September 12, 2026

Guru Besar UIN Ar-Raniry Prof. Marzuki Siap Kembangkan Antropologi Pendidikan Islam usai Terima KMA dari Menag

0
IMG-20260713-WA0096

KOMPASSINDO.COM, Jakarta – Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Marzuki, S.Pd.I., M.S.I., menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya usai menerima Keputusan Menteri Agama (KMA) Guru Besar Rumpun Ilmu Agama yang diserahkan langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dalam acara Penyerahan KMA Guru Besar Rumpun Ilmu Agama Periode III Tahun 2025 di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Dalam wawancara dengan awak media usai acara, Prof. Marzuki menjelaskan bahwa penyerahan KMA tersebut merupakan puncak dari proses panjang yang telah dijalaninya setelah dinyatakan lulus uji kompetensi guru besar pada awal tahun ini.

“Hari ini kami menerima penyerahan SK Guru Besar berupa Keputusan Menteri Agama (KMA). Sebelumnya kami telah mengikuti dan lulus uji kompetensi yang dilaksanakan pada Februari lalu. Alhamdulillah, hari ini secara resmi kami menerima SK tersebut,” ujar Prof. Marzuki.

Ia mengatakan, pencapaian sebagai guru besar menjadi amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, baik dalam meningkatkan kualitas akademik maupun dalam memperkuat kontribusi terhadap pengembangan pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia.

“Kami sangat berbahagia. Semoga dengan diterimanya SK ini kualitas kami sebagai akademisi semakin meningkat, begitu juga kontribusi kami terhadap institusi masing-masing dan bagi Kementerian Agama secara umum agar semakin berkembang di masa mendatang,” katanya.

Prof. Marzuki mengungkapkan, dirinya dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Antropologi Pendidikan Islam, sebuah bidang kajian yang menurutnya masih sangat baru dan belum banyak dikembangkan, khususnya di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam.

Ia menyebutkan bahwa dirinya merupakan guru besar pertama di UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam bidang Antropologi Pendidikan Islam. Karena itu, ia berkomitmen untuk terus mengembangkan keilmuan tersebut agar semakin memperkaya khazanah studi Islam di Indonesia.

“Bidang kajian Antropologi Pendidikan Islam masih sangat terbatas. Di UIN Ar-Raniry, saya merupakan guru besar pertama dalam bidang ini. Ke depan saya berharap kajian-kajian keislaman yang lebih spesifik, khususnya Antropologi Pendidikan Islam, dapat berkembang lebih luas dan memberikan kontribusi bagi dunia akademik maupun masyarakat,” ungkapnya.

Menurutnya, pengembangan bidang ilmu yang lebih spesifik merupakan salah satu kebutuhan penting bagi perguruan tinggi agar mampu menghasilkan penelitian dan inovasi yang relevan dengan dinamika sosial serta perkembangan masyarakat.

Prof. Marzuki juga menyampaikan bahwa dari Provinsi Aceh terdapat enam akademisi yang menerima KMA Guru Besar pada kesempatan tersebut. Mereka berasal dari berbagai fakultas di lingkungan UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

“Dari Aceh hari ini ada enam orang yang menerima KMA Guru Besar. Mereka berasal dari Fakultas Tarbiyah, Fakultas Ushuluddin, serta fakultas lainnya. Ini tentu menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi keagamaan di Aceh,” ujarnya.

Ia berharap Kementerian Agama terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sumber daya manusia di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam sehingga semakin banyak dosen yang mampu meraih jabatan akademik tertinggi sebagai guru besar.

Menurutnya, bertambahnya jumlah guru besar akan memperkuat kapasitas akademik perguruan tinggi, meningkatkan kualitas riset, serta melahirkan inovasi keilmuan yang mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan bangsa.

Dengan diterimanya KMA Guru Besar tersebut, Prof. Marzuki menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui penguatan kajian Antropologi Pendidikan Islam sebagai salah satu disiplin ilmu yang memiliki peran strategis dalam memahami dinamika pendidikan Islam di tengah perkembangan sosial dan budaya masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *