Usut Tuntas Kasus Korupsi Muratara

oleh

PALEMBANG, KOMPASSINDO – Ratusan masyarakat dan mahasiswa muratara mendatangi Polda Sumatera Selatan, massa mendesak pengusutan kasus operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Massa juga meminta pengusutan keterlibatan aktor intelektual dalam kasus ini sejalan dengan semangat Hari Anti Korupsi Internasional.

Pantauan Media Kompassindo Di Lapangan,  Gabriel Fuady salah satu tokoh masyarakat dalam menyampaikan orasinya, “Kami mendesak Polda Sumatera Selatan untuk mengusut tuntas kasus OTT yang menjerat salah satu pejabat di Muratara beberapa waktu lalu. Dalam keyakinan kami, untuk kasus OTT ini pasti ada aktor intelektual dibelakangnya dan ini harus diusut tuntas,” ujarnya saat  gelar aksi demo didepan mapolda sumsel, Rabu (6/12).

Namun, Gabriel juga meminta pengusutan kasus ini sejalan dengan semangat Hari Anti Korupsi Internasional hingga ke tingkat daerah. Dimana daerah sebagai salah satu bagian dari pemerintahan yang telah terkena dampak virus korupsi yang merugikan keuangan negara.

“Tuntutan kami hari ini juga salah satu semangat dalam memperingati Hari Anti Korupsi yang harus digaungkan sampai ke tingkat daerah. Jadi korupsi itu sebenarnya tidak hanya di Jakarta saja, dipusat saja, tapi juga telah merambah sampai ke daerah dan ini merugikan uang negara,”ucapnya.

Sementara itu, koordinator aksi (Korak) Harun Kori mengatakan, Dalam kasus ini Kapolda Sumatera Selatan harus berani mengusut tuntas kasus tersebut sampai ke akar-akarnya. Termasuk menjerat para tersangka yang diduga terlibat dalam proyek pengadaan air bersih di Muratara.

“Pertengahan November lalu Dit Reskrimsus Polda telah menangkap pejabat Muratara dalam kasus pengadaan pipa air bersih. Ini pasti tidak dilakukan sendiri, oleh sebab itu kami mendesak Polda juga untuk mengembangkan kasus ini,” ujar Harun.

Diketahui beberapa waktu lalu, Dit Reskrimsus Polda Sumatera Selatan pada 14 November 2017 lalu telah melakukan penangkapan terhadap Ardiansyah, Ardiansyah menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga. Dari tangan Ardiansyah polisi mengamankan uang tunai sebesar Rp 64 juta diduga sebagai uang suap.

Setelah tiga minggu berjalan, penyidik baru menetapkan Ardiansyah sebagai tersangka tunggal. Sementara belum diketahui siapa dan apa jabatan orang yang memberikan suap pada Ardiansyah sampai hari ini,”pungkasnya.  (fdl)

 

 

 

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar
Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *