Furtasan Ali Yusuf: Munas VI ABP-PTSI Harus Hasilkan Rekomendasi Strategis untuk Perkuat Pendidikan Tinggi Swasta
KOMPASSINDO.COM, Jakarta – Anggota Komisi X DPR RI Bidang Pendidikan, Prof. Dr. H. Furtasan Ali Yusuf, S.E., S.Kom., M.M., menegaskan bahwa Musyawarah Nasional (Munas) VI Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI) tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga momentum melahirkan rekomendasi strategis bagi penguatan pendidikan tinggi swasta di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Furtasan Ali Yusuf kepada awak media usai penutupan Munas VI ABP-PTSI yang digelar di Grand Ballroom Pullman Jakarta Central Park, Jakarta, pada 16 Juli 2026.
Menurutnya, seluruh rangkaian agenda Munas telah berlangsung secara tertib dan demokratis. Mulai dari pemilihan Ketua Umum ABP-PTSI periode baru, pembahasan program kerja organisasi, hingga penyusunan berbagai rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan dalam penyusunan kebijakan pendidikan tinggi nasional.
“Seluruh tahapan Munas berjalan dengan baik. Agenda utama organisasi telah terlaksana, mulai dari pemilihan ketua umum, penyusunan program kerja, hingga penyusunan rekomendasi kepada pemerintah. Ketiga agenda tersebut menjadi pijakan penting bagi arah organisasi pada masa mendatang,” ujar Furtasan.
Ia menilai rekomendasi yang dihasilkan Munas perlu diselaraskan dengan berbagai rancangan regulasi yang saat ini sedang disiapkan pemerintah. Dengan demikian, aspirasi badan penyelenggara perguruan tinggi swasta dapat menjadi bagian penting dalam proses reformasi pendidikan nasional.
Menurut Furtasan, terdapat sejumlah persoalan yang masih memerlukan perhatian serius, antara lain peningkatan kualitas dosen, perluasan akses beasiswa bagi mahasiswa, penguatan sistem penjaminan mutu, serta penyempurnaan berbagai kebijakan yang mendukung kemajuan perguruan tinggi swasta.
“Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Mulai dari persoalan dosen, beasiswa, hingga peningkatan mutu pendidikan tinggi. Karena itu, rekomendasi yang dihasilkan Munas harus mampu memberikan solusi yang konstruktif bagi pemerintah,” katanya.
Sebagai peserta Munas, Furtasan mengaku turut memberikan berbagai gagasan dan masukan agar organisasi terus berkembang dan semakin mampu menjalankan perannya sebagai wadah perjuangan badan penyelenggara perguruan tinggi swasta di Indonesia.
Ia berharap kepengurusan baru ABP-PTSI dapat membangun organisasi yang lebih kuat, profesional, dan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi seluruh anggotanya.
“Organisasi akan memiliki arti apabila benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para anggotanya. ABP-PTSI harus menjadi rumah bersama yang mampu memperjuangkan kepentingan anggota, memberikan perlindungan, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun pendidikan tinggi swasta yang semakin berkualitas,” tegasnya.
Furtasan optimistis, di bawah kepemimpinan yang baru, ABP-PTSI akan semakin berperan dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah, DPR RI, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan sistem pendidikan tinggi swasta yang unggul, berdaya saing, dan mampu menjawab kebutuhan pembangunan Indonesia di masa depan.
