Dudung Abdurachman Luncurkan Lagu “Jangan Lupa Berdoa” di Ramadan, Ajak Bangsa Perkuat Iman dan Persatuan
KOMPASSINDO.COM, JAKARTA, 27 Februari 2026 – Suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan terasa dalam acara Press Conference & Launching lagu terbaru berjudul “Jangan Lupa Berdoa” yang digelar di Hotel Mercure Convention Center Ancol, Jumat (27/2). Lagu tersebut merupakan karya terbaru Dudung Abdurachman yang berkolaborasi dengan Fajar Sadboy, Jibon, dan Ucox Bongax.
Dalam keterangannya kepada awak media, Dudung mengungkapkan bahwa lagu tersebut lahir dari rasa empati mendalam saat melihat berbagai bencana alam yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat hingga daerah lainnya.
“Lagu ini sebetulnya kami buat hanya dalam waktu sekitar satu jam. Saat itu kami melihat saudara-saudara kita terkena musibah. Hati kami tergerak untuk membuat lagu yang isinya doa,” ujarnya.
Ia menegaskan, lagu “Jangan Lupa Berdoa” bukan sekadar karya seni, melainkan ajakan moral bagi seluruh masyarakat Indonesia agar tidak pernah melupakan doa dalam setiap keadaan.
“Doa itu bukan hanya ketika kita susah. Kalau obat dibutuhkan saat kita sakit, maka doa itu seperti oksigen. Setiap saat kita butuhkan untuk menghidupi kehidupan kita,” tegasnya.
Peluncuran lagu ini sengaja dilakukan pada bulan Ramadan. Dudung menyebut Ramadan sebagai bulan maghfirah, bulan penuh ampunan dan keberkahan. Momentum tersebut, menurutnya, menjadi waktu yang tepat untuk mengajak masyarakat memperbanyak doa serta memperkuat ketakwaan.
“Di bulan Ramadan ini Allah menjanjikan ampunan. Dengan kita berdoa, dengan kita berpuasa, insyaallah kita menjadi orang-orang yang bertakwa,” katanya.
Ia pun mengutip firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala tentang kewajiban berpuasa agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa. Menurutnya, ketakwaan bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi juga tercermin dalam sikap sehari-hari.
“Ciri orang bertakwa itu tidak menyakiti orang lain, tidak memfitnah, tidak merendahkan, tidak berprasangka buruk,” tuturnya.
Dalam pesannya yang lugas, Dudung mengajak masyarakat untuk menjaga sikap dan perilaku.
“Jaga mata kita untuk tidak memandang remeh orang lain. Jaga mulut kita untuk tidak membenci. Jaga hati kita untuk tidak berprasangka buruk. Dan jangan lupa, tangan kita harus ringan untuk bersedekah,” pesannya.
Tak hanya berbicara soal lagu, Dudung juga membuka kisah masa lalunya yang jarang diketahui publik. Ia mengaku sebelum berkarier di dunia militer, dirinya adalah seorang pemain band dan penyanyi.
“Sebelum masuk tentara, saya ini pemain band. Saya penyanyi. Jadi jiwa seni itu memang sudah ada sejak dulu,” ungkapnya sambil tersenyum.
Menurutnya, meski usia tak lagi muda, semangat muda harus tetap dijaga. Hal itulah yang membuatnya nyaman berkolaborasi dengan generasi muda seperti Fajar Sadboy, Jibon, dan Ucox Bongax.
“Walaupun saya sudah tidak muda, jiwa muda saya masih ada. Saya harus menyesuaikan dengan anak-anak muda agar pesan yang kita sampaikan bisa diterima,” jelasnya.
Kolaborasi ini, lanjut Dudung, juga menjadi bagian dari pembinaan kreativitas anak muda agar energi mereka tersalurkan pada hal-hal positif. Ia berharap lagu ini dapat menjadi inspirasi sekaligus pengingat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Dudung kembali menegaskan pentingnya persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai tantangan. Ia mengajak masyarakat untuk tidak saling menyalahkan, melainkan memperkuat kebersamaan.
“Pondasi bangsa ini adalah kebhinekaan. Tiangnya persatuan dan kesatuan. Atapnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kalau kita dekat dengan Allah, kita bersatu, insyaallah Indonesia akan selalu jaya,” tegasnya.
Acara peluncuran pun ditutup dengan suasana optimistis. Lagu “Jangan Lupa Berdoa” diharapkan tidak hanya menjadi karya musik religi di bulan Ramadan, tetapi juga menjadi seruan moral untuk mempererat solidaritas, memperkuat iman, dan mendoakan keselamatan bangsa dan negara.
