KOMPASSINDO.COM, JAKARTA, Minggu (21/12) – Tokoh senior SOKSI sekaligus pengurus BP Lansia Pusat, Robinson Napitupulu, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Sri Sultan Hamengku Buwono X atas kepedulian dan ketulusan beliau dalam membantu warga terdampak bencana alam, yang dilakukan secara senyap tanpa pencitraan.

Menurut Robinson, sikap Sultan Yogyakarta patut menjadi teladan bagi para tokoh nasional dan pejabat publik lainnya. Bantuan yang diberikan tidak diumbar ke media sosial maupun media massa, namun dilakukan dengan hati nurani dan tanggung jawab moral sebagai pemimpin.

“Saya salut kepada Sultan Jogja. Beliau bukan orang Aceh, bukan orang Minang, bukan orang Batak, tetapi tergerak hatinya untuk membantu korban bencana secara diam-diam tanpa perlu dipublikasikan. Ini ketulusan yang luar biasa. Hati beliau mulia,” ujar Robinson.

Ia menambahkan bahwa keteladanan Sultan menunjukkan bahwa kepemimpinan sejati tidak diukur dari sorotan kamera, melainkan dari keberpihakan nyata kepada rakyat yang sedang menderita. Robinson mendoakan agar Sri Sultan Hamengku Buwono X senantiasa diberikan kesehatan, umur panjang, dan keberkahan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Dalam pernyataannya, Robinson juga menyinggung dinamika politik nasional. Ia menilai bahwa seorang politisi perlu memiliki kecakapan strategi komunikasi dan manajemen konflik, namun harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab.

“Ilmu strategi politik itu penting, tetapi penggunaannya harus tepat sasaran, sesuai ruang dan waktu, serta bertujuan positif. Prinsipnya adalah menang tanpa merusak,” tegas Robinson.

Lebih lanjut, Robinson menyampaikan keprihatinan mendalam atas dampak bencana alam yang terjadi belakangan ini. Ia menyebutkan bahwa jumlah korban meninggal dunia telah mencapai hampir 1.600 orang, sebuah angka yang sangat memprihatinkan dan berpotensi menimbulkan dampak sosial-ekonomi berkepanjangan.

“Jumlah korban ini sangat besar dan dampaknya bisa berlangsung 10 hingga 15 tahun ke depan jika tidak ditangani secara serius. Dalam beberapa aspek, dampaknya bahkan bisa lebih parah karena menyentuh kehidupan masyarakat secara langsung dan jangka panjang,” jelasnya.

Oleh karena itu, Robinson mendesak pemerintah agar segera menetapkan status bencana tersebut sebagai Bencana Nasional. Menurutnya, penetapan status ini sangat penting agar penanganan, bantuan, dan pemulihan dapat dilakukan secara maksimal, terkoordinasi, dan berkelanjutan.

“Pemerintah harus bertindak cepat dan tegas. Penetapan sebagai Bencana Nasional akan membuka ruang yang lebih luas bagi bantuan negara dan solidaritas nasional untuk meringankan penderitaan rakyat,” pungkas Robinson.

Ia berharap seluruh elemen bangsa dapat bersatu, menyingkirkan kepentingan politik sesaat, dan mengedepankan nilai kemanusiaan demi keselamatan dan masa depan rakyat Indonesia.

By Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *