KOMPASSINDO.COM, JAKARTA – Budayawan Putu Suasta menilai kunjungan resmi Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada 7–8 Juli 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral kedua negara di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global yang terus berkembang.
Menurut alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Cornell University tersebut, Indonesia dan India memiliki modal besar untuk membangun kemitraan yang lebih erat, baik dari sisi ekonomi, budaya, maupun pembangunan kawasan Indo-Pasifik.
“Kerja sama ekonomi dan budaya antara India dan Indonesia sangat penting untuk mendongkrak potensi serta menjawab berbagai tantangan yang dihadapi kedua negara. Dengan jumlah penduduk yang sama-sama besar dan pertumbuhan ekonomi yang terus berkembang, hubungan ini harus terus diperkuat,” ujar Putu Suasta.
Pernyataan tersebut sejalan dengan agenda kunjungan PM Narendra Modi yang diawali di Jakarta melalui pertemuan bilateral bersama pemerintah Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara berhasil menyepakati sembilan kerja sama strategis yang meliputi sektor pertahanan, perdagangan dan investasi, ekonomi digital, ketahanan pangan, energi, ilmu pengetahuan dan teknologi, pengembangan kapasitas aparatur sipil negara, kerja sama perkeretaapian, hingga eksplorasi antariksa untuk tujuan damai melalui kolaborasi antara LAPAN dan Indian Space Research Organisation (ISRO).
Indonesia dan India juga kembali menegaskan komitmen memperkuat Kemitraan Strategis Komprehensif yang mencakup kerja sama politik, pertahanan, pendidikan, perdagangan, investasi, pariwisata, serta pertukaran budaya.
Selain itu, kedua negara membahas sejumlah peluang kerja sama baru, termasuk penguatan konektivitas maritim melalui Pelabuhan Sabang dan potensi pasokan pupuk dari Indonesia untuk memenuhi kebutuhan India.
Usai menjalani agenda kenegaraan di Jakarta, PM Narendra Modi dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Yogyakarta sebagai bagian dari kerja sama pelestarian warisan budaya.
Kunjungan tersebut berkaitan dengan rencana restorasi Candi Prambanan yang telah menjadi kesepakatan kedua negara sejak 2025. Proyek tersebut akan melibatkan Archaeological Survey of India yang sebelumnya dikenal berpengalaman dalam proyek konservasi situs-situs bersejarah dunia.
Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty, sebelumnya menyampaikan bahwa restorasi Candi Prambanan diharapkan semakin mempererat hubungan budaya Indonesia dan India sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata internasional, khususnya wisatawan asal India.
Kunjungan ke Indonesia juga menjadi bagian dari rangkaian lawatan PM Narendra Modi ke kawasan Indo-Pasifik yang mencakup Selandia Baru dan Australia guna memperkuat kemitraan ekonomi, keamanan, dan pertahanan India di kawasan.
Putu Suasta menilai seluruh agenda tersebut menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan India kini tidak hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya serta stabilitas kawasan.
“Sinergi Indonesia dan India memiliki potensi besar menjadi kekuatan baru di Asia. Kerja sama yang semakin erat akan memberikan manfaat bagi kedua negara sekaligus berkontribusi terhadap stabilitas dan kemakmuran kawasan Indo-Pasifik,” tutup Putu Suasta.






