KOMPASSINDO.COM, JAKARTA – Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Lebak, Junaedi Ibnu Jarta, S.Hut., menegaskan bahwa pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Gelombang I Anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan se-Indonesia serta pembekalan bagi Ketua, Sekretaris, dan Bendahara DPD maupun DPC Partai menjadi momentum strategis untuk memperkuat ideologi, meningkatkan kapasitas kader, dan memperkokoh soliditas organisasi partai di seluruh Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Junaedi saat ditemui awak media di sela-sela kegiatan Bimtek yang berlangsung di Jakarta pada 29 Mei hingga 1 Juni 2026. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang peningkatan kompetensi kader, tetapi juga wadah konsolidasi nasional dalam menyatukan langkah perjuangan partai menghadapi berbagai dinamika politik dan pembangunan ke depan.
“Bimtek ini sangat penting sebagai sarana pemantapan ideologi partai sekaligus memperkuat solidaritas antar kader PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia. Banyak materi dan pembekalan yang kami terima untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat,” ujar Junaedi.
Ia menjelaskan bahwa dalam kegiatan tersebut para peserta mendapatkan berbagai materi strategis yang mencakup penguatan ideologi, konsolidasi organisasi, tata kelola pemerintahan, kepemimpinan politik, hingga strategi perjuangan partai dalam menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat.
Menurut Junaedi, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh besarnya dukungan politik, tetapi juga oleh kualitas kader serta soliditas organisasi dari tingkat pusat hingga akar rumput. Karena itu, penguatan struktur partai menjadi salah satu fokus utama yang terus didorong melalui kegiatan pembekalan dan konsolidasi seperti Bimtek nasional ini.
“Partai yang kuat adalah partai yang memiliki kader-kader berkualitas, disiplin, dan memiliki semangat perjuangan yang sama. Karena itu, konsolidasi organisasi harus terus dilakukan agar seluruh elemen partai bergerak dalam satu visi dan satu tujuan,” katanya.
Politisi PDI Perjuangan asal Kabupaten Lebak tersebut juga menekankan pentingnya menjaga semangat gotong royong, loyalitas organisasi, dan kebersamaan di tengah tantangan politik yang semakin kompleks. Menurutnya, kader partai harus mampu menjadi pelopor dalam memperjuangkan kepentingan rakyat sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap partai.
Lebih lanjut, Junaedi menyampaikan bahwa hasil pembekalan yang diperoleh selama kegiatan Bimtek harus diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata di daerah masing-masing. Ia berharap seluruh peserta mampu mengimplementasikan berbagai materi yang diterima untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan memperkuat peran partai sebagai penggerak pembangunan daerah.
“Kami berharap seluruh peserta dapat membawa pulang semangat baru, wawasan baru, dan strategi perjuangan yang lebih baik. Semua itu harus diwujudkan dalam kerja nyata untuk masyarakat serta memperkuat eksistensi partai di tengah rakyat,” ungkapnya.
Junaedi optimistis bahwa melalui penguatan ideologi, peningkatan kapasitas kader, dan konsolidasi organisasi yang berkelanjutan, PDI Perjuangan akan semakin siap menghadapi berbagai agenda politik nasional maupun daerah pada masa mendatang.
“Dengan semangat gotong royong, disiplin organisasi, dan solidaritas yang kuat, saya yakin PDI Perjuangan akan semakin solid dan mampu terus memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia,” tegasnya.
Kegiatan Bimtek Gelombang I PDI Perjuangan tahun 2026 sendiri diikuti oleh anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia, serta jajaran pengurus DPD dan DPC partai. Selain menjadi forum peningkatan kapasitas kader, kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi nasional guna memperkuat arah perjuangan partai dalam menghadapi berbagai tantangan politik, sosial, dan pembangunan di masa depan.






