Gaji Buruh Di PTPN IV Dolok Sinumbah Hanya Rp 15.000 Per Hari , Perlu Perhatian Pemerintah.

oleh

SIMALUNGUN – KOMPASSINDO – Sungguh miris nasip Buruh Harian Lepas ( BHL ) pemeliharaan Tanaman Belum Menghasilkan ( TBM ) maupun Tanaman Menghasilkan ( TM ) di PT.Perkebunan Nusantara -IV Kebun Dolok Sinumbah ( DOSIN ),selain mencuri tenaga kerja kariawan PTPN-4,Rekanan juga menggaji buruh hanya Rp 15.000 ( lima belas ribu rupiah ) satu hari,upah tersebut jauh dibandingkan dengan Upah Minimum  Kabupaten Simalungun,ditahun 2018 ini dewan pengupahan Kabupaten Simalungun menetapkan UMK sebesar 2.048.000 ( dua juta empat puluh delapan ribu rupiah ),bilah dibagi dua puluh enam hari kerja maka buruh berhak mendapatkan upah satu hari Rp.78.769 ( tujuh puluh delapan ribu tujuh ratus enam puluh sembilan rupiah ),sangat disayangkan di pemerintahan Jokowi yang selalu berkampanye angka kemiskinan rakyat Indonesia menurun tidak sebanding dengan kenyataan dilapangan,terbukti diperusahaan yang dipimpin Jokowi sendiri mereka tega memberi upah pada BHL satu hari kerja Rp 15.000,bagai mana angka kemiskinan rakyat bisa menurun sementara untuk layak makan saja upah tersebut tidak cukup.

Seperti dijelaskan MA salah seorang pekerja BHL yang sedang kerja meracun dilokasi TBM,”lima belas ribu bang gajinya,masuk jam delapan pulangnya jam dua belas atau jam satu siang,sering juga diborong kerjanya satu orang 10 tangki,satu tangki nya berisi 10 liter racun untuk dipergunakan meracun piringan pohon sawit sebanyak 350 sampai 400 pohon,dari pada tidak ada kerjaan walau murah di terima saja,tak semua pekerjaan pemeliharaan dikerjakan BHL ada juga dikerjakan kariawan Kebun,seperti pekerja yang di ujung jalan itu dia kariawan,mandor kami juga kariawan kebun,”tidak ada di ikut sertakan BPJS Tenaga Kerja,gaji kami saja murah mana mungkin didaftarkan ke BPJS,tidak tau siapa rekananya sebab kami disuruh kerja oleh mandor dan gaji nya juga dari mandor jelasnya,sementara mandor yang disebut MA tidak berada dilokasi.07/05.

Menanggapi hal tersebut,Ketua Penasehat Hukum Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Pron Rakyat Anti Korupsi,( LSM-GEFRAK ) DPD Sumatra Utara K.Simanjuntak SH mengatakan,”saya sangat menyayangkan sikap pimpinan perkebunan Dolok Sinumbah  dan para Rekanan,mereka sangat tega menggaji buruh jauh dari UMK,sementara parah buruh itu bekerja di perusahaan milik Pemerintah,seyogyanya perusahaan Pemerintah menjadi contoh yang baik agar menjadi panutan perusahaan swasta,upah yang hanya Rp 15.000 satu hari kerja sudah sangat mencederai Undang Undang Ketenaga Kerjaan dan mengarah pada penjajahan terhadap buruh,untuk itu Manajer Kebun Dolok Sinumbah tidak bisa berdalih kalau kerjaan pemeliharaan TBM maupun TM menjadi hak rekanan,namun Manajer harus lebih mengutamakan rasa keadilan,saya yakin pada Rencana Anggaran Biaya (RAB) pemeliharaan TBM maupun TM tentunya PTPN-4 mengganggarkan gaji buruh dengan upah sesui UMK dan dituangkan pada Surat Perinta Mulai Kerja (SPMK),terbukti saat rekanan melakukan permohonan pembayaran di PTPN-4,Rekanan harus melampirkan bukti pembayaran asuransi para pekerjanya ( = BPJS-Tenaga kerja ) itu membuktikan bahwa PTPN-4 menggaji buruh sesuai UMK dan aturan undang undang yang ada,memulangkan pekerja BHL lebih awal merupakan akal akalan mereka untuk tidak menggaji buruh sesui aturan yang ada,sesui UMK yang ada di Kabupaten Simalungun semestinya parah buru harus mendapatkan upah satu jam kerja Rp 11.242 ( sebelas ribu dua ratus empat puluh dua rupiah ) bilah pekerja BHL bekerja selama lima jam maka para pekerja berhak mendapat upah Rp 56.210 ( lima puluh enam ribu dua ratus sepuluh rupiah ).

Kami segera melayangkan surat pada dinas tenaga kerja simalungun,Kantor Pusat PTPN-IV,Mentri BUMN dan Presiden Joko Widodo,apa bilah yang dimaksut tidak memperbaiki kenierja nya maka kita akan adukan pada aparat yang berwenang,sangat aneh memang dierah pemerintahan Joko Widodo kok masi ada Perkebunan Pemerintah yang kejam seperti itu,saat ini pemerintah mengeluh eluhkan angka kemiskinan Rakyat Indonesia menurun,tentunya Pemerintah dianggap bohong bilah diam melihat rakyatnya dijolomi diperusahaan yang mereka pimpin sendiri,bila hal ini terus terjadi bagai mana pemerintah bisa mengentaskan kemiskinan,sementara di perkebunan pemerintah sendiri mereka melakukan penjajahan terhadap pekerja BHL,apa mungkin pekerja BHL bisa layak hidup bilah digaji lima belas ribu rupiah satu hari, jelasnya.

Asisten Kepala Kebun Dolok Sinumbah Warsidi SH,selaku penanggung jawab tanaman dan produksi,tidak mau menjelaskan ketika ditanya siapa rekanan yang kerjakan TBM maupun TM,berusaha konfirmasi lewat SMS dan WA juga tidak dibalas,(RA).

 

 

 

Tentang Penulis: Kompassindo Cyber Media

Gambar Gravatar
Tampang Sangar Tapi Hati Selembut Salju

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *