KOMPASSINDO.COM, Jakarta — Persatuan Wanita Republik Indonesia (Perwari) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Perwari yang dirangkaikan dengan hari terakhir pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-XXVI Perwari, Rabu (17/12/2025). Acara berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan di Gedung Panti Trisula Perwari, Jalan Menteng Raya No. 35, Jakarta Pusat, setelah rangkaian Rakernas dilaksanakan sejak 15 Desember 2025.
Peringatan HUT ke-80 Perwari dihadiri oleh para sesepuh dan pendiri Perwari, jajaran pengurus pusat dan pengurus daerah, seluruh anggota Perwari dari berbagai wilayah di Indonesia, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) Nannie Hadi Tjahjanto, serta para tamu undangan lainnya dari berbagai kalangan.
Momentum ini menjadi refleksi perjalanan panjang delapan dekade Perwari sebagai organisasi perempuan nasional yang konsisten memperjuangkan martabat, hak, dan peningkatan kapabilitas perempuan Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua Periodik Perwari Atiek Sardjana mengawali dengan ungkapan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga keluarga besar Perwari dapat memperingati usia ke-80 tahun organisasi dalam suasana kebersamaan, kekeluargaan, dan semangat persatuan.
“Delapan dekade bukanlah waktu yang singkat. Perwari telah tumbuh dan berperan sebagai organisasi perempuan yang konsisten memperjuangkan martabat, hak, dan kapabilitas perempuan Indonesia. Kita patut memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para pendiri Perwari yang dengan ketulusan, keberanian, dan visi jauh ke depan telah meletakkan dasar perjuangan yang kokoh,” ujar Atiek Sardjana.
Pada peringatan HUT ke-80 ini, Perwari mengusung tema “Perwari Siap Berkolaborasi untuk Mendorong Peningkatan Kapabilitas Perempuan Mewujudkan Indonesia Emas.” Tema tersebut menegaskan komitmen Perwari untuk terus membuka ruang kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi perempuan, dunia pendidikan, dan sektor swasta.
Atiek Sardjana menekankan bahwa kolaborasi menjadi kunci penting dalam meningkatkan kualitas, kemandirian, dan daya saing perempuan Indonesia. Perempuan yang berkapabilitas, berkarakter, dan memiliki kepemimpinan yang kuat merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas di masa depan.
Selain itu, Atiek berharap Perwari terus adaptif terhadap perubahan zaman, terbuka terhadap inovasi, serta mampu memanfaatkan teknologi dan jejaring yang lebih luas. Ia juga menegaskan bahwa regenerasi organisasi merupakan kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditunda.
“Kita perlu menyiapkan kader-kader muda yang memiliki integritas, kompetensi, serta kepedulian terhadap nilai-nilai perjuangan Perwari. Dengan regenerasi yang baik, Perwari akan memiliki penerus yang mampu melanjutkan cita-cita luhur para pendiri dan menjaga keberlanjutan peran organisasi,” tegasnya.
Di tengah suasana penuh syukur tersebut, Atiek Sardjana juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas musibah banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra. Ia mengajak seluruh keluarga besar Perwari untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian nyata kepada para korban.
“Sekecil apa pun bantuan yang kita berikan, baik berupa doa, dukungan moral, maupun bantuan materi, sangat berarti bagi saudara-saudari kita yang terdampak. Inilah wujud nilai kemanusiaan yang sejak awal menjadi roh perjuangan Perwari,” ungkapnya.
Peringatan HUT ke-80 Perwari semakin bermakna dengan prosesi pemotongan tumpeng yang dilakukan oleh Ketua Periodik Perwari Atiek Sardjana. Potongan tumpeng tersebut diserahkan secara simbolis kepada para sesepuh dan pendiri Perwari sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian mereka dalam membesarkan organisasi.
Acara ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-70 Ketua Periodik Perwari Atiek Sardjana. Momen tersebut dirayakan dengan menyanyikan lagu ulang tahun dan pemotongan kue, yang menambah kehangatan dan keceriaan suasana, serta mempererat rasa kekeluargaan di antara seluruh peserta yang hadir.
Suasana semakin semarak dengan penampilan hiburan berupa lagu-lagu yang dibawakan oleh ibu-ibu anggota Perwari dan panitia. Alunan lagu-lagu tersebut menciptakan suasana penuh kegembiraan, keakraban, dan kebersamaan, menegaskan bahwa Perwari tidak hanya kuat dalam perjuangan, tetapi juga hangat dalam persaudaraan.
Peringatan HUT ke-80 Perwari yang dirangkaikan dengan penutupan Rakernas ke-26 ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat soliditas internal organisasi, memperluas kolaborasi eksternal, serta meneguhkan kembali komitmen Perwari dalam memberdayakan perempuan Indonesia secara berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Atiek Sardjana mengajak seluruh anggota Perwari untuk menjadikan usia 80 tahun sebagai tonggak penguatan peran organisasi ke depan.
“Dirgahayu Perwari ke-80. Semoga Perwari semakin jaya, semakin berdaya, dan semakin bermakna bagi Indonesia,” pungkasnya.



