KOMPASSINDO.COM, JAKARTA – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan komitmen kuat dunia usaha dalam mendukung Program Makan Bergizi (MBG) sebagai bagian dari agenda strategis nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada acara Diskusi Publik “MBG Outlook: Masa Depan Gizi Anak Indonesia” yang digelar di Menara Kadin Indonesia, Jakarta, Rabu (14/1).

Dalam sambutannya, Anindya Bakrie menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang telah berinisiatif menyelenggarakan diskusi publik tersebut, termasuk Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (GAPEMBI), para mitra pelaksana, akademisi, praktisi kesehatan, serta pelaku usaha dari berbagai daerah.

“Isu gizi anak bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa. Apa yang kita diskusikan hari ini akan menentukan kualitas generasi Indonesia di masa yang akan datang,” ujar Anindya.

Ia menegaskan bahwa Program Makan Bergizi merupakan salah satu program prioritas nasional yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh ekosistem, mulai dari pemerintah, dunia usaha, hingga masyarakat. Dalam konteks tersebut, Kadin Indonesia berperan sebagai jembatan strategis antara kebijakan pemerintah dan kapasitas pelaku usaha di lapangan.

Anindya menilai keterlibatan pelaku UMKM dalam program MBG menjadi kekuatan utama sekaligus tantangan tersendiri. Menurutnya, UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional yang memiliki jangkauan luas hingga ke daerah-daerah, sehingga sangat relevan dalam mendukung distribusi dan penyediaan makanan bergizi secara merata.

“Kita melihat semangat luar biasa dari para pelaku UMKM yang terlibat dalam program ini. Mereka bergerak dengan semangat gotong royong, mengambil risiko, dan menunjukkan keberanian untuk berkontribusi nyata bagi bangsa,” ungkapnya.

Namun demikian, Anindya juga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan struktural yang perlu mendapat perhatian bersama, khususnya terkait akses pembiayaan, kepastian regulasi, dan keberlanjutan usaha bagi para mitra pelaksana program MBG.

“Kadin mendorong agar dunia perbankan dan lembaga pembiayaan dapat lebih adaptif terhadap kebutuhan program prioritas nasional seperti MBG. Skema pembiayaan yang inklusif dan berpihak pada UMKM menjadi kunci agar program ini dapat berjalan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Anindya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem gizi nasional yang kuat. Ia menilai forum diskusi seperti MBG Outlook menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi, kritik konstruktif, serta masukan dari para pelaku langsung di lapangan.

“Kami di Kadin Indonesia membuka ruang dialog seluas-luasnya. Kritik dan masukan dari para mitra sangat penting agar kebijakan dan implementasi program bisa terus diperbaiki,” katanya.

Anindya juga menyampaikan optimismenya bahwa dengan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Program Makan Bergizi dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

“Investasi terbaik sebuah bangsa adalah investasi pada anak-anaknya. Jika gizi mereka terpenuhi, maka kita sedang menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing global,” pungkas Anindya Bakrie.

Acara Diskusi Publik “MBG Outlook: Masa Depan Gizi Anak Indonesia” diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis dan langkah konkret guna memperkuat implementasi Program Makan Bergizi secara berkelanjutan, inklusif, dan berdampak luas bagi kesejahteraan anak-anak Indonesia.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *