KOMPASSINDO.COM, SURABAYA— Pengurus Asosiasi Profesor Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) resmi dikukuhkan bersamaan dengan inaugurasi Paralegal Muslimat NU dalam sebuah agenda nasional yang berlangsung khidmat di Islamic Center Jawa Timur, Surabaya, pada 6–7 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kontribusi ulama perempuan di ranah akademik, sosial, dan advokasi hukum bagi masyarakat.
Rangkaian acara hari pertama diawali dengan pemberian santunan kepada sepuluh anak yatim sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan dan ridla Allah SWT. Selanjutnya, kegiatan dibuka secara resmi dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surah Al-Hasyr ayat 21–24, lantunan Shalawat Badar, serta pengumandangan lagu Indonesia Raya, Mars Syubbanul Wathon, dan Mars Muslimat NU.
Ketua Panitia Pelaksana, Prof. Dr. Hj. Zahrotun Nihayah, M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 83 profesor Muslimat NU dari berbagai wilayah di Indonesia serta 413 paralegal Muslimat NU asal Jawa Timur. Para paralegal tersebut sebelumnya telah menjalani proses pendidikan dan pelatihan, dan selanjutnya akan menjalankan peran pendampingan hukum bagi masyarakat, khususnya perempuan dan anak yang membutuhkan akses keadilan.
Sambutan selaku tuan rumah disampaikan oleh Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur, Dra. Hj. Masruroh Wahid, M.Si. Ia mengungkapkan apresiasi dan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Jawa Timur sebagai penyelenggara kegiatan berskala nasional tersebut. Menurutnya, ilmu pengetahuan yang diamalkan serta keterlibatan aktif perempuan merupakan pilar penting dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan berkeadaban.
Puncak acara ditandai dengan pengukuhan Pengurus Asosiasi Profesor Muslimat NU masa khidmat 2026–2031 oleh Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU, Hj. Khofifah Indar Parawansa. Dalam pengukuhan tersebut, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, Lc., M.A. secara resmi dikukuhkan sebagai Ketua Asosiasi Profesor Muslimat NU periode 2026–2031. Pada kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan nota kesepahaman kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), serta peresmian Paralegal Muslimat NU sebagai bagian dari penguatan layanan hukum berbasis komunitas.
Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Bu Nyai Hj. Lilik Nur Cholidah Badrus, menandai komitmen Muslimat NU untuk terus berkhidmat melalui penguatan ilmu, pengabdian sosial, dan perlindungan hukum bagi masyarakat luas.
