Daya Saing Tenaga Kerja Jambi Harus Go Internasional

oleh

JAMBI,  KOMPASSINDO – Gubernur Jambi, H.Zumi Zola, S.TP,MA mengemukakan bahwa pemerintah, baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, maupun Pemerintah Kabupaten/Kota bekerjasama dengan dunia usaha dan pihak terkait berusaha untuk meningkatkan daya saing angkatan kerja, daya saing kerja yang kompetitif dari angkatan kerja tersebut diharapkan bisa memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan oleh para perusahaan dan berbagai instansi. Hal itu disampaikan Zola dalam Pembukaan Pameran Bursa Lowongan Kerja, bertempat di Lobi WTC Batanghari Jambi, Sabtu (18/11) siang.

Pameran bursa lowongan kerja yang dilaksanakan pada tanggal 18 dan 19 November 2017 tersebut diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jambi, bekerjasama denga para perusahaan dan pihak-pihak terkait lainnya.

Zola menjelaskan, upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk meningkatkan daya saing angkatan kerja diantaranya pemberian beasiswa pendidikan dan pelatihan bagi para calon tenaga kerja di Balai Latihan Kerja (BLK). Gubernur Jambi ini berharap, beasiswa pendidikan, pelatihan di BLK, dan berbagai upaya lainnya bisa meningkatkan kompetensi dan daya saing angkatan kerja di Provinsi Jambi, untuk mengisi lowongan kerja yang ada di Provinsi Jambi dan di luar Provinsi Jambi, baik di Indonesia maupun di luar negeri, yang selanjutnya turut berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat, dimana sebagian indikator meningkatnya kesejahteraan masyarakat adalah menurunnya angka kemiskinan dan menurunnya angka pengangguran.

Zola mengungkapkan, angka kemiskinan di Provinsi Jambi tahun 2016 menurun dibandingkan tahun 2015, dari 9-an % tahun 2015 menjadi 8-an % tahun 2016, persentase pengangguran menurun, dari 4,34% pada tahun 2015 menjadi 4 % tahun 2016, dimana hal tersebut merupakan imbas dari program pro kerakyatan dan padat karya yang dilakukan oleh pemerintah bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Mengenai pelatihan BLK, untuk tahun 2017 ini, kata Zola, Pemerintah Provinsi Jambi telah melakukan seleksi, dan dari seleksi tersebut didapat 61 orang calon tenaga kerja, yang kemudian diberikan pelatihan, untuk kemudian dimagangkan ke Jepang, dan akan terus diuayakan ditingkatkan untuk tahun-tahun mendatang.

Dalam rekrutmen tenaga kerja, Zola berharap agar perusahaan-perusahaan di Provinsi Jambi mendahulukan tenaga kerja Jambi. Selain itu, Zola berpesan agar perusahaan juga memberikan hak-hak tenaga kerja, sehingga hubungan perusahaan dengan tenaga kerja harmonis. “Perhatikan hak tenaga kerja. Hubungan perusahaan dengan tenaga kerja adalah mutualisme,” ujar Zola.

Zola menyatakan, dalam pameran bursa lowongan kerja ini, 32 perusahaan yang beraktivitas di Provinsi Jambi memberikan 3.600 lebih lowongan kerja, dan berharap agar para pencari kerja di Provinsi Jambi memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik-baiknya. Ini kesempatan yang sangat baik, jangan sampai dilewatkan,” jelas Zola.

“Saya ucapkan terimakasih kepada perusahaan-perusahaan yang ikut serta dalam pameran bursa lowongan kerja ini, semoga event ini bisa membawa manfaat maksimal,” pungkas Zola.

Sebelumnya, dalam sambutan tertulis Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Dirjen Binapenta dan PKK) Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia yang dibacakan oleh Kasubdit Kelembagaan Tenaga Kerja Kementerian Tenaga Kerja, Timbul T. Panggabean, S.Sos,MM dijelaskan berbagai tantangan yang dihadapi dalam dunia kerja serta berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah dan para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja dan tenaga kerja Indonesia, terutama dalam kaitannya dengan globalisasi dan perdagangan bebas. “Globalisasi menuntut tenaga kerja yang memiliki kompetensi yang baik dan karakter yang bisa dipercaya,” ungkap Dirjen Binapenta.

Ketua DPD Hipsi (Himpunan Pekerja Sosial Indonesia) Jambi, Hj. Yang Gustiah Zen menyampaikan, dalam bursa pameran lowongan kerja ini dilakukan penyerahan sertifikat kompetensi bagi 5 besar peserta terbaik dalam pelatihan kerja dan kursus se Provinsi Jambi.

Gustiah mengungkapkan salah satu permasalahan yang dihadapi Jambi, yakni minimnya kompetensi pendidik kursus kerja, sementara seharusnya pendidik kursus kerja harus punya kompetensi yang baik dan bisa mentransfer kompetensi tersebut kepada anak didik. “Kompetensi pendidik kursus kerja harus ditingkatkan baik melalui pelatihan, sosialisasi, workshop, dan sebagainya,” ujar Gustiah.

Gustiah menjelaskan, untuk meningkatkan kompetensi pendidik kursus kerja di Jambi, telah dilakukan pelatihan bagi pendidik kursus kerja Jambi pada tanggal 27 sampai 30 Juli 2017 di LPMP Jambi, peserta pelatihan 44 orang dari kabupaten/kota se Provinsi Jambi. Berbagai pembekalan diberikan kepada para pendidik kursus kerja, diantaranya,komputer, bahasa Inggris, tata busana, tata boga, otomotif, dan rias pengantin.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jambi, Ir. M. Fauzi, MT mengatakan, tujuan diselenggarakannya bursa pameran lowongan kerja ini adalah untuk memfasilitasi pencari kerja untuk mendapatkan tenaga kerja sesuai dengan bakat, minat, dan kompetensi, disesuaikan dengan lowongan kerja yang tersedia, dan bagi perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja yang sesuai dengan kualifikasi yang dibutuhkan.

Fauzi menuturkan, 32 perusahaan yang beraktivitas di Provinsi Jambi ikut dalam pameran bursa lowongan kerja ini, yang diselenggarakan pada 18 – 19 November 2017, dengan 3.630 orang yang dibutuhkan untuk 103 posisi.

Fauzi menambahkan, terdapat 61 orang peserta magang kerja yang akan diberangkatkan ke Jepang, yang merupakan hasil seleksi dari 162 orang, berasal dari kabupaten/kota se Provinsi Jambi.

Pada kesempatan tersebut, diberikan BPJS Award kepada Bupati Muaro Jambi, Walikota Jambi, Bupati Batanghari, dan Walikota Sungai Penuh. Selain itu, diberikan penghargaan Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan kepada Desa Pudak Kabupaten Muaro Jambi, Desa Talang Duku Kabupaten Muaro Jambi, dan Desa Mendalo Darat Kabupaten Muaro Jambi.

Penghargaan Perusahaan Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan diberikan kepada: Untuk perusahaan skala menengah besar: Saimen Bakery dan Mandiangin Batubara, untuk perusahaan skala mikro kecil: Kerupuk 88, Bengkel Las Sunjaya, Amit Jaya Teknik Lestari.

Santunan Kecelakaan Kerja, Hari Tua, dan pensiun diberikan kepada salah seorang ahli waris senilai Rp121.934.930

Selanjutnya, diberikan Sertifikat Uji Kompetensi Kursus dan Pelatihan Tenaga Kerja Provinsi Jambi kepada Sutarno dari Kota Jambi, Muhammad Ali dari Tanjung Jabung Timur, Edi Jarianto dari Sungai Penuh, M. Yatin dari Merangin, dan Yanri dari Tanjung Jabung Barat.

Penghargaan bagi instruktur BLK diberikan kepada Rusli,M.Pd, Sunarni,S.Pd, dan Neneng Lestari. (susilo/fauzi/rill)

 

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar

Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *