KOMPASSINDO.COM, Tangerang – PT Jayapatra Flo Teknik Indonesia menunjukkan komitmennya dalam mendukung keandalan infrastruktur energi nasional dengan berpartisipasi dalam Pertamina Infrastructure Downstream Experience (PINDEX) 2026 yang berlangsung pada 3–5 Juni 2026 di Hall 10 ICE BSD City, Tangerang.
Pada hari kedua pameran, Kamis (4/6/2026), Direktur PT Jayapatra Flo Teknik Indonesia, Steven Chandra, menyampaikan bahwa keikutsertaan perusahaan dalam ajang yang diselenggarakan perdana oleh PT Pertamina Patra Niaga tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pelaku industri, mitra teknologi global, dan sektor energi nasional.
Dalam pameran ini, PT Jayapatra Flo Teknik Indonesia menghadirkan dua merek teknologi industri terkemuka dunia, yaitu Alfa Laval dari Swedia dan KSB, produsen pompa dan sistem perpompaan asal Jerman, yang telah lama digunakan di berbagai sektor industri strategis termasuk migas dan energi.
Steven menjelaskan bahwa perusahaan yang dipimpinnya bergerak di bidang jasa, layanan pemeliharaan, perbaikan, serta pengadaan suku cadang dan peralatan industri yang mendukung operasional berbagai fasilitas energi dan industri di Indonesia.
“Kami bergerak di bidang jasa, servis, dan pengadaan sparepart untuk berbagai kebutuhan industri. Salah satu fokus utama kami adalah sistem pompa yang digunakan dalam berbagai proses operasional di lingkungan Pertamina Group maupun industri lainnya,” ujar Steven saat ditemui di booth perusahaan.
Menurutnya, teknologi yang dibawa dalam PINDEX 2026 merupakan solusi yang telah terbukti mendukung efisiensi, keandalan, dan keberlanjutan operasional industri. Produk-produk dari Alfa Laval dan KSB telah banyak digunakan dalam berbagai fasilitas industri yang membutuhkan standar tinggi dalam pengelolaan fluida, transfer energi, dan proses produksi.
Sebagai Authorised Sales Partner KSB di Indonesia, PT Jayapatra Flo Teknik Indonesia juga terus memperkuat layanan teknis dan dukungan purna jual guna memastikan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi secara optimal.
“Produk yang kami hadirkan merupakan teknologi yang telah digunakan secara luas di berbagai negara dan memiliki reputasi global. Selain menyediakan produk, kami juga memberikan dukungan teknis dan layanan yang dibutuhkan pelanggan agar sistem dapat beroperasi secara maksimal,” jelasnya.
Steven menilai penyelenggaraan PINDEX 2026 menjadi langkah strategis yang mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam industri energi nasional. Menurutnya, forum seperti ini penting untuk membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara perusahaan swasta, BUMN, penyedia teknologi, serta pemerintah.
Ia berharap kegiatan yang digagas PT Pertamina Patra Niaga tersebut dapat terus berlanjut di masa mendatang sebagai wadah berbagi inovasi dan penguatan ekosistem industri energi nasional.
“Harapan kami tentunya kolaborasi antara sektor swasta, vendor lokal, mitra teknologi internasional, dan BUMN seperti Pertamina dapat semakin kuat. Forum seperti PINDEX menjadi sarana yang sangat baik untuk mempertemukan seluruh pelaku industri sehingga tercipta kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan,” katanya.
Lebih lanjut, Steven juga berharap pemerintah terus memberikan dukungan terhadap pengembangan industri nasional melalui kebijakan yang mendorong peningkatan penggunaan teknologi berkualitas, penguatan kapasitas industri dalam negeri, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif.
PINDEX 2026 sendiri menghadirkan berbagai perusahaan teknologi, infrastruktur, energi, manufaktur, dan jasa pendukung yang berperan dalam mendukung transformasi bisnis hilir energi yang lebih efisien, modern, dan berkelanjutan.
Melalui partisipasinya dalam ajang ini, PT Jayapatra Flo Teknik Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi teknologi terbaik bagi sektor energi dan industri Indonesia, sekaligus memperkuat kemitraan strategis dalam mendukung ketahanan energi nasional di masa depan.






