KOMPASSINDO.COM, Jakarta – Director CV. Kayu Manis asal Yogyakarta, Alex Kurniawan, menegaskan komitmennya menghadirkan produk furnitur kamar mandi berbahan kayu jati premium dengan desain eksklusif pada hari pertama Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2026 yang berlangsung 5–8 Maret 2026 di Hall 5–6, Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Dalam wawancara bersama awak media di booth-nya, Alex menyampaikan bahwa Kayu Manis merupakan perusahaan dengan pengalaman panjang di industri furnitur nasional.

“Kami adalah perusahaan asal Yogyakarta yang telah berdiri hampir 24 tahun dan secara konsisten bergerak di industri furnitur, dengan fokus pada produk berbahan kayu jati berkualitas ekspor,” ujar Alex.

Spesialis Bathroom Furniture Jati dengan Desain Orisinal

Sejak awal berdiri, Kayu Manis memfokuskan diri pada produksi furniture kamar mandi berbahan kayu jati dengan desain yang dikembangkan secara mandiri. Setiap koleksi dirancang khusus sehingga memiliki karakter berbeda dan tidak mudah ditemukan di tempat lain.

“Kekuatan kami ada di desain dan kualitas produksi. Buyer tidak akan menemukan desain yang sama di tempat lain karena semuanya kami kembangkan sendiri,” jelasnya.

Seluruh proses produksi dilakukan secara inhouse tanpa disubkontrakkan ke pihak lain. Dengan sistem ini, kontrol kualitas dapat dilakukan secara ketat di setiap tahapan produksi, mulai dari pemilihan material hingga finishing dan pengemasan.

“Kami sangat perhatian pada detail. Quality control dilakukan di banyak tahap. Itu yang membuat buyer di Eropa tetap percaya dan terus melakukan repeat order,” tambahnya.

Asal Usul Nama “Kayu Manis”

Alex juga menceritakan bahwa nama “Kayu Manis” memiliki kisah unik. Nama tersebut bukan merujuk pada bahan baku kayu manis, melainkan berasal dari saran buyer pertama asal Prancis.

“Buyer pertama saya orang Prancis. Dia bilang ‘Kayu Manis’ terdengar indah ketika diucapkan dalam bahasa Prancis. Akhirnya kami pakai nama itu. Jadi ini soal keindahan bunyi dan branding, bukan karena kami memakai kayu manis,” ungkapnya.

Ekspor ke Eropa dan Amerika

Selama hampir dua dekade lebih, Kayu Manis telah menembus berbagai pasar internasional, terutama di Eropa seperti Spanyol, Italia, dan Belgia, serta sebagian pasar Amerika Serikat. Pasar Eropa menjadi salah satu yang paling stabil karena menghargai kualitas, detail, dan desain.

Partisipasi di IFEX 2026 menjadi momentum penting untuk memperluas jaringan buyer baru, khususnya di lokasi baru pameran di BSD.

“Perpindahan lokasi dari Kemayoran ke BSD tentu menjadi tantangan bagi kami. Karena itu kami mengambil booth yang lebih besar agar bisa tampil maksimal sebagai pelopor di tempat baru. Jika hasilnya baik, tentu kami akan terus berpartisipasi di tahun-tahun berikutnya,” kata Alex.

Harapan untuk Penyelenggara dan Pemerintah

Alex menilai penyelenggaraan IFEX secara umum sudah berjalan baik dan profesional. Namun ia berharap ke depan fasilitas bagi peserta dapat terus ditingkatkan, seperti kemudahan parkir dan layanan tambahan, terlebih karena pameran berlangsung di bulan Ramadan.

Dari sisi kebijakan, ia berharap pemerintah memberikan dukungan lebih kuat kepada industri furnitur nasional agar mampu bersaing dengan negara lain yang mendapat sokongan besar dari pemerintahnya.

“Kami berharap ada perhatian lebih untuk meningkatkan daya saing industri furnitur Indonesia. Ini sektor padat karya yang memberi kontribusi besar bagi devisa negara,” ujarnya.

Tolak Ekspor Kayu Gelondongan, Dorong Hilirisasi

Secara tegas, Alex juga menyampaikan harapannya agar pemerintah tetap mempertahankan kebijakan pembatasan ekspor kayu gelondongan. Menurutnya, kayu sebagai bahan baku seharusnya diolah di dalam negeri untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar.

“Kalau dijual dalam bentuk gelondongan, nilainya rendah. Tapi kalau diolah menjadi furniture, nilainya bisa meningkat empat sampai lima kali lipat. Itu berarti lebih banyak tenaga kerja terserap dan devisa negara meningkat,” tegasnya.

Dengan pengalaman hampir 24 tahun, fokus pada desain eksklusif, produksi inhouse, serta komitmen terhadap hilirisasi industri kayu, Kayu Manis Yogyakarta optimistis IFEX 2026 menjadi ajang strategis untuk memperkuat posisi furnitur Indonesia di pasar global sekaligus membuktikan bahwa produk dalam negeri mampu bersaing di kancah internasional.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *