Pimpinan PTPN-IV Unit Dolok Ilir Diduga Buat Laporan Fiktif.

oleh

SIMALUNGUN – KOMPASSINDO

Sungguh luar biasa nyali Pimpinan PT.Perkebuan Nusantara-IV Kebun Dolok Ilir,diperkebunan tersebut seluruh unsur pimpinan memerintahkan seluruh karyawan afdiling untuk mengerjakan pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) maupun Tanaman Menghasilakan (TM) di afdiling masing masing.

Padahal TBM maupun TM sudah menjadi tanggung jawab rekanan,perintah itu dibuat setelah adanya pemberitaan di beberapa media yang mengatakan pemeliharaan TBM dan TM di Kebun Dolok Ilir amburadul.

Instruksi tersebut dinilai upaya pimpinan di Dolok Ilir untuk menguntungkan dirinya atau kelompok tertentu.

Menurut aturan yang ada di PT.Perkebunan Nusantara -IV dijelaskan setiap pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh rekanan,tidak boleh lagi dikerjakan atau dikelola oleh karyawan maupun pimpinan PTPN-IV.

Menurut GMS salah seorang karyawan Tata Usaha Kebun Dolok Ilir ketika ditemui Kompassindo, “Ada intruksi dari Manejer “ tuturnya

Bahkan seluruh karyawan diwajibkan mengerjakan rayutan kacangan yang sudah menutupi pohon sawit namun saya belum melihat kapan akan di laksanakan,tapi itu pasti dilaksanakan sebab sudah diperintahkan sama manejer.

Terkait pemeliharaan TBM dan TM setahu saya selama ini dikelola dan dikerjakan oleh karyawan afdiling,kalau pun ada BHL itu nggak rutin kerjanya.

Pemeliharaan TBM maupun TM tak semua dikeluarkan SPMK/SPK nya hal itulah yang membuat permainan bisa dilakukan,contohnya afdiling A ada pemeliharaan TBM 100 hektar,yang dikeluarkan SPK nya hanya 50 hektar,sisanya yang 50 hektar dikelola kebun Dolok Ilir melalui Penujukan Langsung (PL) Unit.

kesempataan itulah yang membuat pimpinan bermain,Seksi Bagian tanaman selalu membuat laporan palsu ke Kantor Pusat,pekerjaan tidak dilaksanakan laporanya dilaksanakan,tanya saja sam Askep atau Manejer,tegas GMS.

Lokasi atau blok mana saja pemeliharaan TBM & TM yang memiliki SPK dari Kantor pusat,dan blok mana saja yang dikejakan dengan PL dari unit,saya pastikan askep dan Manejer tak mau menjelaskan.

Mengenai pemeliharaan TBM maupun TM yang selama ini dikelola dan dikerjakan oleh karyawan afdiling sudah menjadi rahasia umum.

Berdasarkan temuan Kompassindo dilapangan , Pertumbuhan kacangan dengan curah hujan yang baik dalam waktu 24 jam bisa bertambah 15cm,bila di hitung satu bulan selama 30 hari maka pertumbuhan kacangan 15cm x 30hari = 4500cm sama dengan 4,5 meter,panjang kacangan itu diukur dari bibir piringan,dalam piringan dan yang membelit pohon sawit, berapa bulan lokasi TBM tak dikerjakan?

 

Menurut salah seorang Karyawan yang tidak mau disebut namanya , ” PT.Perkebunan Nusantara-IV memiliki petugas Satuan Pengamanan Internal (SPI) yang berkantor di Kantor Pusat,

Menurutnya, SPI saat ini hanya sebagai parasit saja di PTPN-IV ketika ada tugas turun  ke Unit Dolok Ilir,mereka hanya sekedar silahturahmi keliling lapangan naik mobil , lalu pulang ke Kekantor Pusat,jelasnya.

Demikian pula dengan pekerjaan pemeliharaan TBM maupun TM dikebun Dolok Ilir dinilai sangat buruk , Karena diduga Gajinya tidak sesuai yang diharapkan dan tanpa BPJS . Keterangan dari beberapa BHL , rekanan hanya

mendapat 7% dari SPMK/SPK .

Tahapan pemeliharaan dikelola Langsung pihak pekebunan,rekanan hanya menyiapkan setempel setiap bulanya, jelasnya.

Pemeliharaan TBM maupun TM rotasi nya bisa sampai 90 hari sampai 120 hari baru dikerjakan,semestinya aturan pemeliharaan TBM rotasinya 25 hari dan rekanan juga di bayar oleh Kantor Pusat dengan rotasi kerja setiap 25 hari di setiap bulanya,saat ini kebun Dolok Ilir memiliki TBM kurang lebih 3000 hektar,anggaran yang dikeluarkan PTPN- IV disetiap rotasinya cukup besar sekali,sebab rekanan dibayar oleh Kantor Pusat dihitung perhektar,

Amburadulnya lahan TBM maupun TM dikebun Dolok Ilir akibat serakahnya pimpinan disana,gaji bhl ditekan dan tidak diikutsertakan asuransi dan rotasi kerja di perlambat,dari tiga item kecurangan tersebut sudah sangat merugikan keuangan PTPN-IV

Menurut informasi yang dapat dipercaya ,lokasi tersebut sudah tidak terpelihara kurang lebih selama tiga bulan.

Diduga adanya  tidakan korupsi pada  pemeliharaan TBM maupun TM sengaja dilakukan dan hasilnya dinikmati secara bersama oleh rekanan dan pemimpin yang ada di Kebun Dolok Ilir diataranya Asisten Afdiling,Asisten Kepala,Kepala Tata Usaha(KTU) dan Manejer Kebun Dolol Ilir.jelas T.HM Manalu salah satu rekanan PT.Perkebunan Nusantra-IV.

Hasil pantawan Kompassindo, di beberapa afdiling yang ada di kebun Dolok Ilir ditemukan panjang kacangan mencapai 13 meter sampai 16 meter dari bibir piringan.

Asisten Kepala dan Manejer Erwin Panggabean Ketika hendak dikonfirmasi , terkesan menghindari dan ada dugaan turut membantu , Diharapkan kepada pihak terkait agar segera memeriksa terkait permasalahan yang ada di PTPN IV Dolok Ilir Simalungun ini. (RA).

 

 

 

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar
Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *