Jokowi : Target 2025 Semua Lahan Harus Bersertifikat, Agar Tidak Bersengketa

oleh

PALEMBANG, KOMPASSINDO – Presiden RI Jokowi mendadak minta dikirimi ikan betok dengan Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat menghadiri Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat dalam rangka Kunkernya di PSCC Palembang, Senin (22/1). Sontak permintaan yang tak biasa itupun langsung disambut gelak tawa ribuan warga yang memenuhi gedung PSCC.

Permintaan aneh itu diungkapkan Jokowi, usai ia kebingungan mendengarkan jawaban dari seorang ibu-ibu yang maju ke panggung untuk memperebutkan hadiah sepeda darinya.

“Ayo coba ibu sebutkan tujuh nama ikan yang ada di Indonesia.” ujarnya.

Dengan polos ibu-ibu berhijab hitam dan berkacamata asal Muaraenim itupun menjawab spontan nama-nama ikan yang dihapalnya seperti ikan patin, ikan gabus, ikan toman dan ikan betok. Saat mendengar nama ikan betok itulah Jokowi  langsung mengernyitkan dahinya. Ekspresinya yang khas itulah yang membuat warga akhirnya kembali tertawa riuh.

“Memang ada ya ikan betok? kok saya baru denger. Ikan apa ini? besar atau kecil ikannya. Coba pak gubernur nanti tolong saya dikirimi ikan betok ya? ujarnya sambil tertawa.

Selain memberikan sejumlah pertanyaan, Presiden Jokowi memberikan wanti-wanti kepada ribuan warga yang telah menerima sertifikat. Salah satunya adalah warga diminta hati-hati saat akan “menyekolahkan” sertifikat ke bank atau lembaga keuangan lainnya.

” Saya titip setelah pegang sertifikat ini biasanya disekolahkan. Betul tidak? saya titip kalau mau diagunkan di bank tolong di kalkulasi betul. Tolong dihitung bisa angsur dan bisa cicil atau tidak, jangan dipaksakan. Kalau sudah dapat pinjaman ke bank jangan dipakai dengan untuk kesenangan pribadi tapi nabung dan investasi,” ujarnya.

Dikatakan Jokowi saat ini pemerintah menargetkan akan segera mensertifikasi semua lahan yang belum bersertifikat di semua provinsi. Termasuk lahan trmpat ibadah seperti masjid, gereja kelentang dan vihara. ” Di Indonesia harusnya  sertifikat yang dipegang masyarakat itu ada 126 juta. Tapi sampai 2015 baru 46 juta yang bisa diberikan pada masyarakat. Jadi ada 80 juta sertifikat yang jadi PR pemerintah untuk diberikan pada masyarakat,” jelasnya.

Untuk merealisasikan rencananya itu, Jokowi mengatakan sudah mengingatkan kepada menterinya agar hati-hati. “Tahun lalu saya berikan target 5 juta sertifikat harus selesai dan Alhamdulillah selesai. Tahun ini 7 juta harus keluar dari kantor-kantor BPN. Biar semua pegawai kantor BPN tidak tidur, tahun depan 9 juta. Nanti 2025 harus rampung semua ga tau jurusnya apa Menteri sama BPN. Kalau target gak ketemu, saya bilang bapak hati-hati bisa gak jadi menteri lagi,” tegasnya.

Menurutnya masalah sertifikat ini sangat mendesak karena setiap kunjungan ke desa, atau kampung dia selalu mendengar keluhan sengekta lahan baik di Jawa, Kalimantan, Sulawesi semua sama. Dengan adanya sertifikat ini masyarakat katanya sudah memiliki tanda bukti hak hukum atas tanah. Mengingat masalah sengketa tidak hanya melibatkan indvidu dan individu tapi individu dan perusahaan, BUMN, maupun pemerintah.

“Kalau sudah pegang sertifikat ini, sudah enak dari sisi hukum,” ujar Jokowi.

Selain eoal sertifikat Jokowi juga berpesan, agar masyarakat Indonesia tetap menjaga kerukunan menjelang Pilkada yang akan digelar tahun ini, baik pilkada kabupaten kota, maupun provinsi dan pemilihan presiden.

“Tahun ini akan ada 171 pilkada di Indonesia. Di Sumsel juga ada 5 kabupaten dan 4 kota. Ini proses demokrasi 5 tahunan. Pilihlah pemimpin yang paling baik. Dan jangan sampai pilihan berbeda antar tetangga dan kampung jadi tidak rukun,” ujarnya.

Sementara itu Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan A Djalil menjelaskan, pada kesempatan kali ini pihaknya menyerahkan sebanyak 5534 sertifikat kepada rakyat. Dari jumlah tersebut ada sekitar 4000 orang yang hadir menerima langsung sertifikat yang diberikan secara cuma-cuma tersebut. Ribuan sertifikat tersebut  diantaranya diberikan pada 1200 orang dari Palembang, 1346 orang dari Banyuasin,

Kemudian 1000 orang dari OKI, Muaraenim 200 penerima, Prabumulih 100 penerima, OKUS 27 orang, Lubuklinggau 40 orang, Empatlawang 10 penerima, Musiraws 60 orang dan beberapa kabupaten kota lainnya.

“Tahun ini ada 230.000 bidang tanah yang disertifikat di Sumsel. Tahun depan kita akan lakukan dengan jumlah yang sama. Ada juga sertifikat untuk rumah ibadah. Sertifikat rumah ibadah ini dimulai di Sumsel jumlah yabg hadir 505 penerima sertifikat dari penerima wakaf bagian agama dan lainnya,” jelasnya Sofyan.

Dalam acara penyerahan sertifikat tersebut, Presiden Jokowi memberikan sertifikat secara simbolis kepada 12 orang perwakilan. Masing-masing penerima berasal dari kalangan beragam mulai dari ibu rumah tangga, buruh, petani hingga pedagang.

Acara penyerahan itu sendiri dimulai sekitar pukul 09.39 Wib. Sejumlah pejabat hadir termasuk Kapolri dan Menteri Perhubungan yang merupakan orang asli Palembang. Usai menyerahkan sertifikat dan bagi-bagi sepeda, sebelum meninggalkan lokasi, Presiden Jokowi juga membagi-bagikan souvenir saputangan batik dan kaos di depan gedung PSCC. (fadel/rill)

 

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar
Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *