Orang Tua Siswa Mengeluh,SMK 1 Muhammadiyah Banjarsari Sikat Habis Dana BSM/PIP

oleh

Ciamis, Kompassindo

Upaya pemerintah mensejahterakan masyarakat , terutama rakyat miskin seringkali dimanfaatkan oknum yang tak bertanggung jawab, salah satunya praktik perealisasian dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) yang disalurkan tidak sesuai prosedur oleh pihak sekolah.

Kali ini penyaluran dana BSM/PIP yang diperuntukan bagi siswa miskin, terjadi di SMK 1 Muhammadiyah Banjarsari yang beralamat di Jln Pasar baru No 124 desa Cibadak kecamatan banjarsari kabupaten Ciamis tidak direalisasikan sesuai keperuntukannya.

Hasil pantauan Kompassindo di lapangan, menurut salah satu murid yang enggan disebutkan namanya mengatakan “saya sudah dua kali mendapatkan bantuan dari pemerintah yaitu dana BSM/PIP , namun hingga saat ini saya sama saja tidak merasa menikmati bantuan tersebut, karena dari mulai pertama saya mendapatkan dana BSM/PIP saya Cuma hanya mengambil dana BSM/PIP tersebut pada saat pencairan di Bank saja, lantas setelah itu seluruh uang BSM/PIP yang saya terima diminta oleh pihak sekolah dan dialokasikan ke iuran SPP untuk selama satu tahun, bahkan saya harus menombok dan merogoh dari kantong orang tua untuk melunasi kekurangannya, “Katanya.

Menurutnya sistem seperti itu pada dasarnya tidak sependapat dengan keinginan siswa maupun orang tua, karena kebutuhan sekolah tersebut bukan hanya SPP saja, bahkan sepengetahuan saya  sudah jelas-jelas dana BSM/PIP sudah ditentukan keperuntukannya oleh pemerintah, diantaranya untuk seragam sekolah, tas, sepatu, buku, Transport, dan perlengkapan sekolah lainnya, jadi kalo dana BSM/PIP tersebut semuanya dialokasikan oleh pihak sekolah untuk iuran SPP saja menurut saya hal itu hanya menguntungkan pihak sekolah saja, karena sudah jelas menjadi poin kemenangan bagi sekolah tanpa harus menanggung beban tunggakan siswa terkait SPP, padahal disatu sisi sekolah tidak memikirkan kepentingan siswa setuju atau tidaknya dengan kebijakan sekolah tersebut,  karena jelas kebutuhan sekolah lainnya tidak bisa terbantu dengan dana BSM/PIP yang saya terima, padahal kalo iuran SPP kan bisa dibayar secara dicicil dalam setiap bulannya, jadi jujur saya tidak merasa menikmati bantuan dana BSM/PIP tersebut, dan saya sangat tidak sependapat dengan kebijakan yang diambil oleh pihak sekolah,  terlebih dalam hal ini tidak ada sosialisasi ataupun musyawarah terlebih dahulu dengan pihak orang tua murid, “Paparnya.

Saat ditemui Kompassindo, Nurhidayat, S.Pd selaku kepala sekolah dan didampingi Ani Robianti, S.Pd selaku Bendahara Sekolah menjelaskan, betul memang hal itu dilakukan oleh pihak sekolah agar supaya siswa maupun orang tua tidak merasa berat untuk membayar SPP nya, adapun hal itu terjadi karena atas dasar kesepakatan orang tua murid, Komite dan pihak sekolah.

Ani Robianti pun menerangkan terkait dana BSM/PIP yang diterima Siswa jumlahnya tidak sama, namun dengan hal tersebut hingga saat Ani Robianti tidak tahu apa yang menjadi alasan kenapa bisa berbeda, untuk pencairan dana BSM tahap tiga dan lima ada yang menerima Rp 1.000.000 dan ada juga yang menerima Rp 500.000 per siswa, namun untuk pencairan dana BSM/PIP di tahap sebelas masing-masing mendapatkan sama rata sebesar Rp 500.000 per siswa, dan uang tersebut oleh pihak sekolah langsung dialokasikan ke iuran SPP untuk selama satu tahun, adapun SPP nya sebesar Rp 85.000 per bulan, jadi kalo yang mendapatkan bantuan BSM/PIP sebesar Rp 1.000.000 siswa hanya tinggal menambah uang Rp 20.000 untuk melunasinya, “Terangnya.

