Pekan Doa Sedunia Moria Runggun GBKP Pakai Kostum Budaya Suriname

oleh

PALEMBANG, KOMPASSINDO – Hari Doa Sedunia dimulai pada abad ke-19, Perempuan Kristen Amerika Serikat dan Kanada memulai berbagai kegiatan kooperatif untuk  mendukung keterlibatan perempuan dalam misi di kedua negara tersebut dan di belahan dunia lainnya.

HDS ( Hari Doa Sedunia) kemudian menjadi suatu gerakan Perempuan Kristen di seluruh dunia dari semua latar belakang dan tradisi, yang bersama-sama berkomitmen dalam doa pada hari Jumat pertama bulan Maret setiap tahun.

Lebih dari 170 negara bergabung dalam gerakan HDS ini dimana tema dan buku panduannya disiapkan oleh Komite HDS dari negara yang berbeda setiap tahunnya. Dan Untuk Tahun 2018  Temanya disiapkan oleh Negara Suriname yang akan diikuti seluruh Dunia termasuk Negara Indonesia Yang tergabung dalam persatuan Gereja indonesia

Pada awalnya perayaan HDS menjadi perayaan jemaat dewasa, khususnya kaum perempuan, tetapi kemudian telah diselenggarakan HDS untuk anak dengan tujuan mengantar anak-anak berperan aktif dalam gerakan oikumene, serta membentuk kepribadian anak yang mencintai dan mengharagai kepelbagaian global dalam kehidupan gereja. Ungkap Pendeta GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) palembang pendeta Julianus Sembiring Meliala.

Dan pada Hari ini Ibadah Minggu tgl 18 april 2018 yang dilaksnakan di Gereja Batak Karo Protestan melakukan kegiatan yang sama, memperingati HDS (Hari Doa Sedunia) dan pada hari ini  seluruh kaum perempuan atau Moria runggun gereja GBKP memakai Kostum Perempuan ala Suriname, india, belanda dan pakaian adat Karo sebagai bentuk dukungan doa kepada seluruh Dunia bahwa kita Ada Adalah Mahluk Tuhan yang sama dimata Tuhan dengan Seluruh perbedaannya dan Kita adalah Mahluk keturunan Adam dan Hawa Mahluk pertama Yang Diciptakan Tuhan Kita Yang Maha Esa serta menghargai perbedaan budaya adat istiadat, itu sebagai karya Cipta Mahluk yang paling tinggi derajatnya diantara mahluk didunia ini yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa.

Dilanjutkan  Pendeta GBKP Julianus Sembiring Meliala didampingi  Mardiana br Tarigan dan Rimta br Ginting Sebagai kaum Moria GBKP palembang mengungkapkan bahwa Tema HDS 2018 adalah “SEMUA CIPTAAN ALLAH, SUNGGUH SANGAT BAIK” (Kejadian 1: 31). Firman Tuhan menyebutkan bahwa Allah menciptakan dunia ini sangat baik. Bumi dan segala isinya serta benda-benda di langit memiliki tempat dan fungsinya masing-masing dalam penciptaan itu. Namun demikian, dibeberapa tempat alam ciptaan Tuhan telah menjadi berbeda dengan yang diciptakan Tuhan. Alam telah rusak,”ujarnya.

Di Suriname telah terjadi penggunaan merkuri yang  dak bertanggungjawab, yang dapat meracuni manusia dan mahkluk lainnya. Sungai bersih telah tercemar. Di Indonesia juga alamnya telah rusak, kita sering merusaknya seperti menebang pohon-pohon sembarangan sehingga terjadi erosi, banjir, tanah longsor, membuang sampah sembarangan, sungai sudah kotor menyebabkan kita menderita dan sakit.

Pendeta Julianus Sembiring Meliala, menambahkan bahwa Anak-Anak dari Suriname mengajak kita anak-anak Indonesia agar kita memelihara ciptaan Tuhan. PGI juga mengajak anak-anak gereja agar bersama-sama berdoa bagi Suriname, Indonesia dan seluruh dunia serta bersama-sama berjanji bahwa kita akan menjaga ciptaan Tuhan. Dan Khususnya Kota Palembang provinsi sumsel dengan Memperingati Hari Doa Sedunia, Umat Gereja GBKP palembang ini diharapkan dapat menjadi pioner menjaga kebersihan lingkungan kita baik di lingkungan gereja maupun dilingkungan rumah tempat tinggal kita serta kita ikut berperan aktif membantu pemerintah kita untuk dapat bekerja sama menjaga kebersihan Kota Palembang yang kita banggakan dan kita juga berdoa Untuk suksesnya Penyelenggara. asian Games yang akan dilaksanakan tgl 18.08 2018 di Kota Palembang ini,” ujarnya. (fade/rill)

 

 

 

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar
Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *