Puskesmas 7 Ulu Seakan Tutup Mata Dengan Kematian Jumiarni

oleh

PALEMBANG, KOMPASSINDO – Sejak korban Jumiarni (9) dirawat hingga menghembuskan nafas terakhir, pihak Puskesmas Kelurahan 7 Ulu seakan tutup mata. Tidak ada empati atau bantuan, mengunjungi keluarga korban yang tinggal di Jalan Panca Usaha Lorong Parlopa RT 55 RW 12 No 31 / 2621 Kelurahan 15 Ulu Kecamatan SU I yang kini sedang dilanda duka.

“Kami sangat sesalkan sikap pihak Puskesmas. Dari mendapat kabar mengenai korban, hingga meninggal, pihak puskesmas belum juga mendatangi rumah korban. Jangankan bantuan, empati pun tidak ada. Seakan mereka, tidak mau bertanggung jawab,” jelas Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Hikmah, Rahmat Irwani kepada media Kompassindo. Rabu (15/11) pagi

Diceritakan Rahmat, dirinya sangat kehilangan atas kepergian anak didiknya itu. “Tidak ada tanda-tanda. Ketika pelaksaan imunisasi BIAS dt td, kesehatan korban baik-baik saja. Nah, ketika mendapat kabar jatuh sakit dari orang tuanya yang datang kesini, saya sarankan langsung ke puskesmas. Memang dari pihak puskesmas datang kesana dan merujuk korban ke rumah sakit. Sejak itu, tidak pernah datang lagi ke rumah korban. Saya tahu, setelah saya mempertanyakan kepada orang tua korban,” tandasnya.

Sejak terjadinya musibah ini, pihak MI tidak mau kecolongan lagi.

“Dua tahun menjalin kerjasama dengan pihak puskesmas, tidak pernah terjadi seperti ini. Namun, dengan adanya peristiwa ini, tentunya kami akan sangat berhati-hati. Kami trauma dan tidak ingin kecolongan lagi. Semestinya, pihak puskesmas harus memeriksa kesehatan anak terlebih dahulu, jangan hanya pegang kening, lalu suntikan langsung dilakukan. Atau bisa juga, pihak puskesmas menyiapkan alat khusus untuk memeriksa kesehatan sebelum menjalankan tugasnya memberikan imunisasi kepada anak didik saya yang duduk dibangku kelas satu dan dua,” ujarnya.

Disinggung mengenai langkah pihak sekolah untuk menempuh jalur hukum, pihaknya masih memutuskan untuk menempuh jalur kekeluargaan.

“Sejauh ini, komunikasi antara keluarga korban dan kami, untuk sementara masih menunggu pertanggung jawaban dari pihak puskesmas. Saya sudah menulis pesan untuk segera mendatangi rumah korban, jawabannya si ‘Iya’, tapi nyatanya tidak,” bebernya.

Terpisah, Ibu korban, Meisyah (30) masih menunggu kedatangan pihak puskesmas.

“Kita masih menunggu itikat baik pihak puskesmas, hati nuraninya bagaimana. Jika belum juga ada kejalasan, kami baru ambil langkah hukum, untuk sementara akan kami tunggu pertanggung jawabannya,” tutur Ibu dua anak perempuan ini. (fadhel)

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar

Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *