Peran Perempuan Dalam Meredam Konflik Antar Umat Beragama

oleh

JAMBI, KOMPASSINDO

Konflik yang ada di tengah-tengah kehidupan masyarakat menjadi sebuah keniscayaan yang tidak dapat di hindari dan akan terus menjadi sebuah dinamika masyarakat. Pola dan bentuk konflik juga terus mengalami perkembangan sesuai dengan tingkat perkembangan masyarakat di mana konflik tersebut ada. Menyadari bahwa perkembangan masyarakat terus melaju ke bentuk yang lebih kompleks, maka pendekatan yang di ambil dalam menyelesaikan konflik tersebut juga semakin berkembang.

Salah satunya adalah meningkatnya peranan perempuan dalam penyelesaian konflik, untuk itu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi menggelar Workshop Pencegahan Konflik bagi Perempuan Lintas Agama. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ka.Kanwil tersebut diikuti elemen ormas perempuan lintas agama se-Provinsi Jambi yang bertempat di Hotel Shang Ratu.

Ka.Kanwil, H.Muhamad saat membuka kegiatan menggaris bawahi bahwa peran perempuan dalam meredam konflik antar umat beragama ini sangat menonjol karena mempunyai naluri untuk berdamai dan tidak suka adanya perselisihan.

“Oleh karena itu saya mengajak kepada kita semua agar tetap menjaga kerukunan, perdamaian antar umat beragama. Perbedaan itu jangan jadi perpecahan, tapi jadikanlah sebagai suatu media kerukunan,” ajak Ka.Kanwil.

Menurut Ka.Kanwil, konflik bisa saja terjadi di pemukiman pedesaan dan perkotaan. Tokoh-tokoh perempuan bisa menyampaikan kepada masyarakat melalui pengajian, atau perkumpulan perempuan lainnya, bahwa konflik tidak boleh terjadi. Karena semua agama mengajarkan kedamaian dan semua umat di muka bumi ini cinta kedamaian. (silo/fzi)

 

 

 

 

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar
Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *