Kapal Sinar Bagun Tenggelam Di Pelabuhan Tiga Ras Danau Toba

oleh

Simalungun-kompassindo

Kapal Sinar Bagun tenggelam di perbatasan pelabuhan Tiga Ras pada Senin 18/6 sekira pukul 17.30 wib,hingga saat ini belum diketahui penyebab tenggelamnya kapal tersebut,kapal Sinar Bangun berangkat dari pelabuhan Simanindo menuju pelabuhan Tiga Ras membawa ratusan penumpang dan puluhan sepeda motor,sayangnya ketika sampi diperbatasan pelabuhan Tiga Ras kapal tiba tiba oleng dan ahirnya tenggelam,sampai saat ini pihak kepolisian bersama warga masih berusaha melakukan pencarian korban KM Sinar Bangun diperairan danau toba.

Saya tidak tahu pasti apa penyebab nya tapi kapal sudah penuh air dari bagian bawah kata Hernando Lingga (24) warga Dusun I Pardamean Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang salah satu penumpang yang selamat,sore itu Kapal bermuatan ratusan penumpang dan puluhan sepeda motor berangkat dari Pelabuhan Simanindo menuju pelabuhan tiga ras,setelah berlayar kurang lebih 30 menit tiba tiba kapal yang dikemudikan Sagala warga Galungan Kabupaten Samosir sudah dipenuhi air dari bagian bawah,kondisi cuaca saat itu angin dan ombak sangat kencang membuat kapal itu pun oleng dan perlahan lahan terbalik dan tenggelam.

Penumpang yang berhasil diselamatkan diketahui Rahman Syahputra, (22) warga Dusun IV Desa Sukaraja Kecamatan Air putih Kabupaten Batubara, Santika (20) dalam keadaan hamil sedangkam suaminya belum ditemukan, Muhamad Fitri (21) warg Indra Pura Kabupaten Batubara,Heri Nainggolan (23) warga Pane Tongah Kabupaten Simalungun, Jamuda (17) warga Parbungabunga dan Juita warga serbelawan Kabupaten Simalungun.

Para penumpang selamat dan meninggal sudah di bawa ke RSU Dr. Hadrianus Sinaga,sampai saat ini Polisi Air dibantu KMP Sumut dan warga masih berusaha melakukan pencarian terhadap korban lainnya di sepanjang pinggir pantai Tiga Ras hingga pinggir pantai Tanjung Unta Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun.

 

Saat ini pemerintah pusat maupun pemerintahan Kabupaten Simalungun mencanangkan program Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Wisata bertarap Internaional,besarnya anggaran APBD maupun APBN yang di gunakan untuk Destinasi Wisata Danau Toba tidak sebanding degan kwalitas pelayanan untuk kepentingan umum,akibat tidak mengertinya para pemangku jabatan bekerja,ahirnya rakyat kecil tetap menjadi korban,”Saya menduga muatan km Sinar Bagun melebihi kapasitas dan mengakibatkan kapal tidak setabil berjalan ahirnya kapalpun tenggelam,Destinasi Wisata harus mengutamakan keamanan dan keyamanan para wisata,bukan hanya sekedar sebagai bisnis perorangan dan kelompok semata,pemerintah dinilai tidak mampu memberikan rasa aman pada wista lokal,itu akan memberikan dampak trauma bagi wisata asing yang ahirnya mereka tidak berminat berwisata ke Danau Toba.

Sangat disayangkan pemerintah Kabupaten Simalungun maupun pemerintah pusat tidak perna memikirkan kwalitas untuk melayani para wisata,bagi mereka yang penting dana APBD maupun APBN bisa dicairkan,ahirnya program destinasi wisata danau toba sebagai alat pencitraan dan menjadi pepesan kosong saja,jelas M.Panjaitan SH.(Rus).

 

 

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar
Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *