Al Wataniah Optimistis Perluas Pasar Indonesia, Cassim Pardesi: Pertumbuhan Penjualan Naik Lebih dari 50 Kali Lipat
KOMPASSINDO.COM, JAKARTA, 5 Juli 2026 – Antusiasme masyarakat Indonesia terhadap parfum premium asal Timur Tengah terus menunjukkan tren positif. Hal tersebut disampaikan Director ABC Fragrances (Al Wataniah), Cassim Pardesi, saat ditemui awak media di booth Al Wataniah pada ajang Jakarta X Beauty (JXB) 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Dalam wawancaranya, Cassim mengungkapkan bahwa Indonesia kini menjadi salah satu pasar yang memiliki pertumbuhan paling pesat bagi Al Wataniah. Ia menyebut, sejak menjalin kerja sama dengan mitra lokal sekitar tiga hingga empat tahun lalu, perkembangan bisnis perusahaan mengalami lonjakan yang sangat signifikan.
“Kami memulai bisnis di Indonesia dengan jumlah yang relatif kecil. Namun, hingga saat ini pertumbuhannya sudah lebih dari 50 kali lipat. Itu menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menerima produk kami dengan sangat baik,” ujar Cassim.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kuatnya kemitraan dengan distributor lokal serta tingginya apresiasi konsumen Indonesia terhadap kualitas parfum yang ditawarkan Al Wataniah.
Cassim menjelaskan, Al Wataniah merupakan brand parfum yang lahir di Dubai dengan sejarah panjang. Nama Al Wataniah sendiri berarti “heritage” atau warisan, yang mencerminkan perjalanan keluarga pendirinya yang telah menjalankan berbagai bisnis di Dubai sejak tahun 1964.
Kini, produk Al Wataniah telah dipasarkan di lebih dari 110 negara, termasuk Amerika Serikat, kawasan Amerika Selatan, Eropa, Afrika, negara-negara GCC, hingga Asia Tenggara.
“Ketika kami pertama kali meluncurkan brand ini, belum banyak yang mengenalnya. Sekarang konsumen di berbagai negara menunggu setiap peluncuran produk terbaru kami. Itu menjadi kebanggaan tersendiri,” katanya.
Ia menuturkan, filosofi Al Wataniah bukan sekadar menjual parfum, melainkan menghadirkan pengalaman menggunakan wewangian berkualitas tinggi yang mencerminkan kemewahan khas Dubai.
Karakter tersebut diwujudkan melalui desain botol, kemasan, hingga komposisi aroma yang memadukan tren parfum global dengan sentuhan khas Timur Tengah seperti musk dan oud.
“Kami ingin setiap produk memiliki identitas Dubai. Tidak hanya dari aromanya, tetapi juga dari desain kemasan yang memberikan kesan mewah dan elegan,” jelasnya.
Cassim mengatakan seluruh proses pengembangan parfum dilakukan secara serius melalui riset pasar yang mendalam. Perusahaan bekerja sama dengan rumah parfum ternama dari Prancis, Jerman, dan Turki untuk memperoleh bahan baku berkualitas terbaik.
Setiap formula kemudian melewati proses evaluasi berlapis yang melibatkan tim ahli sebelum akhirnya dipasarkan.
“Kami memiliki sekitar 600 karyawan, termasuk tim chemist yang terus melakukan penelitian terhadap tren parfum dunia. Setiap aroma harus melalui berbagai tahapan pengujian kualitas, daya tahan, hingga penyesuaian dengan berbagai kondisi cuaca dan karakter kulit,” ungkapnya.
Ia menilai pasar Indonesia memiliki karakter yang unik. Mayoritas masyarakat yang akrab dengan budaya Timur Tengah melalui ibadah umrah maupun haji dinilai telah mengenal aroma oud, bakhoor, dan musk sehingga lebih mudah menerima parfum khas Arab.
Namun demikian, Al Wataniah juga menghadirkan berbagai varian aroma yang lebih universal agar dapat dinikmati oleh seluruh kalangan.
“Kami memiliki lebih dari 60 varian parfum. Tidak semuanya menggunakan oud karena selera setiap orang berbeda. Ada aroma vanilla, musk ringan, floral, citrus hingga sweet fragrance yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen di berbagai negara,” tuturnya.
Cassim juga mengungkapkan bahwa perusahaan secara rutin melakukan evaluasi bersama mitra bisnis di Indonesia setiap tiga bulan sekali. Dalam pertemuan tersebut dibahas perkembangan penjualan, respons konsumen, tren pasar, hingga strategi peluncuran produk baru yang sesuai dengan preferensi masyarakat Indonesia.
Keikutsertaan Al Wataniah dalam Jakarta X Beauty 2026 juga merupakan hasil dari evaluasi tersebut.
“Ini adalah pertama kalinya Al Wataniah mengikuti Jakarta X Beauty. Kami melihat masyarakat Indonesia sangat menyukai produk kami sehingga kami memutuskan untuk berinvestasi lebih besar melalui pameran ini,” katanya.
Selain parfum, Al Wataniah juga tengah menyiapkan berbagai produk baru, termasuk kosmetik dan air freshener premium yang mengusung identitas budaya Dubai. Bahkan desain air freshener dibuat menyerupai ornamen mewah dengan simbol burung Falcon, ikon nasional Uni Emirat Arab.
Cassim menambahkan, perusahaan terus melakukan inovasi berdasarkan perkembangan tren global. Salah satunya dengan memperhatikan meningkatnya popularitas budaya Korea di Indonesia yang turut memengaruhi preferensi konsumen terhadap produk kecantikan.
Meski mengakui pasar Indonesia memiliki banyak produk lokal dengan harga yang kompetitif, Cassim optimistis kualitas tetap menjadi keunggulan utama Al Wataniah.
“Kami menghormati seluruh produk parfum yang ada di pasar. Namun kami berkomitmen menghadirkan kualitas terbaik dengan bahan premium, ketahanan aroma yang tinggi, serta desain eksklusif yang memberikan pengalaman berbeda bagi konsumen,” pungkasnya.
