KOMPASSINDO.COM, JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengusaha Gedung Pertemuan dan Tempat Resepsi Indonesia (DPP ASGEPRINDO), Dwi Windyarto, SH, menegaskan bahwa sektor industri pertemuan, MICE, dan wedding di Indonesia memiliki ketahanan yang kuat meskipun di tengah dinamika dan tantangan ekonomi nasional.
Hal tersebut disampaikan Dwi Windyarto, SH saat menghadiri ASPEDI Fest 2026 di Jakarta, dalam wawancara bersama awak media. Ia memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut yang dinilai mampu menjadi momentum penting bagi kebangkitan industri dekorasi, event, dan wedding di Indonesia.
“Acara ini berjalan dengan baik dan lancar. Saya memberikan apresiasi kepada ASPEDI atas terselenggaranya kegiatan ini. Ini menjadi tonggak penting bagi kebangkitan industri meeting, event, dan dekorasi di Indonesia, serta perlu terus dikembangkan di masa mendatang,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti kondisi ekonomi nasional yang saat ini masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk penurunan daya beli masyarakat di sejumlah sektor. Namun demikian, ia menegaskan bahwa industri wedding memiliki karakter yang berbeda dan tetap menunjukkan stabilitas pertumbuhan.
“Memang saat ini ada pandangan bahwa kondisi ekonomi sedang tidak stabil dan daya beli masyarakat menurun. Namun dalam industri wedding, tidak dikenal istilah penurunan yang signifikan, karena pernikahan tetap berlangsung di berbagai lapisan masyarakat, dari tingkat lingkungan hingga kota besar,” jelasnya.
Menurutnya, industri wedding dan MICE merupakan salah satu sektor ekonomi kreatif yang memiliki efek berganda (multiplier effect) sangat luas terhadap perekonomian nasional. Aktivitas di sektor ini tidak hanya menggerakkan pelaku usaha gedung pertemuan, dekorasi, dan event organizer, tetapi juga memberikan dampak langsung kepada berbagai sektor lain.
“Industri ini memiliki dampak ekonomi yang sangat luas. Setiap penyelenggaraan acara pernikahan maupun event akan menggerakkan banyak sektor, mulai dari catering, petani sayur, peternak, nelayan, hingga pelaku UMKM. Semua ikut bergerak dan merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Dwi Windyarto, SH juga menekankan pentingnya sinergi antarorganisasi dan pelaku industri dalam memperkuat ekosistem MICE dan wedding di Indonesia. Ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi demi membangun industri yang lebih maju dan berdaya saing.
“Harapannya, semua organisasi dapat bergerak bersama, bersatu padu, dan saling memperkuat untuk membangun industri ini menjadi lebih besar, lebih profesional, dan lebih kompetitif,” tutupnya.






