Tunggakan Pembayaran Listrik Mencapai 153 Milyar Rupiah

oleh

PALEMBANG, KOMPASSINDO – Jumlah tunggakan listrik yang diakibatkan keterlambatan pembayaran listrik oleh pelanggan di PT PLN (Persero) Wilayah S2JB sampai dengan bulan April 2018 mencapai 153 Milyar Rupiah atau berkisar pada angka 20% dari total pendapatan penjualan tenaga listriknya. Hal ini merupakan sinyalemen bahwa kesadaran masyarakat untuk membayar listrik tepat waktu masih cukup rendah, ditengah-tengah tingkat kebutuhan dan ekspektasi masyarakat akan pelayanan listrik yang terus meningkat.

Hal ini disampaikan oleh Mulyadi Deputi Manager Administrasi Niaga PLN (Persero) Wilayah S2JB kepada media saat diruang kerjanya, Kamis (24/5/2018) kemarin. “Sekitar 38% dari total tunggakan tersebut ada di wilayah Kota Palembang, mencapai 58 Milyar Rupiah yang didominasi dari pelanggan rumah tangga ada sebagian juga dari pemerintahan dan lain-lain tapi yang terbesar pelanggan rumah tangga,” ujarnya.

Selain itu Mulyadi menghimbau kepada pelanggan agar segera melunasi tunggakan listriknya, karena menurut aturan kalau ada yang menunggak sampai 2 sampai 6 bulan maka akan aliran listriknya akan diputus.

“Sebenarnya kalau aturan kita menunggak 2 bulan harus dicabut tapi karena luasnya wilayah kerja PLN WS2JB jadi sulit terjangkau, disamping itu juga terbatasnya petugas PLN jadi para pelanggan jangan lengah karena pasti petugas PLN akan mendatangi untuk mencabut aliran listriknya, jangan sampai mau sahur mati lampu diakibatkan menunggak bayar listik apalagi menjelang idul fitri nanti,” ungkapnya.

Hal senada dikatakan oleh Rosmalina Deputi Manager Hukum dan Humas PLN WS2JB, Untuk periode pembayaran tagihan listrik sendiri dimulai dari tanggal 3 sampai tanggal 20 setiap bulannya, karena kalau sudah lewat dari tanggal 20 akan dikenakan denda keterlambatan, apalagi sampai dua bulan akan diputus aliran listriknya, jika sampai 3 bulan keatas, maka akan dilakukan bongkar rampung. Apabila sampai  dibongkar rampung, maka selain harus membayar denda keterlambatan dan tunggakannya, pelanggan juga harus membayar biaya penyambungan baru kembali.

“Kami menghimbau agar pelanggan segera membayar tagihan listriknya agar tidak terjadi pemutusan aliran listrik. Diharapkan agar mengutamakan pembayaran rekening listrik, karena listrik merupakan kebutuhan utama, tanpa listrik, semua kegiatan menjadi sulit. Apalagi dalam momen ramadhan ini, jangan sampai kegiatan ibadah puasa dan yang lain menjadi terhambat,” tambahnya.

Demi kenyamanan bersama, pelanggan disarankan agar beralih  ke Listrik Pintar, yaitu listrik prabayar yang mana pelanggan menggunakan listrik melalui pembelian pulsa atau token. “Dengan menggunakan listrik prabayar, pelanggan tidak perlu khawatir lagi listrik akan dicabut, karena tidak akan terjadi tunggakan. Kalau sudah seperti ini, ibadah dan kegiatan lainnya menjadi tenang dan nyaman. Mudik tenang, pakai listrik prabayar sekarang,” tutup Rosmalina.  (fadel)

 

 

 

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar
Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *