KOMPASSINDO.COM, JAKARTA, 2 Maret 2026 – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyampaikan penghormatan terakhir kepada mantan Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno usai turut menyolatkan jenazah almarhum di Masjid Agung Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta, Senin (2/3). Almarhum selanjutnya dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan.
Dalam keterangannya kepada awak media, Ahmad Muzani mengenang Jenderal (Purn) Try Sutrisno sebagai sosok yang sepanjang hidupnya mencurahkan pikiran, waktu, dan tenaga untuk kepentingan bangsa dan negara. Bahkan di usia senjanya, almarhum tetap menunjukkan kepedulian tinggi terhadap persatuan, kesatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong.
“Beliau adalah pribadi yang seluruh pikiran dan pengabdiannya digunakan untuk bangsa dan negara. Sampai akhir hayat, yang beliau pikirkan adalah bagaimana Indonesia tetap bersatu dan kuat,” ujar Muzani.
Ia juga mengungkapkan pesan khusus almarhum yang disampaikan saat pertemuan Lebaran tahun lalu. Menurutnya, Try Sutrisno berharap agar dilakukan amandemen kelima Undang-Undang Dasar 1945 sebelum dirinya wafat. Amanat tersebut, kata Muzani, menjadi perhatian serius bagi pimpinan MPR.
“Beliau ingin ada amandemen UUD 1945 yang kelima, dengan tujuan menjaga persatuan, kebersamaan, serta menjamin kelangsungan Indonesia ke depan agar lebih baik. Amanat itu kami pegang dan menjadi bahan kajian yang terus kami dalami,” jelasnya.
Muzani menegaskan bahwa setiap gagasan dan pemikiran yang berkembang di MPR akan melalui proses pengkajian mendalam dengan mempertimbangkan kepentingan nasional di atas segalanya.
Selain itu, ia juga menyoroti situasi global yang tengah memanas, khususnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, kondisi tersebut sangat memprihatinkan dan berpotensi berdampak pada berbagai negara, termasuk Indonesia.
“Kita melihat dinamika dan ketegangan di Timur Tengah yang situasinya tidak menentu. Dampaknya mungkin saja terasa, namun kita berharap tidak terlalu signifikan di dalam negeri,” katanya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kekompakan antara rakyat dan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan global. Menurutnya, hanya dengan persatuan dan kebersamaan, Indonesia mampu menjaga kedaulatan bangsa dan negara dari berbagai ancaman eksternal maupun internal.
“Dalam situasi apa pun, kita hanya bisa melewatinya dengan baik jika bersatu. Kepentingan nasional harus diutamakan di atas egoisme dan kepentingan golongan. Rakyat dan pemerintah harus bahu membahu menjaga kedaulatan dan masa depan bangsa,” tegas Muzani.
Terkait kemungkinan peran Indonesia dalam meredakan ketegangan di Timur Tengah, Muzani menyebut hal tersebut terbuka sebagai bagian dari komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia. Namun, ia menambahkan bahwa langkah tersebut tentu akan mempertimbangkan perkembangan situasi dan dinamika internasional yang terus berubah.
Upacara pemakaman Try Sutrisno sendiri direncanakan berlangsung secara militer dan dipimpin langsung oleh Presiden RI sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa-jasa almarhum kepada bangsa dan negara.
