JAKARTA, KOMPASSINDO.COM, 5 Mei 2025 – Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Masa Bakti 2022–2025 menggelar acara Halal Bihalal dan Dialog Ekonomi di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Senin (5/5). Acara ini menjadi ruang konsolidasi sekaligus refleksi bersama pengurus dan kader HIPMI dari berbagai daerah dalam menghadapi tantangan ekonomi global.
Hadir dalam acara ini Ketua Umum BPP HIPMI Akbar K. Bukhari, Sekretaris Jenderal Anggawira, serta Bendahara Umum merangkap Ketua Panitia, Reynaldo Briand. Acara juga dirangkaikan dengan sesi Dialog Ekonomi bertema: “Tantangan dan Peluang Ekonomi di Era Perang Dagang”, yang menghadirkan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Muhamad Akbar, sebagai pembicara utama.
Dalam paparannya, Muhamad Akbar menekankan pentingnya memperkuat ketahanan industri nasional di tengah ketegangan geopolitik global. “Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok memberi tekanan nyata terhadap rantai pasok global. Indonesia harus menjawab ini dengan memperkuat industri strategis, khususnya baja sebagai tulang punggung pembangunan nasional,” ujar Akbar yang juga dikenal sebagai tokoh senior HIPMI.
Sementara itu, Sekjen HIPMI Anggawira, mewakili Ketua Umum, dalam sambutannya menegaskan bahwa HIPMI siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. “Kita perlu memperkuat sinergi antara pusat dan daerah, antara pengusaha muda dan program prioritas nasional, khususnya dalam ketahanan pangan, industri, dan infrastruktur,” tegasnya.

Ia juga mengajak kader HIPMI untuk tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga proaktif dalam menangkap peluang strategis. “Saya berharap teman-teman di BPD mampu memanfaatkan program prioritas dari pemerintahan baru sebagai bagian dari transformasi peran HIPMI di era yang semakin dinamis ini.”
Halal Bihalal yang digelar sekaligus menjadi momentum penyegaran semangat kolektif BPP HIPMI, yang kini memasuki tahun ketiga masa bakti. Konsolidasi organisasi disebut telah menjangkau lebih dari 16 BPD di seluruh Indonesia, dan akan terus dikejar hingga tuntas sebelum September 2025.
Momen ini memperkuat komitmen HIPMI untuk terus tumbuh, berkolaborasi, dan membuka peluang bagi pengusaha muda di seluruh nusantara.
