September 12, 2026

Patroli Dialogis Operasi Damai Cartenz 2026 di Sinak Perkuat Komunikasi Polisi dan Warga Kabupaten Puncak

0
IMG-20260803-WA0051

KOMPASSINDO.COM, PUNCAK, Papua Tengah – Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga keamanan di wilayah Papua. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui patroli dialogis yang dilaksanakan di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Minggu (2/8/2026), dengan mengedepankan komunikasi langsung bersama masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas tidak hanya melakukan pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga menyempatkan diri berdialog dengan warga yang tengah menjalankan aktivitas sehari-hari. Suasana akrab terlihat ketika sejumlah warga berhenti sejenak untuk berbincang bersama aparat kepolisian mengenai kondisi lingkungan, aktivitas masyarakat, hingga harapan agar keamanan di wilayah Sinak tetap terjaga.

Pendekatan dialogis ini menjadi bagian dari strategi Operasi Damai Cartenz dalam membangun hubungan yang lebih dekat dengan masyarakat. Melalui komunikasi secara langsung, aparat memperoleh gambaran mengenai kondisi di lapangan sekaligus membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan aspirasi dan masukan.

Salah seorang warga Kabupaten Puncak yang tidak ingin disebutkan identitasnya mengaku menyambut baik kehadiran personel yang datang tidak hanya untuk berpatroli, tetapi juga mendengarkan suara masyarakat.

“Kami merasa senang karena polisi datang dan berbicara langsung dengan masyarakat. Kami bisa menyampaikan apa yang kami rasakan serta berdiskusi mengenai situasi di kampung. Kami berharap komunikasi seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa patroli dialogis merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas kepolisian yang mengedepankan pendekatan persuasif sekaligus memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.

Menurutnya, selain menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan, personel juga diarahkan untuk aktif membangun komunikasi yang positif dengan warga. Melalui dialog tersebut, aparat dapat mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat sekaligus memahami perkembangan situasi di lapangan sebagai bahan evaluasi dalam pelaksanaan tugas.

“Patroli dialogis bukan sekadar menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi media untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri. Dengan komunikasi yang baik, kami dapat mengetahui kondisi riil yang dihadapi warga sehingga langkah-langkah kepolisian dapat lebih tepat sasaran,” ujar Faizal Ramadhani.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan bahwa setiap personel yang bertugas di lapangan terus diarahkan agar menjadikan komunikasi dengan masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari setiap kegiatan patroli.

Ia menilai keterbukaan komunikasi akan memperkuat koordinasi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di lingkungan masing-masing.

“Melalui komunikasi yang terbuka, personel dapat menerima berbagai informasi maupun masukan dari masyarakat. Hal ini menjadi modal penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif,” jelasnya.

Sepanjang kegiatan berlangsung, patroli berjalan aman dan lancar. Personel menyambangi sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat sebelum melanjutkan pemantauan wilayah sesuai rute patroli yang telah ditentukan.

Operasi Damai Cartenz-2026 terus berkomitmen mengedepankan pendekatan yang humanis dalam setiap pelaksanaan tugas di Papua. Kehadiran personel di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan menjaga keamanan, tetapi juga membangun kemitraan, memperkuat kepercayaan publik, serta menciptakan ruang dialog yang konstruktif demi mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Puncak maupun wilayah Papua secara umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *