Bapenda Provinsi Sumsel Optimalkan Pendapatan Pajak Dari BPH Migas

oleh

 

PALEMBANG, KOMPASSINDO – Badan Pengatur Hilir Minyak Dan Gas Bumi (BPH Migas)  Menggelar sosialisasi Optimalisasi Pendapatan PBBKB (Pajak bahan bakar kendaraan bermotor)  Melalui Sinergi Dan Harmonisasi Antar Pemangku Kepentingan. Acara berlangsung di grand ballroom Hotel Aryaduta,  Yang Di ikuti 100 peserta dari pemangku kepentingan baik itu badan usaha, tni/polri serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)  Provinsi Sumsel. Selasa (5/12/2017)

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Sumsel,  Neng Muhaiba Mengatakan,  dasar hukum PBBKB (Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor)  adalah Peraturan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 11 tahun 2012 tentang petunjuk pelaksanaan peraturan daerah provinsi Sumsel nomor 3 tahun 2011 tentang Pajak Daerah pajak kendaraan bermotor, kita akan optimalkan pendapatan di sektor itu dengan merangkul BPH Migas Di tahun 2018 nantinya, “katanya saat di bincangi media Kompassindo. Selasa (5/12/2017)

Neng Muhaiba Menjelaskan,  PBBKB adalah pajak atas penggunaan bahan bakar kendaraan bermotor atau bahan bakar kendaraan bermotor yang disediakan atau diangkat serta digunakan ke dalam bumi termasuk bahan bakar yang digunakan untuk kendaraan di air. wajib pajak seperti orang pribadi atau badan yang menggunakan bahan bakar kendaraan bermotor,”jelasnya.

“Besaran Tarif Pajak PBBKB 7,5% (dikenakan dari nilai jual sebelum dikenakan ppn). Pemungutan PBBKB dilakukan oleh penyedia bahan bakar kendaraan bermotor dalam hal ini Pembelian bahan bakar kendaraan bermotor, dilakukan antara penyedia bahan bakar kendaraan bermotor baik untuk dijual kembali kepada lembaga penyalur atau konsumen langsung maka yang wajib mengenakan pajak bangunan menyalurkan bahan bakar kendaraan bermotor kepada lembaga penyalur atau konsumen langsung,”ujar neng.  (fadhel)

 

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar

Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *