Prof. Dr. R. Luki Karunia.
Dalam pemaparannya, Prof. M.R. Khairul Muluk menjelaskan bahwa administrasi publik memiliki peran sentral dalam memastikan pembangunan nasional berjalan efektif di tengah perubahan dunia yang semakin cepat. Menurutnya, dinamika global telah memasuki era PUMO (Polarized, Unthinkable, Metamorphic, Overheated), sehingga birokrasi dituntut lebih adaptif, inovatif, dan mampu merespons berbagai tantangan yang terus berkembang.
Ia juga menekankan pentingnya pembaruan sistem pendidikan administrasi publik agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan pemerintahan modern, perkembangan teknologi, serta perubahan dunia kerja.
Sementara itu, Prof. Eko Prasojo menyoroti pentingnya membangun birokrasi yang berlandaskan meritokrasi, integritas, kolaborasi, dan transformasi digital. Menurutnya, penerapan digital governance dan pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) akan menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Direktur Politeknik STIA LAN Jakarta Prof. Dr. R. Luki Karunia menjelaskan bahwa pendidikan vokasi berperan besar dalam mencetak aparatur sipil negara yang profesional dan mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas. Berbagai kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di Politeknik STIA LAN Jakarta juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan UMKM, penguatan koperasi desa, serta penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis riset.
Guru Besar UGM Prof. Agus Pramusinto menambahkan bahwa penyelesaian persoalan kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik memerlukan sinergi lintas sektor. Pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan keluarga harus menjadi bagian dari ekosistem kolaboratif dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif.
Melalui seminar nasional ini, LAN RI berharap lahir berbagai rekomendasi strategis yang dapat memperkuat reformasi birokrasi, meningkatkan kualitas administrasi publik, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.






