KOMPASSINDO.COM, Jakarta – Pimpinan Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama DKI Jakarta resmi melaksanakan pelantikan kepengurusan masa khidmat 2026–2029 di Aula Balai Kota Jakarta, Sabtu (16/05/2026).
Mengusung tema “Merawat Akar Budaya, Mewujudkan Buah Karya”, kegiatan ini menjadi momentum penguatan peran organisasi pelajar dalam membangun generasi muda Jakarta yang aktif, kreatif, serta memiliki karakter kebangsaan dan keislaman yang kuat.
Pelantikan tersebut sekaligus menandai komitmen kepengurusan baru PW IPNU-IPPNU DKI Jakarta untuk menghadirkan organisasi yang progresif, adaptif, dan responsif terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pelajar saat ini.

Ketua PW IPNU DKI Jakarta, Alaika Syahri Ridho, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya pelantikan kepengurusan baru tersebut. Ia menegaskan bahwa IPNU sebagai organisasi pelajar di bawah naungan Nahdlatul Ulama tetap eksis dan memiliki peran penting dalam membina generasi muda Indonesia.
“Hari ini Alhamdulillah PW IPNU DKI Jakarta melaksanakan pelantikan masa khidmat 2026–2029. IPNU sebagai organisasi pelajar NU sampai saat ini masih tetap eksis di Indonesia,” ujarnya.
Menurut Alaika, tema kebudayaan yang diangkat tidak hanya menjadi slogan seremonial, tetapi akan diwujudkan melalui berbagai program nyata yang menyentuh langsung kehidupan pelajar di sekolah maupun lingkungan masyarakat.
Ia menyoroti meningkatnya persoalan di kalangan pelajar seperti perundungan (bullying), kekerasan seksual, hingga kenakalan remaja yang dinilai membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
“Hari ini isu-isu terkait pelajar sangat banyak, mulai dari bullying, kekerasan seksual, hingga kenakalan remaja. Karena itu kami ingin hadir sebagai solusi untuk menjaga dan mendampingi pelajar Jakarta,” katanya.
PW IPNU DKI Jakarta saat ini juga terus memperkuat kaderisasi hingga tingkat kecamatan. Organisasi tersebut tercatat telah memiliki kepengurusan aktif di 44 Pimpinan Anak Cabang (PAC) yang tersebar di wilayah Jakarta dengan jumlah kader aktif mendekati seribu orang.
Keberadaan kader hingga tingkat bawah dinilai menjadi kekuatan penting dalam memperluas gerakan organisasi sekaligus membangun partisipasi pelajar yang lebih luas dan aktif di tengah masyarakat.
Di akhir sambutannya, Alaika mengajak para pelajar Jakarta untuk terus belajar, mengembangkan diri, dan berani terlibat dalam organisasi sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kepemimpinan masa depan.
“Kami berharap pelajar Jakarta mau berkembang, mau belajar, dan mau ikut berorganisasi. Karena tidak ada proses yang instan. Semua membutuhkan proses dan pengalaman,” tutupnya.
Melalui pelantikan kepengurusan baru ini, PW IPNU-IPPNU DKI Jakarta diharapkan mampu menjadi wadah pembinaan generasi muda yang tidak hanya kuat dalam nilai budaya, keislaman, dan kebangsaan, tetapi juga mampu melahirkan karya nyata serta kontribusi positif bagi masyarakat dan dunia pendidikan di ibu kota.






