Fhaya Rajut Incar Pasar Internasional, Tati Rohati: Harapan Saya Bisa Dikenal Lebih Luas
ICE BSD City, Tangerang Selatan, KOMPASSINDO.COM – Pameran BRI UMKM Expo 2025 yang berlangsung di ICE BSD City, Tangerang Selatan, pada 30 Januari – 2 Februari 2025, menjadi ajang penting bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas. Salah satu peserta yang turut ambil bagian adalah Tati Rohati, pemilik brand Fhaya Rajut, yang hadir di booth B.182. Dalam wawancara dengan media pada Sabtu (1/2), Tati berbagi perjalanan usahanya yang penuh inspirasi serta harapannya untuk bisa menembus pasar internasional.
Memulai Usaha dari Pandemi
Tati Rohati mengisahkan bahwa usahanya mulai berkembang sejak tahun 2021, tepatnya saat pandemi Covid-19 melanda. Saat itu, ia mulai berpikir untuk mencari peluang usaha yang bisa bertahan di tengah kondisi yang sulit.
“Awalnya, saya hanya merajut untuk kebutuhan pribadi. Namun, karena suami saya bekerja di balai desa dan sering membutuhkan dana tambahan untuk perjalanan dinas ke kabupaten, saya mulai mencari cara agar bisa membantu perekonomian keluarga,” ujar Tati.
Kesempatan emas datang ketika ia mengikuti berbagai pelatihan kewirausahaan yang diselenggarakan oleh BRI untuk para pelaku UMKM. Dari situ, ia mendapatkan bimbingan serta kesempatan untuk memproduksi lebih banyak produk. “Saya sempat membuat hingga 1.000 kantong rajut sebagai bagian dari program binaan UMKM BRI,” tambahnya.
Langkah Besar di Dunia UMKM
Perjalanan bisnisnya semakin berkembang pada tahun 2023. Ia mulai bergabung dengan koperasi di Indramayu yang memberikan akses lebih luas bagi produknya. Tahun ini, ia kembali mengikuti BRI UMKM Expo, yang menjadi pengalaman keduanya setelah sebelumnya turut serta di pameran yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC).
“Perbedaan expo tahun ini dengan tahun lalu cukup signifikan. Jika sebelumnya saya hanya menampilkan sedikit produk, kali ini saya membawa lebih banyak varian. Selain itu, jumlah pengunjung yang datang dan bertanya tentang produk saya juga meningkat drastis,” ungkapnya dengan antusias.
Meski usahanya masih dalam tahap pengembangan, Tati tetap optimis untuk terus berkembang. “Saat ini saya masih fokus di pasar lokal. Namun, saya berharap suatu saat bisa menembus pasar ekspor,” katanya.
Peluang Ekspor dan Tantangan yang Dihadapi
Tati juga bercerita bahwa tahun lalu sempat ada kesempatan bisnis matching dengan calon pembeli dari Arab Saudi. Namun, kesepakatan belum tercapai karena berbagai kendala. “Mungkin cara saya menjawab pertanyaan mereka kurang memuaskan, atau ada faktor lain yang belum saya pahami. Tapi saya tetap berharap di expo kali ini ada peluang baru,” ujarnya.
Meskipun belum berhasil menembus pasar luar negeri, Tati tetap memiliki visi besar untuk produknya. “Target saya adalah bisa go international dan lebih banyak dikenal. Kalau ada yang ingin bekerja sama untuk memasarkan produk saya di butik atau toko offline, saya sangat terbuka,” tuturnya.
Saat ini, produksi Fhaya Rajut masih dilakukan secara manual oleh Tati sendiri, dibantu oleh beberapa ibu rumah tangga. Karena dibuat secara custom, setiap produk memiliki keunikan tersendiri. “Setiap orang punya selera yang berbeda, jadi saya ingin tetap mempertahankan keunikan dalam setiap rajutan yang saya buat,” katanya.
Harapan ke Depan
Menutup wawancara, Tati menyampaikan harapan besarnya untuk masa depan usahanya. “Saya ingin produk Fhaya Rajut bisa dikenal lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri. Saya juga berharap bisa terus berkembang dan sukses di dunia wirausaha,” pungkasnya.
Dengan semangat dan ketekunan yang dimilikinya, Tati Rohati membuktikan bahwa kreativitas bisa menjadi jalan untuk sukses. Ia adalah contoh nyata bahwa dari sebuah hobi, seseorang bisa membangun bisnis yang berkembang dan berdaya saing tinggi.
