Gotion Indonesia Tampil Perdana di GIIAS 2026, Perkuat Industri Baterai Kendaraan Listrik Nasional dengan Investasi Besar dan Teknologi Global

0
IMG-20260803-WA0117

KOMPASSINDO.COM, Tangerang – Gotion High-Tech Indonesia menandai kehadiran perdananya pada ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan teknologi baterai kendaraan listrik buatan Indonesia sekaligus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ekosistem kendaraan listrik dalam mendukung transisi menuju energi hijau.

Mengikuti pameran otomotif terbesar di Indonesia yang berlangsung pada 30 Juli–9 Agustus 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Gotion Indonesia hadir di Booth Hall 11 dengan menampilkan berbagai teknologi baterai kendaraan listrik, battery pack, hingga solusi penyimpanan energi modern (Energy Storage System/ESS).

Product Tech Deputy Manager Gotion Indonesia, Anggi Regiana Agustin, Ph.D., mengatakan keikutsertaan perusahaan di GIIAS 2026 merupakan yang pertama sejak Gotion mulai beroperasi di Indonesia pada 2022.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa Gotion sudah hadir di Indonesia selama tiga tahun dan baterai yang kami produksi sudah digunakan oleh berbagai kendaraan listrik yang beroperasi di Indonesia. Selama ini masyarakat lebih mengenal merek mobilnya, padahal teknologi baterainya diproduksi oleh kami,” ujar Anggi saat ditemui awak media di ICE BSD City, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, Gotion High-Tech merupakan perusahaan teknologi energi global asal Tiongkok yang berfokus pada riset, pengembangan, serta produksi sel lithium-ion, battery pack kendaraan listrik, hingga sistem penyimpanan energi untuk berbagai kebutuhan industri maupun rumah tangga.

Di Indonesia, perusahaan memulai investasi sejak 2022 dan mulai memproduksi battery pack kendaraan listrik pada 2023 melalui fasilitas manufaktur di Bogor. Selanjutnya Gotion memperluas kapasitas produksi dengan mengoperasikan fasilitas baru di Cikarang untuk memenuhi kebutuhan industri kendaraan listrik yang terus berkembang.

Saat ini teknologi baterai Gotion telah digunakan oleh berbagai produsen otomotif nasional maupun internasional yang memasarkan kendaraan listrik di Indonesia, seperti Wuling, Geely, GWM Ora, DFSK, VinFast, NETA, Polytron, serta sejumlah produsen kendaraan listrik roda dua, termasuk Volta.

Selain memasok baterai kendaraan listrik, Gotion juga mengembangkan berbagai solusi penyimpanan energi seperti residential energy storage, commercial energy storage, industrial energy storage, hingga power bank berkapasitas tinggi yang turut dipamerkan selama GIIAS 2026.

Menurut Anggi, salah satu tujuan utama kehadiran Gotion di GIIAS bukan semata-mata memasarkan produk, melainkan meningkatkan literasi masyarakat mengenai teknologi baterai kendaraan listrik.

“Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa baterai kendaraan listrik yang digunakan berbagai merek sudah diproduksi secara lokal. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia sudah memiliki kemampuan memproduksi baterai pack dengan standar internasional,” katanya.

Ia menjelaskan seluruh proses produksi baterai Gotion telah memenuhi standar keselamatan internasional serta didukung layanan purna jual yang tersedia di Indonesia sehingga pengguna kendaraan listrik tidak perlu khawatir mengenai aspek keamanan maupun perawatan.

“Kami ingin memberikan keyakinan kepada masyarakat bahwa baterai kendaraan listrik yang diproduksi di Indonesia memiliki kualitas tinggi, aman digunakan, dan didukung layanan servis di dalam negeri,” tambahnya.

Selain memperkenalkan produk, Gotion Indonesia juga aktif melakukan edukasi kepada komunitas kendaraan listrik, institusi pendidikan, maupun berbagai organisasi mengenai karakteristik baterai lithium, cara penggunaan yang benar, teknik perawatan, hingga perkembangan teknologi kendaraan listrik.

Perusahaan mengaku terbuka untuk menghadiri berbagai kegiatan komunitas maupun seminar edukasi guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kendaraan listrik.

“Kami sangat senang apabila diundang oleh komunitas maupun sekolah untuk memberikan edukasi mengenai baterai kendaraan listrik. Edukasi menjadi bagian penting agar masyarakat semakin memahami teknologi ini,” ujar Anggi.

Selama GIIAS 2026, Gotion juga menawarkan berbagai promo khusus untuk produk energy storage yang hanya tersedia selama pameran berlangsung. Produk tersebut meliputi power bank berkapasitas 15000 mAh hingga sistem penyimpanan energi rumah tangga berkapasitas lebih dari 3000 kWh yang dirancang untuk mendukung kebutuhan energi bersih.

Di balik partisipasi perdananya di GIIAS, Gotion Indonesia juga tengah menjalankan ekspansi besar dalam pengembangan industri baterai nasional.

Perusahaan telah menginvestasikan lebih dari USD60 juta di Indonesia dan menyiapkan investasi lanjutan senilai USD200–300 juta untuk pembangunan fasilitas produksi sel baterai. Selain itu, perusahaan juga merancang investasi sekitar USD1,5 miliar guna membangun rantai pasok baterai terintegrasi, termasuk pengembangan sektor pertambangan dan pengolahan material baterai.

Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga melampaui 75 persen sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri baterai kendaraan listrik di kawasan Asia Tenggara.

Secara nasional, Gotion Indonesia saat ini telah menguasai sekitar sepertiga pasar battery pack kendaraan listrik produksi lokal dan menargetkan peningkatan pangsa pasar secara signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Perusahaan juga terus memperluas kerja sama dengan berbagai produsen otomotif global serta meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan kendaraan listrik yang terus tumbuh di Indonesia.

Anggi menegaskan seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah mempercepat transisi menuju energi bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan kendaraan listrik. Selain mendukung pengurangan emisi karbon, penggunaan kendaraan listrik juga menjadi langkah penting untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan memperkuat ketahanan energi nasional,” tutupnya.

Saat ini teknologi baterai Gotion telah digunakan oleh berbagai produsen otomotif nasional maupun internasional yang memasarkan kendaraan listrik di Indonesia, seperti Wuling, Geely, GWM Ora, Chery, DFSK, VinFast, NETA, Polytron, BYD, MG, XPENG, AION, serta sejumlah produsen kendaraan listrik roda dua, termasuk V

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *