KOMPASSINDO.COM, Tangerang – Dharma Group melalui PT Dharma Polimetal Tbk dengan brand DharmaConnect menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional dengan menghadirkan berbagai inovasi teknologi di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 30 Juli–9 Agustus 2026, DharmaConnect memperkenalkan sejumlah solusi kendaraan listrik yang dikembangkan melalui kemampuan manufaktur dalam negeri.
Galih Fahmi, Marketing PT Dharma Polimetal Tbk, mengatakan kehadiran DharmaConnect pada GIIAS 2026 tidak hanya menampilkan komponen kendaraan listrik, tetapi juga berbagai lini bisnis baru yang dirancang untuk memperkuat ekosistem electric vehicle (EV) di Indonesia.
“Pada GIIAS tahun ini kami membawa berbagai produk EV component dan beberapa lini bisnis baru. Salah satu yang kami luncurkan adalah Portable Charging, yaitu perangkat pengisian daya yang fungsinya seperti power bank, tetapi khusus untuk kendaraan listrik sehingga memberikan solusi ketika pengguna membutuhkan pengisian daya secara praktis,” ujarnya saat diwawancarai awak media di area lobi Hall 2 ICE BSD City, Jumat (31/7/2026).
Selain Portable Charging, DharmaConnect juga memperkenalkan Integrated Energy Area, sebuah sistem pengelolaan energi yang mengintegrasikan panel surya dengan battery energy storage system (BESS) yang telah dikembangkan oleh Dharma Group. Energi listrik yang dihasilkan dari panel surya disimpan dalam sistem baterai sebelum dimanfaatkan untuk memasok kebutuhan EV Charging Station maupun aplikasi energi lainnya.
Menurut Galih, inovasi tersebut merupakan langkah nyata perusahaan dalam menghadirkan solusi energi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
“Dengan sistem ini, sumber listrik dari panel surya dapat disimpan terlebih dahulu di battery energy storage system, kemudian digunakan untuk mendukung pengisian kendaraan listrik. Ini menjadi salah satu solusi menuju ekosistem energi yang lebih hijau dan praktis,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa dibandingkan tahun sebelumnya, DharmaConnect pada GIIAS 2026 tampil lebih progresif dengan membawa teknologi yang lebih futuristis dan berorientasi pada kebutuhan pasar kendaraan listrik di masa depan.
“Kalau tahun lalu kami lebih fokus pada baterai dan beberapa produk utama, tahun ini kami lebih berani memperkenalkan teknologi-teknologi baru yang benar-benar dibutuhkan untuk mempercepat pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia,” katanya.
Sebagai perusahaan manufaktur lokal yang berlokasi di Cikarang, DharmaConnect menekankan bahwa sebagian besar produk yang dipamerkan merupakan hasil pengembangan dan produksi dalam negeri. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing industri nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap produk impor.
Saat ini, lini bisnis DharmaConnect mencakup empat segmen utama, yakni sistem baterai, motor listrik konversi, Integrated Energy Area, serta Charging Station. Selain itu, perusahaan juga menghadirkan berbagai solusi terintegrasi seperti Lithium Auxiliary Battery, battery residential series berbasis Lithium Ferro Phosphate (LFP), Portable Charger, EV Charging Station AC dan DC, BLDC Motor, hingga berbagai komponen kendaraan listrik lainnya.
Seluruh produk dikembangkan dengan mengacu pada standar kualitas internasional serta mendukung peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sebagai bagian dari kontribusi perusahaan terhadap penguatan industri otomotif nasional berbasis kendaraan listrik.
Galih menegaskan bahwa fokus utama keikutsertaan DharmaConnect di GIIAS 2026 adalah memperkenalkan inovasi hasil karya anak bangsa sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa Indonesia memiliki kemampuan manufaktur lokal yang mampu menghadirkan teknologi kendaraan listrik masa depan. Harapannya, produk-produk DharmaConnect dapat mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus memperkuat industri dalam negeri,” tutupnya.






