KOMPASSINDO.COM, Jakarta — PT Mito Adhiguna Kencana sukses menyelenggarakan Seminar dan Workshop bertajuk “Modern Ozone Therapy: From Core Concept to Clinical Understanding” pada 17–18 Januari 2026 di Hotel Four Points by Sheraton, Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperluas pemahaman serta pemanfaatan terapi ozon sebagai bagian dari terapi medis komplementer di Indonesia.

Supervisor PT Mito Adhiguna Kencana, Aldi, menjelaskan bahwa seminar ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung edukasi medis berkelanjutan, khususnya terkait terapi ozon yang dinilai memiliki potensi besar dalam membantu berbagai kondisi kesehatan.

“Seminar ini kami selenggarakan untuk memperkenalkan terapi ozon secara lebih luas kepada dokter dan praktisi kesehatan di Indonesia. Terapi ozon memiliki peluang besar sebagai terapi pendamping dalam penanganan berbagai penyakit kronis dan degeneratif,” ujar Aldi.

Ia berharap, melalui kegiatan ini, terapi ozon dapat semakin dikenal dan diterima sebagai bagian dari pendekatan medis komplementer yang aman dan berbasis ilmiah.

Mengulas Manfaat Terapi Ozon

Aldi menjelaskan bahwa terapi ozon memiliki berbagai manfaat klinis, antara lain membantu regenerasi sel, meningkatkan kadar oksigen dalam darah, serta memperbaiki sistem mikrosirkulasi. Terapi ini juga telah digunakan dalam penanganan berbagai kondisi nyeri kronis.

“Dalam praktik klinis, terapi ozon menunjukkan hasil yang cukup baik untuk kasus nyeri sendi, nyeri lutut, hingga nyeri punggung bawah kronis. Selain itu, terapi ini juga bermanfaat dalam penanganan luka yang sulit sembuh, seperti ulkus diabetikum, nekrosis jaringan, serta infeksi yang resisten terhadap pengobatan konvensional,” jelasnya.

Lebih lanjut, terapi ozon juga banyak dimanfaatkan sebagai terapi pendukung pada berbagai kondisi medis, antara lain penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer, kanker sebagai terapi suportif, sindrom metabolik, penyakit autoimun, systemic lupus erythematosus, herniated nucleus pulposus (HNP), peripheral arterial disease, infeksi jamur dan bakteri resisten, hingga peningkatan daya tahan tubuh.

Peserta Lintas Spesialisasi

Seminar perdana ini diikuti oleh hampir 60 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang spesialisasi medis. Peserta terdiri atas dokter yang bergerak di bidang wellness, akupunktur, ortopedi, estetika, serta bidang layanan kesehatan lainnya.

“Keberagaman latar belakang peserta menunjukkan bahwa terapi ozon memiliki relevansi lintas disiplin dan dapat diaplikasikan di berbagai bidang kedokteran,” kata Aldi.

Ia menambahkan bahwa PT Mito Adhiguna Kencana berencana menjadikan kegiatan edukasi serupa sebagai agenda rutin untuk memperluas wawasan dan pemahaman tenaga medis mengenai terapi ozon di Indonesia.

Hadirkan Pakar Ozone Therapy Internasional

Seminar ini semakin bernilai dengan kehadiran Gregorio Martínez Sánchez, Pharm.D., Ph.D., salah satu tokoh terkemuka dunia dalam pengembangan dan standardisasi terapi ozon. Gregorio dikenal sebagai Former President of the International Scientific Committee of Ozonetherapy (ISCO3), lembaga ilmiah internasional yang berperan penting dalam penyusunan pedoman terapi ozon berbasis bukti ilmiah.

Kehadirannya memberikan kesempatan berharga bagi peserta untuk memahami terapi ozon dari perspektif global, mulai dari konsep dasar, mekanisme biologis, hingga penerapan klinis yang aman dan sesuai standar internasional.

Pada hari kedua, seminar juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman dari dokter-dokter Indonesia yang telah menerapkan terapi ozon dalam praktik klinis, mencakup berbagai kasus seperti gangguan metabolik, penyakit hati, hingga luka kronis. Sesi ini memberikan gambaran nyata mengenai implementasi terapi ozon di lapangan.

Perkenalan Teknologi Ozon Modern

Dalam kesempatan tersebut, PT Mito Adhiguna Kencana turut memperkenalkan mesin terapi ozon Ozonette asal Spanyol dengan mengusung prinsip presisi dan keamanan dosis.

“Dalam terapi ozon, ketepatan dosis merupakan aspek yang sangat krusial. Teknologi yang kami perkenalkan dirancang untuk memastikan akurasi dosis dengan tingkat deviasi yang sangat rendah, sehingga lebih aman bagi pasien,” ungkap Aldi.

Selain presisi, perangkat tersebut juga dirancang dengan ukuran yang ringkas sehingga dapat digunakan di berbagai fasilitas layanan kesehatan.

Sertifikasi Internasional bagi Peserta

Sebagai nilai tambah, seluruh peserta seminar dan workshop ini memperoleh sertifikat internasional dari SIMCRI (Società Italiana di Medicina e Chirurgia Rigenerativa Polispecialistica), sebuah lembaga ilmiah di Italia yang berfokus pada pengembangan kedokteran dan bedah regeneratif lintas disiplin.

Sertifikasi ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi serta kredibilitas tenaga medis Indonesia dalam menerapkan terapi ozon sesuai dengan standar internasional.

Harapan ke Depan

Melalui penyelenggaraan seminar ini, PT Mito Adhiguna Kencana berharap terapi ozon dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan secara tepat, aman, serta berbasis ilmiah di Indonesia.

“Kami berharap semakin banyak tenaga medis yang memahami terapi ozon secara komprehensif, sehingga dapat membuka peluang penanganan medis yang lebih optimal bagi pasien yang membutuhkan,” tutup Aldi.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *