Forum Pemersatu Antar Suku Agama Harus Saling Menghormati

oleh

JAMBI,  KOMPASSINDO – Gubernur Jambi, H.Zumi Zola Zulkifli,  MA berharap agar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) berkontribusi besar terhadap kerukunan Provinsi Jambi, dimana kerukunan masyarakat merupakan modal yang sangat penting dalam mewujudkan program pembangunan. Harapan tersebut dikemukakan Zola dalam Pengukuhan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) dan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Jambi, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa (31/10) sore.

“Ketiga forum yang dikukuhkan sangat potensial, mulai dari senior sampai yang muda, lintas frofesi, ada yang politik, pemuka agama, adat. Dalam keberagaman, ketiga forum dapat merumuskan program-program sesuai dengan visi misi Pemerintah Provinsi Jambi yaitu mewujudkan Jambi TUNTAS,” ungkap Zola.

Zola mengatakan, melalui pengukuhantersebut, dapat meningkatkan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat dalam peningkatan kualitas kerukunan dan pembauran masyarakat di Provinsi Jambi. “Setelah pengukuhan ini, lebih meningkatkan koordinasi dan silaturrahmi antara pemerintah dan masyarakat dalam peningkatan kualitas kerukunan dan pembauran masyarakat di Provinsi Jambi secara menyeluruh dan berkesinambungan,” kata Zola.

“Seperti yang kita ketahui bersama, republik Indonesia dapat berdiri tegak sebagai negara-bangsa yang besar dan berdaulat tidak terlepas dari peran sentral para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat lainya. Mereka telah menyepakati bersama sebuah konsensus kolektif bernama empat pilar bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Mereka juga berkenan mengesampingkan identitas-identitas partikularnya demi menjaga persatuan kesatuan di aras nasional dan aras lokal,” tutur Zola.

Dijelaskan Zola, kerukunan, pembaruan dan kewaspadaan akan memberikan resultan sebuah ketertiban. Ketertiban tak pelak lagi telah menjadi pilar pembangunan daerah yang kokoh. “Jika tidak ada ketertiban maka dapat dipastikan stabilitas tidak akan tercapai. Andai stabilitas tidak tercapi maka pembangunan daerah tidak akan maksimal, jika pembangunan daerah tidak terlaksana dengan maksimal maka kesejahteraan masyarakat pun tidak akan tercapai,” jelas Zola.

Lebih lanjut Zola mengatakan, Pemerintah Provinsi Jambi dapat dipastikan selalu memberikan dukungan yang terbaik agar forum kerukunan umat beragama (FKUB), FPK dan FKDM dapat terus meningkatkan perannya ditengah masyarakat dan garda terdepan kerukunan umat beragama dan pembauran keberagaman suku dan etnik di Provinsi Jambi.

“Dengan adanya pengukuhan ini dapat menghasilkan semagat baru bagi peningkatan kualitas kerukunan dalam pembangunan di Provinsi Jambi,” pungkas Zola.

Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jambi, Drs.H.M Asnawi,AB.MM menyampaikan, pelaksanaan pengukuhan FKUB, FPK dan FKDM diikuti 350 orang peserta terdiri dari pengurus FPK Provinsi Jambi, Pengurus FKUB Provinsi Jambi, dan Pengurus FKDM Provinsi Jambi.

“Dasar Peraturan Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri nomor 9 dan nomor 8 tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah dalam memilihara kerukunan umat beragama dan pendirian rumah ibadah,” sebut Asnawi.

“Tinggal kita mengaplikasikannya di lapangan dan saya berharap kita bersama-sama saling bahu-membahu kalau ada persoalan sama-sama mencari jalan keluarnya,” jelas Asnawi.

Pengurus yang dikukuhkan diantaranya Ketua FKUB periode 2017 – 2022, Drs. H. Ibnu Hajar. HZ, wakil ketua, Dr. H.Suardi Asyari, Sekretaris. Lukman. (fauzi/susilo)

 

 

 

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar
Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *