Seorang Jurnalis Keracunan Pindang Patin Mentah

oleh

PALEMBANG, KOMPASSINDO – Masih terjadinya Kualitas makanan yang tidak menyehatkan bagi tubuh manusia terjadi di wilayah kota Palembang. Hal ini terjadi beberapa rekan media di Palembang mengalami keracunan makanan usai menyantap pindang pegagan H.Abdul Muta’al yang berada di simpang 4 bandara sultan mahmud badaruddin 2 Palembang (SMB 2) siang dini hari kamis (28/12/2017) pukul 12.30 wib.

Hal ini terjadi pada jurnalis vivasumsel yaitu iwan, aku sudah makan pindang patin sudah itu muntah,  ruponyo patin masih mentah dan nasi nyo ado lalat jugo, sudah makan badan aku mengigil, masak pindang tempat mewah penyajian seperti ini, “kata iwan ketika di bincangi awak media usai makan pindang pegagan h.abdul muta”al.

Selain itu Juga iwan mengungkapkan, kami sebenarnya ke pindang pegagan abdul muta”al itu liputan khusus persiapan akhir tahun dan asian games 2018, peran serta para kuliner ikut menyukseskan asian games tersebut,  tapi setelah sampai kesini dalam penyajian makanan, ruponyo cak ini caro penyajian,  idak sehat dan aku muntah di buatnyo setelah makan, “ungkap iwan sambil muka pucat setelah muntah.

“cak mano para tamu asian games dan tetamu lain nak dateng ke Palembang, kalu kualitas makanan dan penyajiannyo cak ini. Untuk itu kami mintak samo panitia penyelenggara kuliner pariwisata asian games 2018 untuk di teliti kualitas penyajian makanannyo,  jangan sampe tamu dari luar negeri keracunan makanan oleh makanan pindang ini,  cukup lah aku jadi korban,  dan pihak pengelola tidak ada etikat baik untuk aku, “ujar iwan yang merasa kesal dengan pihak pengelola pindang muta”al yang tidak bertanggung jawab.

Selain itu juga Hal ini terjadi pada nurul anak dari erni novianti dari jurnalis sumateradeadline.com, pada saat memindahkan wadah nasi ke piring aku liat ada lalat hancur dan tercampur lalat, jadi dak aku makan, karena itu sudah tercampur kuman dan bisa terkena racun,”kata nurul. (tim)

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar
Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *