Manejer PTPN-IV Dolok Ilir Diduga Tilep Upah Buruh

oleh

SIMALUNGUN – KOMPASSINDO – Kisruh rendahnya upah Buruh Harian Lepas (BHL) di PT.Perkebunan Nusantara-4 unit kebun Dolok Ilir mulai terkuak, beberapa penuturan sumber yang dapat dipercaya ” Diseluruh afdiling yang ada di unit Dolok Ilir ditemukan beberapa bukti yang mengarah pada Asisten afdiling,Askep dan Manejer , yang diduga secara terkordinir melakukan pemotongan Gaji BHL di PT. Perkebunan yang dikelolanya .

Terbukti dengan pemberian upah buruh harian lepas yang dibayar sangat rendah serta tanpa jaminan asuransi tenaga kerja.

Seperti dijelaskan oleh beberapa orang pekerja BHL yang dapat kami temui di afdiling II,III,IV,V,VI dan VII, Menurut mereka hanya terima gaji  Rp 25.000 , masuk jam tujuh pulangnya jam dua belas siang.

sering juga diborong kerjanya oleh satu orang , paparnya.

10 tangki,satu tangki nya berisi 10 liter racun untuk dipergunakan meracun piringan pohon sawit sebanyak 250 sampai 300 pohon,dari pada tidak ada kerjaan walau murah di terima saja,tak semua pekerjaan pemeliharaan dikerjakan BHL ada juga dikerjakan karyawan afdiling,mandor kami juga karyawan,kami ambil gajinya juga dari mandor,”

Tidak ada di ikut sertakan BPJS Tenaga Kerjalah bang,bila ada kecelakaan ya di bawa pada klinik atau rumah sakit perkebunan saja ” jelas Sp,An dn Ns.22/05.

Lain unit lain pula menerapkan aturan pada rekanan, menurut salah seorang Rekanan ” saya ada kerja pemeliharaan TBM di kebun Dolok Ilir, sistem yang diterapkan oleh Manejar dan Askep Kebun Dolok Ilir,semua tahapan pekerjaan secara fisik maupun administrasi dikelola oleh mereka,

asisten afdiling selaku pelaksana pekerjaan,kami selaku rekanan hanya di kasih baget 7% dari SPK nilai keuntungan yang kami terima itu sesuai upah perusahaan yang tercatat di SPK,

kalaupun mereka mengerjakan pemeliharaan dengan rotasi dua atau tiga bulan,menggaji BHL di bawa UMK dan para buruh tidak di daftarkan di asuransi tenaga kerja

 

PTPN-IV hanya membayar rotasi kerja maksimal satu bulan, walau pembayaran sering telambat sampai dua atau tiga bulan,

keterlambatan pembayaran oleh PTPN-IV pada rekananan bisa terjadi disebabkan ada beberapa item yang tidak dipenuhi oleh rekanan,

ketika rekanan mengajukan permohonan pembayaran pada PTPN-4 ada beberapa item pokok yang harus dilengkapi oleh rekanan,

Dari beberapa item tersebut ada item yang wajib dipenuhi yaitu bukti kwitansi pembayaran pajak pekerjaan sesuai SPK serta kwitansi bulan terahir pembayaran BPJS pekerja rekanan,

Dua item itulah yang selalu menjadi kendala ketika melakukan permohonan pembayaran di PTPN-IV,dan kedua item tersebut menjadi tanggung jawab pimpinan unit perkebunan Dolok Ilir sesuai kesepakatan yang telah di setujui bersama.  ‘ jelas salah seorang rekanan Dolok Ilir namun tidak mau namanya disebutkan.

Ada beberapa Rekanan yang mengerjakan pemeliharaan TBM maupun TM,”mengenai Karyawan Kebun Dolok Ilir yang menjadi mandor para pekerja BHL itu merupakan bentuk pengawasan dari pihak perkebunan,kerja mandor mencari pekerja BHL yang dipekerjakan di lokasi TBM maupun TM,

Gaji BHL itu satu hari dibayar Rp 25.000 masuk jam 07 pulang jam 12.00,

Menurut Askep Ramadhan ” Bahwa gaji BHL tersebut  dianggap terlalu murah dan sering kali  menegur Rekanan.

Sementara Safri yang juga seorang Askep kebun dolok ilir mengatakan,”saya masih baru bang, kordinasi saja langsung sama pak menejer nya, Tuturnya

Safri juga membenarkan  bahwa gaji BHL Rp 25.000 Sesuai aturan yang ada di PTPN-IV tentang pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh rekanan sangat berbeda dengan pekerjaan yang wajib dikerjakan oleh karyawan.

Dia juga menegaskan Karyawan hanyalah sebagai pengawasan .

karyawan unit dilarang mengelola pekerjaan yang sudah dikerjakan oleh rekanan sesuai SPK

Ketika Dikonfirmasi Lewat SMS  “Manejer Kebun Dolok Ilir Erwin Panggabean tidak menjawab , Diharapkan Pihak terkait agar segera melakukan tindakan pencegahan Dugaan Penyelewengan  (RA).

 

 

 

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar
Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *