KOMPASSINDO.COM, KENDARI – Komitmen pengembangan energi terbarukan di Sulawesi Tenggara (Sultra) memasuki babak baru. Komisaris Utama PT Nusa Golden Vita, Dr. Yusuf Tawulo, mengumumkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 500 megawatt (MW) di 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu investasi energi bersih terbesar di kawasan timur Indonesia.
Dalam keterangannya, Dr. Yusuf Tawulo menyampaikan bahwa proyek strategis tersebut akan dikerjakan melalui kemitraan business to business (B to B) bersama investor dari Cina, termasuk dukungan dari Ketua Dewan Investasi Cina. Rencana pembangunan dijadwalkan berlangsung pada periode 2026 hingga 2028, dengan masa konstruksi selama tiga tahun.
“Langkah ini merupakan terobosan besar dalam memperkuat kemandirian energi daerah sekaligus mendukung percepatan transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Setiap kabupaten/kota direncanakan memiliki PLTS berkapasitas 500 MW,” ujar Dr. Yusuf Tawulo.
Untuk merealisasikan proyek tersebut, nilai investasi yang disiapkan mencapai sekitar Rp17 triliun per kabupaten/kota. Dengan total 17 daerah sebagai lokasi pembangunan, akumulasi investasi diproyeksikan menembus ratusan triliun rupiah, menjadikannya sebagai proyek energi terbarukan berskala besar di Indonesia.
Dalam skema kerja sama yang dirancang, kontrak operasional dengan Pemerintah Indonesia akan berlangsung selama 30 tahun. Komposisi pembagian porsi kerja sama ditetapkan sebesar 60 persen untuk Pemerintah Indonesia dan 40 persen untuk pihak Cina sebagai mitra investasi.
Menurut Dr. Yusuf Tawulo, proyek ini tidak semata berorientasi pada penyediaan listrik berbasis energi ramah lingkungan, tetapi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat.
“Selain memperkuat ketahanan energi, proyek ini akan membuka lapangan kerja baru, menggerakkan sektor konstruksi dan jasa, serta menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi di 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pihak perusahaan akan segera melakukan koordinasi teknis dengan pemerintah daerah serta kementerian terkait guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan target waktu yang telah direncanakan.
Kehadiran proyek PLTS ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi terbarukan di Sulawesi Tenggara, sekaligus mendukung agenda nasional dalam meningkatkan bauran energi bersih dan menekan ketergantungan pada energi fosil.
Dengan skala investasi yang besar dan jangkauan pembangunan yang luas, proyek yang digagas PT Nusa Golden Vita bersama mitra strategis dari Cina ini diproyeksikan mampu membawa Sulawesi Tenggara sebagai salah satu pusat pengembangan energi surya di Indonesia bagian timur.
