KOMPASSINDO.COM, Intan Jaya – Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Intan Jaya, Marius Jagani, S.Sos, mengimbau seluruh masyarakat, pendukung, dan kalangan intelektual agar tetap menjaga ketenangan dan sportivitas dalam menyikapi pertandingan tim Persintan Intan Jaya pada ajang Liga 4 Zona Provinsi Papua Tengah tahun 2024.
Hal tersebut disampaikan Marius Jagani kepada awak media pada Rabu (11/3), terkait pelaksanaan kompetisi Liga 4 yang digelar di Stadion Wania Imipi, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah. Kompetisi ini merupakan bagian dari rangkaian pertandingan untuk memperebutkan tiket menuju Liga 4 Piala Gubernur musim 2025/2026.
Dalam keterangannya, Marius Jagani menyampaikan bahwa pertandingan sepak bola merupakan kompetisi yang wajar jika menghasilkan kemenangan maupun kekalahan. Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak memperdebatkan hasil pertandingan secara berlebihan yang dapat menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.
“Dalam pertandingan sepak bola tidak mungkin semua tim menang. Pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Karena itu saya mengharapkan seluruh masyarakat Kabupaten Intan Jaya dapat menyikapi pertandingan ini dengan bijak,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa keikutsertaan Persintan Intan Jaya dalam Liga 4 Zona Papua Tengah merupakan sebuah kebanggaan bagi daerah, karena tim tersebut membawa nama dan harga diri Kabupaten Intan Jaya dalam ajang olahraga tingkat regional.
Sebagai tokoh pemuda dan perwakilan intelektual daerah, Marius Jagani menilai bahwa perjuangan sebuah tim dalam kompetisi tidak selalu diukur dari kemenangan semata. Menurutnya, partisipasi dan semangat perjuangan juga merupakan bagian penting dalam mengangkat nama daerah.
“Pertandingan ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga tentang bagaimana kita mengangkat dan menjaga nama baik Kabupaten Intan Jaya di tingkat regional,” jelasnya.
Ia juga mengajak para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh gereja, serta kalangan intelektual untuk tetap memberikan dukungan moral kepada tim Persintan, sekaligus menyampaikan kritik yang bersifat membangun demi kemajuan olahraga di daerah tersebut.
Menurutnya, kekalahan yang mungkin dialami tim bisa saja disebabkan oleh berbagai faktor, seperti persiapan yang belum maksimal dari sisi manajemen, pengurus, sponsor, maupun pemain. Hal ini diharapkan menjadi bahan evaluasi agar tim dapat tampil lebih baik pada kompetisi berikutnya.
“Ke depan masih ada banyak liga dan kesempatan lain. Karena itu mari kita jadikan pengalaman ini sebagai pelajaran untuk meningkatkan persiapan dan kualitas tim,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Marius Jagani kembali mengimbau seluruh masyarakat Kabupaten Intan Jaya untuk tetap menjaga persatuan, tidak terpancing emosi, serta terus memberikan dukungan positif bagi perkembangan olahraga sepak bola di daerah tersebut.
“Mari kita ikuti pertandingan ini dengan tenang. Kemenangan maupun kekalahan bukanlah hal yang paling utama, yang penting kita sudah berpartisipasi dan membawa nama Kabupaten Intan Jaya dalam kompetisi ini,” pungkasnya.