 

Nurhidayat S.Pd selaku kepala sekolah  juga menjelaskan, walaupun dana BSM/PIP tersebut dialokasikan untuk Iuran SPP pada dasarnya bisa-bisa saja orang tua meminta uang tersebut apabila memang orang tua siswa membutuhkannya, namun disisi lain Ani Robianti S.Pd selaku Bendahara menerangkan beberapa waktu lalu ada salah satu orang tua siswa yang datang ke sekolah menemuinya dengan tujuan meminta dana BSM/PIP tersebut untuk keperluan sekolah lainnya, namun Ani Robianti menjelaskan kepada orang tua siswa tersebut bahwa dana BSM/PIP yang seharusnya diterima siswa itu tidak bisa diambil, karena sudah dialokasikan untuk pembayaran SPP selama satu tahun, “Jelasnya

Saat dikonfirmasi kompassindo, ketua yayasan Muhammadiyah H. Toto Kusmana membenarkan dengan adanya sistem penyaluran dana BSM/PIP yang terjadi di SMK Muhammadiyah Banjarsari, namun semua itu menurutnya atas kebijakan kepala sekolah dan komite, adapun kami selaku pihak yayasan hanya mengetahui, itupun karena adanya tembusan dari pihak kepala sekolah, dalam hal ini pihak yayasan tidak mengetahui persis teknis penyalurannya, jadi kalo pengin tau lebih jelas silahkan tanya kepada kepala sekolah dan bendaharanya, “Ujarnya sambil seperti yang bingung.

Masih menurut  H. Toto, memang beberapa waktu yang lalu pernah ada empat orang tua siswa yang datang ke yayasan guna meminta dana BSM/PIP tersebut, namun setelah saya jelaskan dan saya minta untuk membuat surat keterangan hitam diatas putih dari pihak masing-masing orang tua siswa serta ditanda tangani diatas materai 6000 mereka tidak mau, yang akhirnya mereka pada pulang dan dana BSM/PIP tersebut tidak saya realisasikan, “Paparnya.

Asep Sugianto ST selaku Korbid Pendidikan menerangkan kepada Kompass, bahwa betul pada dasarnya keperuntukan dana BSM/PIP  bukan hanya SPP saja, melainkan untuk membantu  kebutuhan siswa lainnya yang termasuk kebutuhan siswa, salah satunya perlengkapan sekolah, namun mungkin pihak sekolah hanya mengedepankan satu poin saja, yaitu iuran SPP, adapun terkait dengan permasalahan dana BSM/PIP yang seharusnya murni diterima siswa dan ternyata saat ini di SMK Muhammadiyah dialokasikan untuk pembayaran iuran SPP selama satu tahun, semuanya diluar kontek Yayasan, karena pihak sekolah yang menjadi pengatur teknis nya, jadi menurut kami dari Yayasan dengan hal tersebut hanya pihak sekolah lah yang lebih tau, yaitu kepala sekolah dan bendahara sekolah, begitu pula masalah benar atau tidaknya teknis penyaluran dana BSM/PIP tersebut Asep menjelaskan bahwa lembaga tetap mengacu kepada dasar hasil mufakat antara orang tua siswa dengan sekolah dan komite, “Tandasnya.

Hasil pantauan kompassindo, pemerintah telah memberi perhatian serius bagi dunia pendidikan termasuk sarana dan prasarana sekolah, kesejahteraan para guru sampai pada perhatian terhadap peserta didik atau siswa, oleh karenanya dengan perhatian itu termasuk dalam hal ini pemberian bantuan yang diperuntukan bagi siswa miskin yaitu BSM/PIP jangan sampai salah penyaluran walau apapun alasan nya, karena itu adalah 100% hak siswa, siswa miskin perlu diberi kesempatan untuk sekolah, karena siswa miskin juga merupakan anak bangsa dan punya hak untuk mengenyam pendidikan seperti siswa yang lainnya, apalagi pemerintah saat ini tengah berupaya agar supaya anak usia sekolah wajib sekolah dan jangan putus jenjang pendidikan, karena itu perlu adanya kepedulian masing-masing pihak dan masyarakat lainnya untuk mendukung program pemerintah ini serta ikut mengawasi aliran dana Bantuan Siswa Miskin (BSM), agar bantuan tersebut benar-benar dapat terealisasikan terhadap anak didik/siswa secara utuh sesuai prosedur, sehingga tersalurkan sesuai keperuntukannya,

Maka dari itu kepada dinas terkait dimohon untuk lebih ketat dalam pengawasannya dan dapat menindaklanjuti serta memberikan sanksi proses hukum kepada lembaga-lembaga pendidikan yang telah melanggar prosedur/Tatanan yang sudah ditentukan. Chefy

 

 

 

 

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar

Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *